Langsung ke konten utama

India beli 6 unit pesawat drone militer tanpa awak Israel Hermes seharga $ 180 juta dolar atau sekitar Rp 2,7 triliun rupiah ( 2023 )


Sebelumnya, India telah membeli beberapa unit pesawat drone buatan Israel. 

Puas terhadap kinerja hasil ploduk ploduk buatan Yahudi tersebut.

India terus menerus mau mau lagi beli drone dari Israel alias BM ( banyak maunya ). 

India benar benar menyukai produk buatan Israel. 

Negeri Amitabh bachchan tersebut kini borong 6 unit tambahan pesawat drone dari model Hermes buatan perusahaan Elbit Systems di tahun 2023 seperti yang dilansir dari halaman situs resmi Theweek.in dan Thehindu.com asal India. 

Meskipun pejabat India tersebut menolak untuk membagikan berapa jumlah harga drone Hermes yang dibeli India. Tetapi pengamat militer memperkirakan nilainya sebesar $ 180.000.000 juta dolar atau sekitar kira kira Rp 465.000.000.000 miliar per unit. Itu sudah termasuk infrastruktur darat atau jika keseluruhan ditotal sekitar Rp 2,7 triliun rupiah.  

Pejabat India mengatakan : 

'Kami sudah mendapatkan Heron Mk 2 yang mengaktifkan satcom. Hermes starliner juga mendukung satcom. Selain itu, Heron Mk 1 yang sudah kami gunakan selama beberapa tahun yang lalu sekarang sudah ditingkatkan ke versi satcom. Sahutnya. 

Sedangkan pihak Elbit System asal Israel berusaha untuk bersikap santuy dan hati hati atas pembelian drone ini, agar pembeliaan drone tambahan dari India berjalan mulus tanpa hambatan dan tidak terlalu menimbulkan kepanikan, kegusaran dan kehebohan kepada partai komunis Tiongkok China supaya dapat menyeimbangkan hubungan bilateral antar negara.  

Pihak Israel juga tidak ingin mengambil keputusan berbahaya tambahan yang malah dapat memanaskan situasi di Asia sehingga menyeret negara Yahudi tersebut ke konflik perang India VS China. 

Seperti yang diketahui. India membeli drone buatan Israel sebelumnya guna bertujuan untuk melakukan patroli, pengawasan, pengintaian dan pengumpulan intelijen di perbatasan darat dan lautan yang berbatasan dengan wilayah China yang disengketakan.  


Pejabat India dari staff pertahanan India, Anil chauhan mengklaim bahwa ini dapat meningkatkan pengawasan, kemampuan serangan dan pengganda kekuatan yang kuat dalam operasi militer di berbagai medan di negara kami. Klaimnya. 

Perlu diketahui. Bahwa India juga pernah berniat membeli 31 unit drone Reaper buatan Amerika Serikat dengan rincian harga miliaran dolar. Tetapi sejauh ini masih sebatas studi yang belum menjadi kenyataan. Bahkan India membantah pernah membeli drone buatan AS tersebut. Alih alih, India malah membeli pesawat drone buatan Israel. 

Tentu saja pihak India sudah melewati studi kelayakan internal, perbandingan, mutu kualitas dan penelitian komprehensif secara mendalam untuk mengetahui apakah membeli pesawat drone dari negara AS dan Israel dapat memberikan manfaat atau tidak. 

Hingga akhirnya India memutuskan untuk menggunakan dan membeli pesawat drone Israel tersebut.

Salah satu kriteria yang dianggap penting adalah tingkat keamanan yang dimiliki pesawat drone. 

Pihak India juga mempertimbangkan kebijaksanaan investasi ekonomi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Drone hermes memiliki kecepatan 220 km/jam dengan daya tahan terbang 36 jam secara terus menerus sekali isi bahan bakar. Ini ditenagai oleh mesin rotax.

Panjang drone adalah 8 meter, lebar 15 meter dan berat 1,1 ton.

Hermes mampu membawa beban payload meliputi sensor dan perangkat electronic lainnya. 

Membawa 4 unit rudal seperti dari jenis Hellfire atau 4 rudal lainnya dari jenis Spike nlos atau dari jenis rudal lainnya dapat dengan mudah dibawa oleh drone Hermes. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU