Langsung ke konten utama

RaiderX, helikopter serang masa depan Amerika Serikat pengganti Apache yang sudah mulai tua dan mengapa RaiderX harus tetap berawak bukan dari varian drone otonom ( 2023 )

Beberapa pengamat militer Amerika Serikat mengatakan bahwa AS sudah punya drone reaper dan helikopter Apache yang tangguh. 

Namun kenapa AS harus terus melakukan pembaharuan investasi teknologi persenjataan next generasi berikutnya ke varian RaiderX.  

Kenapa AS tidak mengandalkan drone reaper saja yang tak berawak ketimbang harus membangun lagi helikopter berawak jenis baru yang malah mengancam nyawa tentara manusia ke dalam bahaya. 

Ini merupakan sebuah pertanyaan dan teka teki misterius yang telah dijawab oleh Lockheed Martin selaku pencipta helikopter RaiderX. 

Pihak perusahaan Lockheed Martin mengklaim bahwa Amerika Serikat harus terus berinvestasi ke jenis helikopter terbaru dengan alasan musuh juga berinvestasi memperbaharui senjatanya dari hari ke hari ke tingkat level yang lebih tinggi. Sehingga untuk menghadapi musuh yang kuat seperti Rusia dan China. Mengandalkan helikopter Apache sudah tidak dapat lagi diandalkan untuk melawan sistem pertahanan udara yang canggih. 

Pertanyaan kedua yaitu tentang penggunaan drone otonom di medan pertempuran. 

Drone seperti Reaper tetap digunakan tetapi tidak dapat berdiri sendiri harus ada helikopter berawak sebagai pendamping dan pendukung. Kelemahan lain dari penggunaan drone tempur yaitu dari segi keamanan cyber security. Jika sebuah negara memiliki tingkat cyber yang rendah. Maka drone reaper menjadi tidak berguna sama sekali karena alutsista mahal ini justru dapat dijatuhkan oleh musuh menggunakan serangan weapon elektronik tak kasat mata. Selain itu biaya pengamanan cyber untuk operasional drone reaper tidaklah mudah, tidaklah murah, kompleks dan rumit. Membutuhkan banyak biaya infrastruktur dan perangkat jaringan keamanan cyber yang tidak banyak orang tahu.

Sedangkan helikopter RaiderX, agak kebal dari serangan cyber karena memang helikopter ini minim perangkat cyber dan tidak butuh banyak biaya cyber. Hasilnya dari segi maintenance biaya sesungguhnya menjadi murah. 

RaiderX operasional tempurnya hanya mengandalkan naluri pilot yang dimana otak manusia dari kru tentara tersebut tidak bisa disadap oleh virus komputer, otak pilot manusia cuma bisa disusupi oleh virus Corona Covid-19 saja. 

Sedangkan drone reaper pada beberapa sisi dapat menggunakan algoritma komputer dan kecerdasan buatan AI. Tetapi untuk saat ini, AI juga punya kelemahan karena tidak bisa mengalahkan naluri pilot manusia yang punya karakter otak dan punya sifat tempurnya masing masing yang sulit dipahami oleh AI.  


RaiderX, helikopter serang masa depan Amerika Serikat AS pengganti Apache

Pada tahun 2020. 

Pihak pemerintahan Amerika Serikat mengklaim memiliki dan mengoperasikan sebanyak 700 unit helikopter Apache yang berdinas di dalam jajaran kemiliteran AS.  

Dalam program bertajuk FARA ( future attack reconnaissance aircraft ). Perusahaan Lockheed martin telah memperkenalkan RaiderX di pameran association of the United States Army AUSA yang ditujukan untuk kelak mengganti helikopter Apache di masa depan. 

Pada dasarnya, RaiderX memiliki kemampuan diatas Apache. 

Ini terlihat dari kecepatan yang ditingkatkan. Jika Apache hanya memiliki kecepatan 293 km/jam maka RaiderX dapat melaju lebih kencang hingga 460 km/jam. 

2 bilang rotor pada RaiderX yang nampaknya terinspirasi dari helikopter Alligator Rusia. Mampu meningkatkan daya manuver RaiderX lebih tinggi, lebih gesit dan lebih lincah. Sehingga cocok sebagai platform pengintai di antara rimbunan pepohonan dan sebagai penyerang ketinggian rendah untuk menghindari sistem pertahanan udara musuh. 

Selain itu jarak tempuh terbang RaiderX lebih jauh dibandingkan Apache. Tetapi tidak mengurangi biaya operasional menjadi mahal. 

Jadi pemerintah AS tentu berpikir ribuan kali tentang RaiderX buatan perusahaan swasta Lockheed Martin tersebut. 

Mengingat siapa sih yang tidak ingin punya alutsista RaiderX yang mampu terbang lebih cepat, terbang lebih jauh, terbang lebih gesit tapi biaya budget operasional dan maintenisnya lebih murah ketimbang Apache. 

Apache sudah tua.

RaiderX masih awet muda dan kinclong. 


Jay macklin dari Lockheed Martin AS mengatakan : 

RaiderX is a complete weapon system. It provides significant reach, survivability and lethality much more than exists with today’s enduring fleet. RAIDER X will be plugged into the network as a key part of the combined arms force, enabling the ground commander to see and shape the battlefield. Sahutnya. 


RaiderX dipiloti oleh 2 pilot tentara dengan bekal persenjataan 1 unit senapan mesin dan penyimpanan rudal tersembunyi secara internal berupa :

6 unit rudal hellfire

dan, 4 unit drone kamikaze switchblade

Mesin RaiderX menggunakan mesin T901 buatan perusahaan General Electric yang berbahan bakar minyak AVTUR ( non-subsidi ). Sedangkan rudal Hellfire berbahan bakar minyak goreng api neraka.


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Related Post