Langsung ke konten utama

Mengapa program pendidikan S2 dan S3 di seluruh dunia dipastikan terhapus dan ditutup seluruhnya di masa depan [ sekolah tertinggi cukup sampai strata S1 saja ] ( ketika artificial super intelligence lebih pintar dari professor doktor ) ( 2023 )

Kisah sedih di hari minggu, pada tahun 2023 sebanyak 32 jurusan program magister S2 dan S3 di Amerika Serikat telah di putuskan untuk di tutup dengan alasan anggaran APBN negara AS tidak lagi mencukupi untuk membiayai dosen, rektor dan tenaga staff lainnya.  

Program S2 yang ditutup meliputi ilmu manajemen, ilmu hukum, ilmu administrasi, ilmu agrikultur, ilmu lingkungan, ilmu agribisnis, dll sebagainya. Tak hanya S2, program S3 juga di tutup karena sepi peminat karena dengan alasan para pendaftar mempertanyakan kelayakan kalau sudah lulus nanti apakah dapat pekerjaan...? 

Wabah penutupan program S2 dan S3. 

Saya percaya perlahan lahan bakal mulai menjalar di seluruh dunia. Dimana satu per satu bakal ditutup karena uangnya udah habis dihambur hambur di industri pendidikan.

Banyak orang orang mulai mempertanyakan kontribusi universitas di dalam program tersebut. 

Untuk menempuh penyelesaian S1, seorang mahasiswa/i membutuhkan waktu paling lama rata rata 5 tahun.

Untuk menempuh penyelesaian S2, seorang mahasiswa/i membutuhkan waktu paling lama rata rata 2 tahun.  

Untuk menempuh penyelesaian S3, seorang mahasiswa/i membutuhkan waktu paling lama rata rata 3 tahun.  

Selama berdekade dekade, universitas telah menjadi penyelenggara vital untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang terintegrasi dengan kebijakan masing masing pemerintah mengingat mayoritas universitas dimiliki oleh pemerintah. Dimana program studi pendidikan tersebut untuk membentuk karakter generasi baru yang cerdas, beraklak, jujur, bertanggung jawab, mulia dan berdaya saing yang tinggi dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, lingkungan dan kenegaraan. 

Tetapi di abad modern. Universitas mulai dihadapi oleh fakta dilema yang justru mengoreskan luka ekonomi ke masyarakat sebagai beban penderitaan anggaran APBN negara dalam jumlah porsi persentase yang begitu besar tapi dampak hasilnya minim karena sulit diukur. Dimana para lulusannya juga mulai banyak diragukan perannya secara signifikan di kehidupan sehari hari.

Lalu apa sebenarnya manfaat S2 & S3 jika cuma ngabisin APBN saja setiap tahunnya, terbakar di dalam pikiran yang kosong tak berarti.  

Ini terbukti dengan mulai maraknya program pendidikan yang ditutup terutama dari strata S2 & S3 nampak terus menerus sepi peminat dan tekanan belajar yang ditekankan semakin pedas kepada mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan dan durasi waktu jam belajar semakin panjang dari pagi hingga sore hari yang menimbulkan kelelahan akut secara kritis pada mental dan kejiwaan seorang peserta didik. 

Belajar yang seharusnya menyenangkan dan mengasikkan. Berubah menjadi wadah pendidikan yang menyerupai semacam alat pembudak, ketegangan, penderitaan dan penyiksaan bathin bagi banyak umat manusia menjadi stress.

Selain itu, tekanan belajar yang dirasakan juga bersifat material ekonomi. Sehingga tak ayal banyak pula mahasiswa/i dari kalangan S2 & S3 harus berutang pinjol untuk membiayai kuliah mereka masing masing. Disisi lain seperti pembahasan diatas, anggaran APBN untuk mengaji atau membiayai dosen, rektor dan tenaga staff lainnya sudah perlahan lahan terkuras makin menipis.

Jadi pertanyaannya adalah apakah S2 dan S3 di perlukan....? 

Jika dilihat dari kondisi dan situasi ini maka di masa depan tentu tidak dapat lagi dipertahankan karena alam semesta tidak mendukung. 

Lalu jika S2 dan S3 dihapus. 

Lalu bagaimana dengan perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.

Orang orang yang melakukan inovasi tentu tetap ada sehingga kemajuan zaman tetap bergerak maju.

Hanya saja program pendidikan S2 & S3 sudah tidak lagi relevan untuk abad modern nanti, itu sudah cukup dihandle oleh para lulusan dari orang orang dengan gelar S1 saja. Mirip seperti teknologi jadul yang harus diganti dengan teknologi baru.

Dimana para lulusan S1 yang berbakat, cerdas dan terampil dapat meneliti, menghitung, mengkalkulasi dan bekerjasama dengan ASI ( artificial super inteligence ) dalam memecahkan masalah kompleks di bidang ilmu pengetahuan yang komprehensif layaknya seperti profesor doktor. 

Jadi tidak diperlukan lagi gelar master maupun professor doktor. Karena itu tidak penting lagi. 

Yang dibutuhkan di masa depan hanya sedikit bumbu keterampilan dari lulusan S1 yang bekerjama dibantu oleh ASI. 

Karena tugas professor doktor dimasa depan dapat bekerjasama dilakukan bersama dengan ASI. 

Anda bertanya maka ASI yang menjawab. 

ASI adalah sejenis komputer kecerdasan buatan super yang yang memiliki kecerdasan AI jauh melampaui pikiran manusia yang paling cerdas dan paling berbakat sekalipun. ASI lebih canggih daripada AI yang ada saat artikel ini ditulis. 

Saya percaya bahwa dimasa depan S2 dan S3 memang tidak dibutuhkan lagi. Karena S2 & S3 sudah tidak penting dan tidak lagi relevan di era AI.  

Anak anak didik cukup sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan S1 sebagai pendidikan yang terakhir.

S2 & S3 IS THE END. 

Sebagai penggantinya ASI segera datang untuk mengganti ketidakefesienan dunia pendidikan. 

Di masa depan, tidak ada lagi gelar professor.

Di masa depan, tiada ada lagi gelar doktor.

Yang ada adalah gelar menjadi guru dalam hidup mereka sendiri.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.