Langsung ke konten utama

Israel Regulus cyber : Teknologi pematah serangan drone kamikaze swarm ( 2023 )

Ada dua cara untuk melumpuhkan serangan drone kamikaze. 

Yaitu menggunakan soft kill dan hard kill. 

Pertama tama mari kita membahas terlebih dulu tentang hard kill, mengapa metode ini agak berisiko dan kurang efektif pada zaman now. Pada dasarnya, hard kill merupakan metode untuk melumpuhkan drone kamikaze musuh dengan senjata tembakan, entah itu menggunakan senapan mesin, laser, rudal atau bahkan hingga pakai cara tradisional dengan ketapel jaring. 

Caranya yaitu drone kamikaze musuh di tembak hingga hancur lebur.

Apakah efektif, dapat dikatakan 'Iya'. Apabila yang menyerang cuma 1 drone kamikaze.  

Tapi itu menjadi tak efektif apabila yang menyerang merupakan segerombolan drone kamikaze berbasis swarm.  

Ketika seorang tentara menembak di satu sisi, butuh waktu untuk memindahkan sudut arah senapan mesin. Jika ada gerombolan 10 drone kamikaze datang mendekat secara bersamaan di waktu yang sama pada sudut berbeda beda ( depan, belakang, kiri, kanan, atas, bawah ). Tak perlu diragukan lagi, itu sungguh berbahaya, berisiko dan mengancam nyawa.

Metode kedua yaitu menggunakan soft kill. 

Pada hakekatnya, soft kill tak terlihat alias kasat mata, tak dapat disentuh, tak ada rasa aroma bau, tetapi daya hancurnya juga sama seperti hard kill. 

Soft kill menyerang sistem elektronik pada drone kamikaze menggunakan cara seperti jamming, spoofing, ledakan gelombang EMP elektromagnetik dan peperangan cyber.

Serangan dimulai dengan cara menonaktifkan drone, mengambil alih drone dari jarak jauh atau bahkan menjatuhkan drone ke darat dengan benturan keras sampai hancur. 

Jadi apakah metode soft kill merupakan strategi efektif untuk melawan drone swarm ketimbang hard kill.

Intinya adalah soft kill dan hard kill tetap saling membutuhkan untuk saling melengkapi dalam menghadapi serangan drone kamikaze berbasis swarm. Ibarat dua koin yang tak terpisahkan. Maka alustista soft kill wajib sebagai salah satu aset militer dalam memberikan perlindungan tambahan. 

Israel Regulus cyber : Teknologi pematah serangan drone kamikaze swarm ( 2023 )

Pada tahun 2023, harga drone semakin murah meriah.

Teman teman dapat membeli drone di Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Bahkan kini telah hadir drone seharga Rp 1.000.000 juta rupiah per unit.

Terorist dapat pula menggunakan drone komersial sipil yang biasanya digunakan untuk hobi, videografi dan fotografi pre/wedding. Itu terbukti mampu disulap oleh aktor jahat menjadi drone swarm, drone kamikaze dan drone pembawa bom. 

Perusahaan DJI Technology asal China selaku pemimpin tak tertandingi dan tak terbantahkan #1 di dunia dalam produsen ekspor drone hobi komersial secara global. Telah ditemukan ada banyak insiden atau kasus serangan melibatkan produk drone DJI menjadi alat bantu terorist melancarkan aksinya. 

Drone DJI memang favorite kesukaan drone hobi di seluruh dunia. 

Di Indonesia saja, 90% pangsa pasar drone hobi dikuasai oleh perusahaan DJI Technology asal China.

Perkembangan masa kini, drone hadir di mana mana, warga sipil biasa dapat membelinya, bahkan terorist dapat menggunakannya. 

Perusahaan teknologi asal Israel. Regulus cyber menawarkan produk kepada dunia untuk melawan ancaman tak terduga dari drone DJI yang digunakan oleh terorist. Mengingat kasus serangannya sudah banyak terjadi, gengster narkoba turut pula menggunakannya. 

Teknologi Regulus menawarkan perlindungan udara sejauh 1,5 km membentuk ring cincin untuk melawan drone kamikaze, drone pembawa bom, termasuk drone berbasis swarm. 

Pelanggan tak perlu melakukan apa apa setelah plug and play.

Semua serba otomatis.

Plug and play hanya butuh waktu 10 menit. 

Sistem bekerja serba otomatis. Entah itu saat mendeteksi kedatangan drone musuh, bahkan hingga melumpuhkan drone dengan cara menjatuhkannya ke darat dengan keras. Semua tanpa perlu campur tangan manusia lagi. 

Alat tinggal diinstal pada lokasi yang diinginkan, entah itu diatas kendaraan bergerak, diatas konvoi tank lapis baja yang sedang bergerak, di kapal laut atau ditempatkan permanen di darat ( stasioner). Jejak RF minimal dan bekerja 24/jam setiap hari nonstop tanpa hari libur.

Ringan, ringkas dan portabel mudah dioperasikan.

Memberikan bunyi alarm cepat terhadap kedatangan drone musuh bahkan saat kru sedang tertidur. 

Data komprehensif disajikan pada layar atau dapat pula dialihkan ke laptop dan pusat komando. 

Cara kerja teknologi regulus yaitu dengan melumpuhkan pemutusan sinyal elektronik komunikasi sehingga jaringan musuh terputus dari operator pada saluran manipulasi GNSS, alih alih menerapkan jamming.

Tim regulus cyber mengatakan :

Ini adalah perangkat teknologi yang menyerupai ukuran tas kerja. Pengaturannya cepat dan UI yang intuitif. Produk sudah teruji battle proven di medan pertempuran dan efektif untuk melawan drone swarm. Sahutnya. 

NB : Teknologi regulus cyber hanya berlaku untuk melumpuhkan drone DJI, drone buatan Uni Eropa dari perusahaan Parrot dan beberapa jenis drone bersayap non-quadcopter lainnya, Belum ada informasi resmi apakah dapat melumpukan jenis drone otonom dengan sistem E/O atau dari kategori MALE dengan perisai cyber level tinggi yang dilengkapi AI ( kecerdasan buatan ). Metode pendamping hard kill diperlukan sebagai ring keamanan alustista tambahan. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.