Lompat ke konten Lompat ke footer

Diary Agustus 2023

Saya kembali menulis tentang diary hasil bulan Agustus 2023

Tulisan ini saya tulis sebagai pedoman bagi saya untuk mencari kelemahan dan kelebihan setiap strategi untuk menjadi lebih baik lagi.

Siapa tahu bermanfaat bagi pembaca ya. 


Beli motor baru scoopy warna green untuk usaha dan kerja peternakan ayam. 

Pada tahun depan, umur motor Yamaha di rumah aku mencapai usia 22 tahun. 

Motor tua tersebut udah ngga sekuat dan ngga sekencang dulu lagi. Jika motor ini membawa beban yang berat, maka motor menjadi melambat, sering mogok dan tiap beberapa bulan selalu rusak. 

Setiap 4 - 5 bulan, motor selalu rusak. Sehingga perlu dibawa ke bengkel atau tukang servis motor yang menghabiskan biaya sekitar rata rata Rp 300.000 ribu - Rp 400.000 ribu rupiah sekali perbaikan. 

Jika motor sudah baik, maka beberapa bulan lagi, rusak lagi, rusak lagi, rusak lagi. 

Belum lagi mesti bayar pajak. 

Oleh sebab itu, kami sekeluarga memutuskan membeli motor baru dari merk scoopy warna green. 

Kalau aku sih terserah aja warnanya, tapi warga green menjadi pilihan adik bungsuku. 

Sedangkan jenis merk kenapa dipilih model scoopy. Karena aku pikir ini cocok untuk membawa karung ampas tahu, karung pakan hingga 2 dan galon aqua hingga 2. Dan model scoopy memang cocok untuk aku gunakan sebagai pekerjaan bisnis peternakan ayam saya. 

Memang ada juga merk jenis lainnya, tapi aku tolak karena motornya terlalu berat. Karena aku ngga pernah juga membawa motor keluar kota. Paling cocok scoopy untuk penggunaan hanya diarea perkotaan sekitar Palangkaraya. 

Sedangkan motor Yamaha yang tua masih ada di rumah. Tapi baru kemaren rasanya diperbaiki, eh rusak lagi. Macam macam aja deh rusaknya. Masalah A, masalah B, masalah C, pada akhirnya banyak komponen yang harus diganti ganti karena kerusakan akibat tua. 


Salah satu keluarga meninggal dunia di usia 74 tahun karena sakit.  

Kakak dari papah saya, meninggal dunia karena sakit yang sudah beliau derita selama hampir kurang lebih 5 tahun belakangan ini. 

Ketika saya berada dirumah mereka, saya perhatiin suaminya sedih banget dan raut wajahnya seperti tidak mau menerima kehilangan istri tercintanya yang berusia 74 tahun. 

Saya ingat waktu itu.

Suaminya ini memang memiliki perjuangan besar untuk merawat istrinya yang sakit. Termasuk juga anaknya yang bernama owak dan oceng. Suaminya sering datang ke rumah aku tanpa mengetok rumahku demi dan hanya untuk mendapatkan dan mencari tanaman ramu ramuan penyembuh penyakit, seperti meminta batang ranting pepaya yang pahit dan anaknya membeli telur ayam kampung segar dari kandang ayam saya untuk diberikan kepada ibunya yang sakit. 

Anaknya owak dan oceng ini juga mengantarkan ibunya ke luar kota menuju Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan dari rumah sakit ternama di Kalimantan. 

Tapi Tuhan Yesus berhendak lain. 

Kepulangannya ke rumah Bapa yang disorga adalah kehendak Tuhan. Sekalipun suami dan anak anaknya berusaha sekuat mungkin untuk merawat istri dan orangtuanya. 

Selamat berpulang tanteku. Damai sejahtera di sorga. 

Menanam tanaman langka : kemuning


Teman mamahku memberikan sebuah tanaman langka, mahal dan eksotis : Kemuning. 

Bergegas saya kemudian memindahkannya dekat jendela kamar. 

Tanaman ini harum banget dan bunganya segar semerbak di pagi hari. 

Kupu kupu senang menari nari mengintari bunga kemuning. 

Akarnya juga harum. 

Ketika bunganya memasuki usia mekar, maka memunculkan rasa seperti aroma terapi wangi wangian masuk hingga ke kamar saya. Sehingga bikin ruangan jadi harum dan menyegarkan tubuh bagi yang mencium bunganya.  

Di Indonesia. 

Konon katanya. Tanaman kemuning termasuk pohon langka. 

Jadi, saya beruntung menjadi salah satu pemilik tanaman langka ini ;-)

Semakin harumnya parfum bunga ini, kadang kadang saya petik bunganya lalu masukin cucuk ke 2 lubang hidung.

Segar banget deh wanginya. Seolah olah saya juga ikut terbuai menjadi seekor kupu kupu yang sedang menari nari menghampiri bunga tanaman kemuning. 

Menanam tanaman belimbing


Gara gara mipen belimbing punya adikku yang ternyata sering berbuah banyak. 

Akhirnya aku memutuskan membeli tanaman belimbing seharga Rp 45.000 ribu. 

Waktu beli aku udah tanya ke mas penjualnya apakah ini belimbing unggul. 

Dia bilang. Ini belimbing unggul. 

Lalu bergegas saya membelinya, semoga aja 100% asli belimbing unggul. Karena di rumah adikku memang belimbing unggul yang berbuah banyak itu. 

Dulu tetangga kami, bapak Ape punya pohon belimbing. Tapi bukan tanaman belimbing dari bibit unggul, buahnya sedikit, pohonnya jelek banyak hama dan berbuah cuma sekali 1 tahun. Wkwkwkwk...., 

Tapi pas ngelihat adikku punya tanaman belimbing unggul yang setiap 3 - 4 bulan suka berbuah banyak.

Akhirnya aku mipen menanam tanaman belimbing. he he..., 

3 pohon rambutan unggul di rumahku terus menerus berbuah. 


Puji Tuhan Yesus. 

Pada akhirnya setelah menunggu dagdigdug apakah ini rambutan unggul atau rambutan palsu. 

Terjawab sudah setelah hampir 3 tahun aku menunggu sejak tanaman ini masih kecil. 

Rambutan di rumah aku kini berbuah setiap 3-4 bulan sekali. Buahnya banyak, rasanya manis, bijinya juga bisa langsung dimakan dan tentu saja 100% bibit rambutan unggul.  

Terima kasih juga kepada penjual tanaman rambutan ini yang sudah jujur dan tidak berbohong telah menjual bibit rambutan 100% unggul kepada keluarga kami. 

Menghentikan ambisi rencana ingin memelihara 1.000 ekor ayam kampung menjadi 500 ayam kampung saja. 


Setelah dipikir pikir ulang. 

Saya akhirnya memutuskan untuk menghentikan rencana ambisi untuk berkeinginan memiliki 1.000 populasi ayam kampung dengan beberapa alasan yang belum sempat terpikirkan waktu itu. 

Alasan utama yaitu pada saat ini saya telah memelihara sekitar 100 ekor ayam kampung. 

Dan nampak mulai terasa ada perbedaan signifikan antara memelihara ayam 10 ekor, 20 ekor dan 100 ekor. Terutama dari segi penggunaan memakan banyak waktu dan pekerjaan menjadi tambah semakin berat. 

Dulu membersihkan kandang mengumpulkan kotoran ayam cuma 1 kali 1 minggu. Sekarang karena sudah memiliki 100 ekor menjadi 1 kali 4 hari. 

Dulu memberi makan ayam cuma pakai pakan sedikit, sekarang pakai pakan yang lebih banyak dan terasa lebih berat. 

Bayangkan jika aku memelihara 1.000 ekor maka waktu yang digunakan makin banyak dan tambah berat. 

Jadi karena alasan berat, letih dan beban cape yang dipikul makin terasa memberatkan. Akhirnya aku memutuskan untuk stop berhasrat keinginan memiliki 1.000 populasi ayam kampung. Jujur saja, sepertinya aku ( Afrid Fransisco ) memang tidak sanggup, tidak tahan dan tidak kuat memelihara 1.000 ekor ayam. Salut buat orang orang yang sanggup memelihara 1.000 populasi ayam kampung. 

Rencana kali ini jadi berubah menjadi 500 ekor ayam saja. Dengan harapan menjual antara 50 ekor.

Di kota Palangkaraya. Harga 1 kg ayam kampung di pasaran dan toko sembako berkisar di harga Rp 70.000 ribu. Jika dijual dari kalangan peternak untuk para pengepul. Maka 1 kg ayam kampung dihargai sebesar Rp 40.000 ribu rupiah per 1 kg.  

Jika saya setiap bulan berhasil menjual antara 50 ekor maka menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 2.000.000 juta rupiah per bulan. 

Maka menurutku. Itu lumayan dan patut disyukuri.

Dikurangi biaya pakan sebesar 1 karung BR per bulan ( @Rp 465.000 ribu rupiah. Belum termasuk obat, suplemen dan listrik mesin tetas ). [ NB : Biaya operasional untuk 100 ekor ayam perbulan ].

Tapi konon katanya, di kota Palangkaraya ada pengepul baik hati yang menghargai 1 kg ayam kampung dari kalangan peternak = Rp 60.000 ribu rupiah. Artinya mereka cuma mengambil cuan keuntungan sedikit saja hanya Rp 10.000 per 1 kg. Nah, jika benar demikian, saya juga tertarik, bersemangat dan tergiur untuk bekerjasama.

Maka 

Jika saya setiap bulan berhasil menjual antara 50 ekor maka menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 3.000.000 juta rupiah per bulan. 

Bandingkan jika mereka para pengepul hanya menjual Rp 40.000 per 1 kg. Tentu saja saya jadi lemas dan tidak bersemangat beternak ayam. 

Masalahnya, peternakanku saat ini masih belum mencapai 500 ekor ayam kampung dan masih lama menunggu untuk masuk ke standar bisnis tersebut. Paling ngga setidaknya ada sedikit roadmap yang dapat di idamkan walaupun rencana ini belum terealisasikan. 

ROADMAP PETERNAKAN AYAM AFRID FRANSISCO

Rencana tahun 2024 yaitu semoga populasi ayam meningkat menjadi 200 ekor. 

Rencana tahun 2025 yaitu semoga populasi ayam meningkat menjadi 300 ekor. 

Rencana tahun 2026 yaitu semoga populasi ayam meningkat menjadi 400 ekor. 

Rencana tahun 2027 yaitu semoga populasi ayam meningkat menjadi 500 ekor. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.