Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana cara olahraga lari cepat yang dipercepat lebih cepat dapat mengurangi 72% keparahan penyakit tumor kanker untuk menyebar luas di dalam tubuh kita ( 2022 )

Lari merupakan aktivitas olahraga aerobik yang bagi kebanyakan orang cukup menantang dilakukan karena dapat mengalami kelelahan, keletihan dan cape berat sehingga menguras banyak keringat kita bercucuran di mana mana. 

Selain itu, bau pula ya. he he...,

Oleh sebab itu, mengapa banyak orang memilih olahraga lari ringan ringan saja atau sekedar jogging berjalan kaki santai saja. 30 menit atau 40 menit sehari selesai.  

Fakta kenyataan yang ada di lapangan berdasarkan temuan dari para peneliti kesehatan yang saya kutib dari berbagai media online menyatakan bahwa nampaknya jogging dan olahraga lari ringan tak membawa dampak signifikan bagi kesehatan. 

Olahraga melalui tingkat maksimal, seperti aktivitas aerobik lari cepat yang dipercepat lebih cepat dapat membantu mengurangi tingkat keparahan penyebaran tumor atau penyakit kanker yang telah meluas. 

Bagaimana cara olahraga lari cepat yang dipercepat lebih cepat dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi tumor.

Tak seperti penyakit lainnya. Kanker dan tumor agak sulit dideteksi sedari awal, bahkan kadang kadang tanpa menimbulkan gejala sakit apapun. 

Untuk menemukan keberadaan tumor di awal, itu membutuhkan teknologi dan alat medis yang rumit nan mahal dalam mendeteksinya. 

Apabila tubuh manusia telah terserang tumor. 

Kabar baiknya tumor dan kanker itu sungguh dapat disembuhkan jika sedari awal telah dicegah. 

Namun, apabila kanker telah menyebar luas hingga bergenerasi menjadi stadium lanjut 3 dan 4. Harapan hidup seseorang menjadi kecil, tingkat kematian tinggi dimana nyawa menjadi taruhan, oleh sebab itu, belum ada obat dan teknologi modern apapun yang mampu menyembuhkan kanker di stadium (3&4) tersebut. 

Jadi, bagaimana cara  persiapan melawan tumor apabila seseorang diketahui telah mengindap penyakit ini agar tak menyebar atau berubah menjadi kanker ganas.

Olahraga lari yang dipercepat lebih cepat adalah salah satu kunci jawabannya. 

Di Israel, para peneliti berkumpul selama 20 tahun meneliti efek olaharaga lari yang dipercepat terhadap pertumbuhan perkembangbiakan sel kanker. 

Ada 2 jenis pemisahan pada penelitian ini. Yaitu manusia dan tikus. 

Yang pertama adalah sebanyak 3.000 individu manusia dewasa.

Yang kedua adalah ribuan tikus. 

3.000 ribu orang di data dengan menyediakan sejumlah besar laporan selama 20 tahun. Mereka diwajibkan mencatat ke database tentang apakah melakukan olahraga lari atau tak melakukannya. Kapan mereka lari, apakah teratur setiap harinya atau sering kecolongan. 

Yang kedua adalah mengumpulkan ribuan tikus yang mengalami sakit kanker untuk diteliti di laboratorium. Kemudian tikus di bagi ke 2 profile. Ada tikus yang dipaksa olahraga lari dan ada tikus yang tak melakukan apapun, sekedar makan, tidur, melamun, duduk, dan buang kotoran. 

Hasil dari pemantauan tikus dan manusia selama 20 tahun menunjjukkan bahwa pihak yang jarang olahraga berpotensi menderita penyakit kanker yang makin parah. 

Sedangkan untuk temuan bahwa tikus dan manusia yang teratur melakukan olahraga aerobik dengan intensitas tinggi. Didapat fakta bahwa mereka memiliki lebih sedikit serangan tumor metastatik. 

Profesor Carmit levy dari Israel di bidang ilmu genetika dan biokimia dari universitas Tel Aviv mengatakan : 

Aktivitas olahraga fisik menciptakan lingkungan yang tak bersababat bagi tumor sehingga kesulitan mendapatkan pasokan glukosa. Dalam penelitian kami menunjjukkan bahwa olahraga lari dan jenis latihan aerobik lainnya dapat melindungi tubuh dari kanker metastatik untuk melakukan mekasime penyebaran. Jadi kita semua tahu bahwa olahraga dan latihan fisik lainnya baik untuk kesehatan, Studi penelitian kami mendeteksi di organ dalam menemukan bahwa rutin olahraga mengubah seluruh tubuh sehingga kanker kesulitan menyebar. Sahutnya.

Setiap kali tikus melakukan olahraga lari. Maka seketika itu pula, organ di dalam tubuhnya mulai menyerap dan mengambil cadangan glukosa yang tersedia di seluruh jaringan sel tubuh. Aktivitas olahraga lari ini kemudian mengubah organ menjadi mesin canggih yang mengkomsumsi glukosa menjadi energi yang lebih efektif. Sangat mirip seperti cara kerja pembentukan otot. 

Aktivitas ini baru dapat dikatakan maksimal apabila melakukannya terus menerus melalui cara intensitas olahraga tinggi dan  teratur dari hari ke hari.

Penelitian dari Universitas Tel Aviv Israel menunjjukkan bahwa kanker dapat tumbuh makin membesar jika semua pasokan yang dibutuhkan tersedia sempurna atau mengalami kelebihan. Tetapi saat olahraga, maka terjadi sebaliknya, menunjjukkan perlawanan sistem alamiah di dalam tubuh. Mengkondisikan di mana kanker dari yang tadinya membutuhkan pasokan kelebihan tak bermanfaat untuk ingin membesar lebih besar lagi atau meluas ke sel lainnya, terhalang karena aktivitas olahraga lari mengkondisikan teknik kemampuan sel di mana gula malah diserap balik dari hisapan tumor. Akibatnya kemampuan bertumbuh penyakit ini menjadi terhambat. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.