Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Israel Lanius : Drone quadcopter kamikaze berbasis kecerdasan buatan AI otonom untuk peperangan kota jarak dekat dan anti gerombolan infanteri terorist ( 2022 )

Ini merupakan bagian program dari integrasi legionX buatan perusahaan Israel, Elbit System yang memadukan kerjasama antara beberapa jenis robot drone quadcopter di udara ( thor, lanius dan magni ), kapal tak berawak seagull dan UGV unmanned ground vehicle seperti roboteam, rook dan probot ke dalam jaringan otonom terpadu sekalipun bersifat swarm ( gerombolan ) dan bertindak terpisah pisah.

Artikel hari ini membahas tentang Lanius. 

Perang modern pada pembelajaran yang didapat oleh pengalaman Israel menunjjukkan bahwa para terorist telah memilih 3 cara metode untuk bersembunyi dalam peperangan terbuka, alih alih mereka berperang tatap muka secara langsung.

1]. Sembunyi di terowongan tikus bawah tanah.

2]. Sembunyi di hutan

3]. Sembunyi berasimilasi dengan rumah penduduk sipil di area perkotaan padat penduduk.

Teknologi radar dan sensor canggih telah mampu mendeteksi adanya pergerakan musuh di bawah tanah dan hutan. Tetapi kekurangan sistem radar dan sensor kesulitan menganalisis area perkotaan dalam hal pencarian target musuh karena semua orang telah berasimilasi antara terorist bersenjata dan sipil yang tak bersenjata dalam jumlah ribuan, ratusan hingga jutaan orang. 

Selama ini, penggunaan drone kamikaze, bom dan rudal memiliki tingkat penghancuran luas yang mengakibatkan warga sipil ikut terbunuh. Drone kamikaze sering digunakan untuk menghancurkan tank, kapal, dan infrastruktur militer lainnya seperti radar dan gedung pusat komando yang berukuran besar. 

Oleh sebab itu, dibutuhkan robot pesawat awak khusus dalam bentuk miniatur drone quadcopter kamikaze yang lebih kecil untuk menyerang pasukan terorist. 

Lanius diciptakan untuk mencapai tingkat pembunuhan maksimum pada target yang tepat di waktu yang tepat secara realtime di area padat penduduk dengan daya ledakan minimal hanya mengenai sasaran tubuh terorist yang dituju tanpa melukai atau tanpa menghasilkan efek ledakan besar disekitarnya yang dapat membunuh warga sipil didekatnya. 

Neri horowitz, jenderal IDF dari Israel mengatakan : 

Pasukan musuh tahu bagaimana cara mengasimilasikan diri ke daerah perkotaan dan IDF harus dapat menyesuaikan diri secara tepat melawan mereka, karena jarak antara depan rumah ke rumah lain semakin kabur. Sahutnya. 

Lanius dapat diluncurkan dari drone ke drone atau dari ransel tentara IDF menuju ke sasaran terorist. 

Youtube : Israel Lanius

Lanius adalah senjata otonom berbasis kecerdasan buatan AI otonom. Lanius mampu mencari, mendeteksi, memberikan intelijen ISR dan menyerang atau membunuh secara otomatis dengan agresif tanpa harus dikendalikan kontrol pengendalian udara oleh tentara manusia. 

Agar tak lepas kendali karena sifat search, scanning, mapping & attack serba otonom. 

Tentara manusia tetap memiliki kendali penuh untuk tombol persetujuaan pembunuhan. 

Tentara manusialah yang mengambil keputusan akhir. 

Apakah 'YES' atau 'NO'. 

Lanius mendeteksi semua orang di area perkotaan yang berdekatan atau sedang memegang senjata api, kemudian mengirimkan tautan informasi data kepada tentara Israel untuk perintah pembunuhan, apakah konfirmasi di terima, 

Jika tentara manusia setuju memilih 'YES'. 

Maka, Lanius secara realtime mengunci target lalu menyerang secara otomatis. Tentara manusia setelah itu tak perlu melakukan kontrol apapun. Cukup diam saja. Biarkan Lanius bekerja melalui kecerdasan buatan AI miliknya.

Lanius dapat masuk dari satu rumah ke rumah lain, masuk dari satu pintu ke pintu lain, masuk dari satu jendela ke jendela lain. Untuk menghemat daya listrik, Lanius dapat mendarat di lantai atau kembali secara otomatis meminta pergantian isi ulang baterei modular dengan cara plug and play dalam waktu hanya beberapa menit. 

Kecepatan terbang lanius seperti laju mobil formula balap. Sehingga dipastikan, tak ada seorangpun terorist manusia yang mampu berlari menandingi kecepatannya atau lolos dari kejarannya yang begitu cepat.  

Elbit System selaku pencipta drone Lanius telah bekerja keras di bidang analitik, big data, storage, kecerdasan buatan dan banyak lagi. Termasuk menciptakan algoritma komputer canggih untuk mendeteksi anomali, kemampuan pelacakan target bergerak di zona padat penduduk, kemampuan pemetaan 3D, kamera jarak jauh, human machine teaming (HMT), teknologi komunikasi nirkabel dan berbagai sensor di bidang spektral demi memuluskan kemampuan dan keunggulan Lanius dalam jaringan sistem program legionX. 

Spesifikasi lanius : 

Nama : Lanius

Asal : Israel

Buatan : Perusahaan Elbit system ( 50% saham dikuasai, dipegang dan dikendalikan oleh pemerintah Zionis Israel )

Kode saham : ELST

Pendapatan kotor pertahun : $ 4,7 miliar dolar atau Rp 72 triliun rupiah ( setara Rp 72.000 miliar pertahun ).

Durasi waktu terbang : 7 menit

Jarak tempuh : 1 km

Komunikasi : Internet Wifi SDR

Kategori : Drone kamikaze pembunuh gerombolan pasukan teroris infanteri manusia. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.