Lompat ke konten Lompat ke footer

Mengapa saya menyatakan bahwa kematian atau akhir dari teknologi chipset hanya sampai 3 nm untuk mengakhiri hukum moore [ awas meledak akibat kemacetan atau overfire ] ( 2023 )

Teknologi yang meliputi seperti smartphone, laptop, robot, internet, mobil, pesawat, IoT, data center, mesin scanning xray, helikopter, dan benda benda elektronik lain lain sebagainya. 

Bergantung penuh kepada kapasitas chipset semikonduktor sebagai otak pemprosesan. Tanpa kehadiran chip, dunia tidak dapat bergerak dengan efektif dan efesien. 

Selama ini, perusahaan chip. Menggantungkan hidupnya dengan mengikuti pedoman hukum moore yang menyatakan bahwa pertumbuhan perhitungan kecepatan mikroprossesor semakin hari semakin kecil dan semakin kompleks dimana kecanggihan chip dapat meningkat dua kali lipat lebih canggih setiap 2 tahun sekali.

Dalam roadmoad INTEL. Menyatakan bahwa perusahaan semikonduktor Intel hendak mencapai tujuan untuk mencapai generasi chip yang lebih kecil. Yaitu menuju hingga satuan 18A atau 1,8 nm, lalu lanjut menuju yang lebih kecil lagi hingga ukuran angstrom. Pihak Intel mengklaim bekerjasama dengan perusahaan ASML menggunakan mesin fotolitografi HighNA baru yang lebih canggih untuk memproduksi chip tersebut.

Jadi apa menurut pendapat saya ? 

Aku pikir itu sekedar bahasa marketing intel saja kok untuk menarik lebih banyak investor demi menanamkan saham kepada perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Sekarang pertanyaannya adalah apakah memungkinkan umat manusia mampu mencapai chip generasi mutakhir berikutnya hingga ukuran 1 nm atau dibawahnya. Karena hukum moore juga tidak menyebut berapa batas ukuran chip. 

Selama bertahun tahun ini telah menjadi pertanyaan besar di benak saya. Apa yang membatasinya dan berapa titik akhirnya. Karena tidak ada seorangpun yang tahu tentang masa depan. Tetapi aku yakin itu pasti berakhir. Hanya saja pertanyaan membingungkan yaitu berapa ukuran perhitungan akhirnya. 

Pada tahun 2023. Saya dapat menyimpulkan bahwa akhir batas hanya berada di kisaran 3 nm saja.

Tidak bisa lebih dari ini, karena mesin extreme ultraviolet lithography EUVL yang harus digunakan dapat berharga jauh lebih mahal, sulit dan rumit. Sehingga secara ekonomi tidak layak lagi.

Tetapi bukan berarti umat manusia suatu saat tidak dapat menciptakan chip yang lebih canggih hingga ukuran 2 nm, 1 nm, 0,8 nm, 0,7 nm, dst.  Aku pikir bisa bisa saja. Hanya saja disayangkan ada sebuah kendala dari sisi ekonomi yang sudah dibahas diatas tadi dan penyebab lainnya yaitu hadirnya masalah baru yaitu kemacetan atau overfire ( kepanasan berlebihan ).

Idealnya aku pikir cukup hingga dikisaran 3 nm saja. Karena ini batas toleransi normal. 

Untuk membangun atau menciptakan chip berukuran 2 nm. Selain menggunakan mesin litografi yang lebih mahal. Para ilmuwan juga aku pikir pasti menerapkan arsitektur desain chip komputer dengan cara menumpuk numpuk transistor tersebut. Dari sisi negatif, ini saya pikir justru dapat berbahaya bagi penggunaan umat manusia karena dapat menimbulkan kemacetan atau overfire yang dapat berakhir dengan ledakan. Selain itu gerbang listrik menjadi menyempit menambah semarak panas yang berlebihan. 

Artinya bahwa seluruh teknologi atau benda benda elektronik. Seperti smartphone, laptop bahkan hingga super komputer. Jika penggunaannya terlalu lama berjam jam sambil dalam keadaan isi ulang charge listrik. Maka dapat berbahaya yaitu itu dipastikan menimbulkan efek meledak.

Jika benda elektronik meledak, maka rumah seseorang bisa terbakar oleh nyala api ledakan dan manusia yang berada disekitarnya dapat terpanggang oleh api hingga tewas ( meninggal dunia ). 

Bukankah ini berbahaya. 

Jadi masih maukah bersikukuh membangun atau menciptakan chip hingga dibawah 3 nm. 

Jika nyawa jadi taruhan. 

Aku pikir sudah sepantasnya umat manusia di bumi cukup hanya menggunakan chip 3 nm saja sebagai batas akhir. 

Memang chip yang menawarkan 2nm, 1 nm, dst memiliki efesien yang lebih canggih, kecepatan yang lebih kuat dan lain lain. Namun ingat sisi negatifnya yaitu menimbulkan ledakan yang dapat membunuh penggunaanya.

Untuk mengatasi efek ledakan. Apakah dapat menggunakan bahan material pengganti silikon yang lebih kuat seperti kristal berlian atau jenis material lainnya. Untuk masalah ini aku pikir sudah tidak dapat diganti lagi, karena silikon berbasis pasir mudah didapat dimana mana dan berlimpah ruah dialam, ketimbang harus menggunakan mineral baru lain itu membutuhkan biaya pertambangan yang mahal, sehingga lagi lagi itu tidak efektif. Artinya hingga di masa depan, aku yakin bahwa tidak ada bahan mineral apapun yang dapat menggantikan silikon dalam penggunaan chip

Apa selanjutnya setelah kematian teknologi chpset.

Untuk mencapai 3 nm. Aku pikir masih lama jika mengacu pada skala perusahaan INTEL. Karena di intel masih berkutak pada ukuran 10 nm saat artikel ini ditulis pada tahun 2023. Bahkan perusahaan lain yang memproduksi chip ukuran 22 nm juga masih laku kok, banyak peminatnya. Terutama untuk kalangan penggunaan teknologi kualitas rendah. Seperti alat alat rumah tangga, pertukangan, otomotif, dll sebagainya.

Bagi penggunaan smartphone dengan chip 3 nm. Saya rasa juga sudah powerfull. Mulai dari layar, suara, sinyal telekomunikasi, ketahanan untuk bermain game, dll sebagainya sudah lebih baik, cukup dan aman untuk umat manusia. Tidak perlu lagi orang orang berhasrat ingin mencapai hingga ukuran chip 2 nm, karena malah dapat memicu bahaya peledakan fatal yang dimana api ledakannya sanggup membakar seseorang hingga meninggal dunia.

3 nm menandakan kematian ilmu pengetahuan di bidang teknologi chipset. 

Pada masa masa mendatang, aku pikir manusia hanya mentok disitu (3nm) atau flat untuk selamanya di bidang chipset. Sehingga tidak ada lagi inovasi dari perusahaan smartphone, perusahaan laptop, perusahaan data center untuk menciptakan varian teknologi yang lebih mutakhir. 

Teknologi chipset harus memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kemajuan dunia. Lebih baik menggunakan teknologi secukupnya saja tetapi lebih aman ketimbang menciptakan teknologi yang lebih cepat, lebih canggih dan lebih mutakhir tetapi berakhir dengan ledakan.

Namun bukan berarti hanya berhenti disini saja. Umat manusia tentu saja tetap bakalan lanjut lagi ke generasi teknologi baru lain untuk melawan penghentian atau pembatasan dari akhir ilmu pengetahuan chipset yaitu menuju era komputer quantum dan blockchain yang ditingkatkan. 

Namun pertanyaan selanjutnya lagi yang memusingkan saya adalah berapa ukuran batas akhir qubit dari komputer quantum. Untuk menjawab hal ini, saya belum tahu. Tetapi perusahaan IBM mengklaim hendak membangun 1.000.000 qubit. 

Sementara itu. Perusahaan Alfhabet ( induk Google ) mengklaim membangun prossesor sycamore untuk menghasilkan supremasi komputer quantum yang lebih canggih dan cepat.

Jawab singkat saya, komputer quantum juga ada batasnya. Pada masa depan juga ilmu quantum bakal berakhir pada titik kematian yang tidak dapat lagi ditingkatkan. Tetapi untuk pengembangan komputer quantum masih lama hingga berdekade dekade lagi atau hingga tahun 2050. Walaupun quantum sudah hadir saat ini namun qubitnya masih kecil. 

Jadi untuk hal ini ( komputer quantum ) aku benar benar ngga tahu. Masih sedang mencari tahu. 

Hanya saja aku pikir toleransi quantum seharusnya cukup dibawah 1.000 qubit saja untuk meminimalkan tingkat kesalahan hingga 0,1%. 

Jika komputer quantum terlalu banyak qubit hingga 1.000.000 juta juga dapat menimbulkan kebisingan parah, kesalahan perhitungan yang makin banyak dan memicu efek ledakan api ya. 

Sedangkan komputer quantum dengan jumlah qubit 1.000 tidak terlalu menghasilkan efek ledakan. Hal ini menyebabkan sesungguhnya sulit untuk mengoptimalkan komputer quantum yang memiliki 1.000.000 juta qubit. Karena kontrol dan sistemnya harus lebih canggih yang artinya makin mahal. 

Masalah baru muncul lagi. Yaitu bahwa jika hanya menggunakan 1000 qubit saja pada komputer quantum. Apalah artinya supremasi komputer quantum. Menandakan bahwa artinya adalah manusia tidak dapat menemukan obat untuk menyembuhkan kanker stadium 3 atau stadium 4. Manusia tidak dapat menemukan obat diabetes, obat hipertensi, obat stroke dan obat mujarab lainnya. Manusia juga tidak dapat menemukan material baru yang lebih canggih dan manusia tidak dapat mengungkap semesta alam sehingga selamanya hanya menjadi misteri. 

Akibatnya di masa depan kehidupan manusia yang mendatang hanya gini gini aja, ngga ada lagi perubahan radikal yang mencolok dari segi teknologi dan ilmu pengetahuan. Walaupun ada perubahaan tapi dampaknya nanti cuma sedikit. Condong ke arah efesiensi teknologi dan persaingan antar perusahaan semikonduktor. Entah itu dalam bentuk merger, akuisisi maupun perang dagang antar negara untuk meningkatkan nilai value company chipset. Sehingga jumlah perusahaan industri chip semakin sedikit, hanya dapat dihitung oleh 1 tangan.   

Jadi, pembatas dari semua ilmu pengetahuan semikonduktor dan teknologi komputer quantum adalah ledakan. 

Kuasa ledakan menghentikan seluruh ilmu pengetahuan chipset yang menghasilkan efek pembatas.

Ledakan adalah solusi keajaiban alam untuk menghentikan keinginan hasrat hawa nafsu manusia yang berlebihan dari sifat orang orang yang tidak pernah terpuaskan mengejar ilmu pengetahuan padahal pada akhirnya ilmu pengetahuan ada batas titik akhirnya. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.