Lompat ke konten Lompat ke footer

Alasan umat kristen protestan tidak boleh ikut merayakan lebaran idul fitri, tidak boleh mengucapkan salam lebaran dan tidak boleh datang ke rumah orang orang Islam ( 2023 )

Indonesia merupakan sebuah negara dengan sistem kepemerintahan demokrasi. Hal ini terjadi karena latar belakang orang orang Indonesia beraneka macam dalam tajuk Bhinneka Tunggal Ika yang terdiri dari suku, bahasa dan agama berbeda beda. 

Seperti yang teman teman ketahui. Mayoritas orang orang Indonesia memeluk agama Islam.

Berdasarkan riwayat Alquran hanya ada 2 hari perayaan paling penting bagi orang orang Islam yang dicetuskan oleh Nabi Muhammad. Yaitu Idul fitri dan Idul adha

Salah satu perayaan Islam yang dibahas kali ini yaitu idul fitri artinya selesai atau sudah berlalunya bulan Ramadan dengan ditandai sebuah kemenangan dan mulai diselenggarakannya Salad id. 

Idul fitri identik dengan makanan ketupat, buah kurma, opor, kue kue, mudik pulang kampung untuk berkunjung ke sanak keluarga atau tetangga terdekat. Ini juga menerima kunjungan tamu dari orang orang Kristen, saling bersalaman dan makan bersama sama. 

Alasan umat kristen protestan tidak boleh ikut merayakan lebaran idul fitri, tidak boleh mengucapkan salam lebaran dan tidak boleh datang ke rumah orang orang Islam ( 2023 )

Sudah menjadi tanda kewajiban untuk hidup sopan dan santun. Apabila seseorang ingin masuk ke rumah orang haruslah mengetuk pintu dan memberi salam terlebih dahulu.

Pada perayaan idul fitri. Hampir semua orang wajib tanpa membedakan agama & suku untuk saling mengunjungi dan bertamu ke rumah orang orang Islam.

Saya tidak tahu apa peraturan untuk ajaran & hukum bagi orang orang dari kalangan Kristen Katolik. 

Hal yang sama berlaku pula dengan orang orang dari kalangan Kristen Protestan. Sejauh ini, belum ada pendeta memberikan khotbah tentang apakah boleh mengunjungi umat Islam yang sedang merayakan lebaran dan saling bersalam salaman. 

Jika mengacu pada sumber Alkitab :

Terdapat beberapa ayat kitab suci yang menentang, melarang dan mengecam dengan keras bagi orang orang umat Kristen yang ikut andil dalam sebuah perayaan hari raya Islam untuk bersama sama, berkumpul di dalam rumah, mengucapkan salam, memberi salam & makan bersama dengan orang orang non-Kristen ( Itu termasuk juga untuk agama seperti Hindu, Buddha dan agama tradisional lainnya ). 

Ada tertulis : 

Yohanes II Pasal 1 : 10

Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.

Yohanes III Pasal 1 : 7

Sebab karena namaNya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang orang yang tidak mengenal Allah.

Tuhan Yesus melarang orang orang Kristen memberi salam kepada orang orang non-Kristen. 

Ayat di atas mengklaim jangan menerima, jangan memberi ucapan salam, jangan bersalam salaman, jangan ikut bersatu ke dalam perayaan keagamaan di rumah mereka, jangan juga mengajak mereka masuk ke rumah anda. 

Pilihan ada di tangan masing masing. 

Bagi sahabat, terutama orang orang yang beragama kristen protestan ketika membaca artikel ini dipilihkan menjadi 2 pilihan saat hari raya idul fitri tiba. 

Pilihan 1 : Memberi ucapan salam, entah itu di WA, Facebook, Instagram, dll dan ikut ke dalam acara makan makanan bersama orang orang Islam. 

Pilihan 2 : Menolak salam, menolak memberikan ucapan salam, menolak makan bersama dan menolak ikut lebaran di dalam rumah mereka. 

Jika teman teman memilih pilihan 1 : 

Alkitab mencatat 

Ada tertulis :

2 Yohanes 1 : 11

Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat. 

Aku harap teman teman umat Kristen Protestan dapat memilih 'Pilihan 2'. 

Karena Alkitab sudah jelas, tegas dan detail untuk melarang berkumpul dan mengucapkan salam kepada orang orang Islam atau agama non-Kristen lainnya. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.