Langsung ke konten utama

3 perusahaan advertising iklan digital terbesar yang menguasai pangsa pasar market periklanan dunia [ Alphabet Google Adsense no 1 ( 28%), Meta no 2 ( 23%) dan Alibaba no 3 (8%) ( 2023 )

Periklanan advertising iklan digital berbeda dengan cara beriklan secara tradisional melalui majalah, koran, brosur dan papan reklame yang biasanya di pajang di tempat keramaian umum seperti jalan raya, supermarket dan pasar.

Iklan digital 100% menggunakan teknologi internet sebagai media promosi. 

Gaya format iklan digital ada macam macam seperti text, banner interaktif, endorsement hingga video ads. 

Konsep advertising digital yang diterapkan di internet, kebanyakan menggunakan skema cara bagi hasil yang disebut sebagai publisher. Artinya orang orang yang berjasa mempromosikan iklan mendapatkan atau menerima uang bagi hasil dalam bentuk gaji bulanan yang dikirim ke rekening bank. 

Sebagai contoh :

Google Adsense menerapkan bagi hasil iklan sebesar 68% untuk publisher, sisanya sekitar 32% masuk ke kantong dompet perusahaan Alphabet.inc selaku induk holding Google. 

Pembagiaan hasil iklan Google Adsense dilakukan secara adil dengan konsisten tanpa memperdulikan di manapun lokasi geografis. Semua orang atau pihak mendapatkan hak yang sama berdasarkan persentase keadilan. Tetapi teruntuk besaran nilai harga iklan dapat berbeda beda tergantung lokasi keberadaan negara yang memiliki kemampuan high paying.   

Sedangkan Meta memiliki program bagi hasil berdasarkan jumlah views reels iklan yang berhasil di tonton. Jika tontonan iklan sepi maka tak dibayar oleh perusahaan Meta ( Induk Facebook ) atau hanya mendapatkan sedikit bayaran dalam bentuk recehan, tetapi jika views ramai maka penghasilan juga meningkat dalam jumlah besar. 

Beberapa perusahaan iklan digital adversiting kebanyakan memang menerapkan bagi hasil. Tetapi ada juga perusahaan yang menolak bagi hasil iklan hanya didedikasikan untuk keuntungan demi menambah pemasukan untuk memberdayakan keberlanjutan operasional bisnis.

Karena trend perubahan zaman abad ini sudah berubah ke internet mobile dan smart TV. 

Maka tak heran apabila promosi iklan semakin gencar berpindah ke platform internet.

Pada tahun 2022. Total pangsa pasar advertising digital diperkirakan sebesar $ 616 miliar dolar atau sekitar Rp 9.240 triliun rupiah. Itu diraih hanya dalam waktu 1 tahun. Jumlah yang begitu besar banget ya. Tapi ini belum seberapa, karena semakin masifnya internet 4G maka diperkirakan pada beberapa tahun mendatang market advertising digital dapat melonjak lebih besar lagi hingga di atas $ 1.000 miliar dolar atau sekitar Rp 15.000 triliun rupiah per tahun. 

Jadi, siapa saja pemain perusahaan yang menguasai bisnis iklan digital ini. 

Jawabannya tak banyak lho...,

3 perusahaan advertising iklan digital terbesar yang menguasai pangsa pasar market periklanan dunia [ Alphabet Google Adsense no 1 ( 28%), Facebook no 2 ( 23%) dan Alibaba no 3 (8%) ( 2023 ).

Alphabet, sebuah perusahaan holding yang membawahi anak usaha dari Google menjadi pemimpin dunia di bidang teknologi advertising digital dengan menguasai sebesar 28% pangsa pasar internasional. 

Pada tahun 2022. Pendapatan kotor Google dari bisnis di bidang iklan saja secara year on year yoy mampu meraih uang sebesar $ 209 miliar rupiah atau sekitar Rp 3.135 triliun rupiah per tahun. 

Iklan milik Alphabet dapat kita lihat di Youtube.com, game Android, aplikasi Android dan website berita atau blog yang telah menjalin kerjasama dengan Google. 

Total ada sebanyak lebih dari 2.000.000 juta orang, youtuber dan para pelaku konten kreatif yang telah bekerjasama dengan perusahaan Google untuk meraup pundi pundi uang dari bisnis bagi hasil iklan digital yang tentu saja mereka di gaji

Alphabet berkantor pusat di Amerika Serikat.

Selanjutnya diikuti oleh perusahaan Meta, di mana iklan kerennya dapat anda lihat pada media platform seperti Facebook dan Instagram. 

Meta juga membagikan pundi pundi bonus iklan digitalnya kepada orang orang yang mau berjasa kerja keras dan kerja pintar memproduksi konten video reels menarik untuk ditonton oleh banyak orang yang dihargai dengan uang.

Meta menguasai 23%  market iklan digital. 

Pada tahun 2022. Pendapatan kotor Meta dari bisnis di bidang iklan saja secara year on year yoy mampu meraih uang sebesar $ 115 miliar rupiah atau sekitar Rp 1.725 triliun rupiah per tahun. 

Meta berkantor pusat di Amerika Serikat dengan kode saham META. 

Posisi ke 3 di tempati oleh siapa lagi kalau bukan Alibaba yang berkantor pusat di China. 

Alibaba berada di urutan ketiga dengan menguasai 8%. 

Iklan Alibaba dapat kita lihat di Lazada.co.id, Taobao.com dan Tmall.com. 

Berikut daftar perusahaan advertising yang menguasai market iklan dunia :

1]. Alphabet ( 28% )

2]. Meta ( 22% )

3]. Alibaba ( 8%)

Dari ke 3 perusahaan diatas saja sudah menguasai hampir 58% market periklanan digital. 

Posisi peringkat ke 4 diduduki oleh Amazon associates milik perusahaan Amazon. 

Namun bisnis utama Alibaba dan Amazon adalah toko online. Tetapi kedua perusahaan juga bergerak di bidang advertising digital. 

Peringkat berikutnya di ikuti oleh para pemain perusahaan yang menguasai market dalam angka persentase yang kecil kecil. Terdiri dari Twitter asal Amerika Serikat, Advertising on Tiktok asal China, Yandex direct asal Rusia, Baidu promote asal China, Taboola asal Israel, Outbrain asal Israel, eBay asal Amerika Serikat, Microsot bing advertising asal Amerika Serikat, Infolink asal Amerika Serikat, Adroll asal Amerika Serikat, Bidvertiser asal Israel, rakuten asal Jepang, dan lain lain. 

Iklan advertising turut hadir pula di website dewasa yang dipenuhi oleh unsur pornografi. Kebanyakan berbentuk promosi iklan rokok, alkohol, vape dan perdagangan jasa pria wanita penghibur malam.

Di Indonesia sendiri, pasar iklan digital dikuasai oleh perusahaan induk holding GOTO melalui Tokopedia yang didirikan oleh founder anak muda cerdas berbakat William tanuwijaya.  

Foto : Founder Bukalapak.com, Achmad zaky

Kemudian ada Bukalapak.com. Didirikan oleh founder muda berbakat, Achmad zaky seorang ahli komputer IT ( Teknik Informatika ) lulusan dari Institut teknologi Bandung yang dikenal sejak masa kuliah bukan sosok orang sembarangan karena kecerdasannya yang tinggi dibandingkan teman teman sebayanya.    

Bukapak.com memiliki valuasi sebesar $ 1,9 miliar dolar atau sekitar Rp 28 triliun rupiah.   

Bukalapak telah berkontribusi dan memiliki dampak dalam memajukan UKM di bidang marketplace online store dan advertising digital ads di Indonesia. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.  

Related Post