Lompat ke konten Lompat ke footer

Israel El3ctrum : Teknologi mesin ASIC untuk kalkulasi pertambangan mining bitcoin dan pemprosesan cloud computing yang mendukung privacy blockchain, kecepatan realtime, akselerasi bigdata ke next level generasi selanjutnya dan memiliki efesiensi energi listrik ( 2023 )

Salah satu kendala bagi banyak perusahaan mining dalam menambang cryptocurrency bitcoin yaitu masalah keterkaitan energi listrik yang dari hari ke hari semakin tidak optimal.

Apalagi adanya sebuah tuntutan perubahan yang mengharuskan atau mewajibkan terus menerus melakukan inovasi efesiensi dari segi biaya, hardware dan listrik agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis menantang tersebut. 

Pada tahun 2024. Bitcoin melakukan halving itu berarti berkurang dari 6 BTC menjadi setengahnya yaitu 3 BTC per block. Maka jaringan network bitcoin juga turun dari 1% menjadi 0,8%. Tapi komsumsi listriknya makin besar dan perhitungan matematikanya pun semakin sulit.  

Siapa yang tidak berinovasi bakal bangkrut dan kalah. 

Sehingga menyebabkan perusahaan mining mau tidak mau menjual bitcoin yang pernah mereka dapatkan atau dalam keadaan terburuk yaitu harus menutup perusahaan dan memecat (PHK) seluruh karyawan. 

Oleh sebab itu, untuk bertahan di bisnis mining bitcoin tidak dapat lagi hanya mengandalkan mesin lawas yang dari hari ke hari makin ketinggalan zaman. Jadi dibutuhkan mesin ASIC baru yang lebih tangguh dari sebelumnya, lebih efesien, lebih cepat, lebih unggul dan mesin kalkulasi lebih powerfull. Tanpa ini maka mustahil dapat bertahan. 

Mengupgrade mesin ASIC mining untuk menghasilkan cuan cuan cuan bitcoin, sekarang adalah waktu tepat untuk bertindak sebelum terlambat. Jangan terlalu lama menunggu besi tua karatan sampai ketinggalan info teknologi termutakhir dan jangan lagi cuma hanya mengandalkan mesin AIDP ( asal iklas dan pasrah, aku rela bitcoinku diambil orang

Foto : Teknologi mesin ASIC buatan perusahaan Israel ( chain reaction )


Sebuah perusahaan teknologi asal Israel menjawab tantangan dan memberikan solusi untuk masalah bisnis mining bitcoin yang kian hari kalkulasinya kian rumit saja. 

Diciptakan menggunakan desain sirkuit terbaru. Disebut mesin ASIC El3ctrum yang memberikan efesiensi listrik hingga sebesar 19 J/TH dan menghasilkan kinerja hashing 140 TH/s. Dirancang khusus untuk menambang bitcoin berbasis proof of work (PoW) yang menggunakan algoritma SHA256. 

Mesin ASIC El3ctrum diciptakan pertama kali menggunakan modal biaya sebesar $ 115 juta dolar atau sekitar Rp 1,7 triliun rupiah ( setara Rp 1.700 miliar rupiah ). 

Tim chain reaction asal Israel mengatakan : 

ASIC El3ctrum milik kami adalah mesin ASIC dengan hashing paling efesien di dunia, dioptimalkan untuk performa tinggi, efesiensi tinggi dan daya rendah. Sahutnya. 

El3ctrum memberikan kekuatan dan fleksibilitas. 

Di dalam sistem sudah tersedia peringatan dini otomatis jika terjadi suhu panas yang terlampau tinggi ( overheating akibat kelamaan digunakan terpapar oleh listrik berjam jam ). Demi mencegah kerusakan permanen. Mesin dapat dimatikan untuk sementara waktu hingga suhu dingin kembali. Sesembari di waktu yang sama dapat dialihkan ke mesin lainnya. 

Mesin lainnya mengambil alih shift pekerjaan itu demi untuk menghindari kerusakan. Pengguna lalu dapat mengontrol suhu agar tetap dalam kisaran yang aman. Dengan demikian, mesin dapat beroperasi secara normal.


Alon webman dari CEO chain reaction di Israel mengatakan :

Produk El3ctrum hanyalah awal dari revolusi teknologi computing. Kami menetapkan standar tinggi untuk produk mesin hardware kami. Kami menargetkan pasar blockchain dan infrastruktur pusat data center untuk dihyperscaler dalam wadah cloud computing yang dipercepat. Sahutnya. 

Tentang chain reaction :

Chain reaction adalah sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak dibidang produksi mesin dalam memberdayakan cloud computing yang hemat listrik, dapat diskalakan, terlindungi secara keamanan dengan meminimalkan serangan cyber dan meningkatkan perlindungan privasi kriptografi secara realtime pada data yang terenskripsi untuk mendukung proses lancarnya AI, WEB3, ML ( machine learning ), robotika, IoT dan aneka macam bidang bisnis digital. Termasuk bidang lainnya seperti kesehatan, pendidikan, perbankan, pemerintahan, pertanian,  militer, industri, otomotif, asuransi finansial, internet, ecommerce, dll. 

Fokus bisnis chain reaction saat ini ada 2 yaitu (1) menyediakan mesin untuk para pelaku perusahaan B2B mining bitcoin dan (2) menyediakan mesin kepada perusahaan jasa layanan infrastruktur server cloud computing. Seperti Microsoft, Google ( Alfhabet ), Oracle, Alibaba, Amazon, IBM, Tencent, Meta ( Induk Facebook, Instagram, Whatapp ), dll. 

Tujuan utama chain reaction adalah menyediakan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan mitra dalam penyedian mesin ASIC yang paling hemat listrik di dunia demi melindungi lingkungan planet bumi dari pemborosan energi listrik yang berlebihan penyebab global warming.

Chain reaction didanai pendanaan modal pertama kali oleh pemerintah Zionis Israel. 

Selanjutnya didukung oleh banyak investor saham kelas dunia seperti dari Blackrock, Bank JPmorgan, dll.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.