Langsung ke konten utama

Pejabat AS Jamaal bowman dari partai Demokrat menyerukan Amerika Serikat menerima 1.000.000 juta pengungsi dari Gaza Palestina untuk tinggal menetap selamanya di AS ( 2023 )

Foto : Jamaal bowman 

Perang yang terjadi antara Israel VS Palestina dimulai pada 7 Oktober 2023. 

Itu membuat pemerintah Zionis Israel pada akhirnya melancarkan serangan darat yang belum pernah terjadi sebelumnya ke jalur Gaza di abad modern ini. 

Saat artikel ini ditulis kepada anda. 

Peperangan telah menyebabkan lebih dari 10.500 ribu korban meninggal dunia dari pihak Palestina. Intelijen AS memperkirakan bahwa sesungguhnya angka dapat lebih tinggi lagi dari hasil data saat ini yang ada.

Sejauh ini, belum ada tanda tanda penyelesaian konflik dan solusi. Sehingga membuat sebanyak 2.300.000 juta rakyat penduduk Gaza terkatung katung dalam kenestapaan dan kesedihan.

IDF atau tentara Israel Defense Force terus menerus melancarkan serangan yang mengakibatkan banyak kerusakan serius pada infrastruktur Gaza sehingga kota itu tidak dapat lagi layak sebagai tempat tinggal yang ideal. Bahkan jika diperbaiki butuh biaya besar dan waktu pemulihan bertahun tahun. 

Karena serangan Israel IDF kali ini nampak berbeda dengan misi operasi protective edge sebelumnya. 

Pejabat AS Jamaal bowman dari partai Demokrat menyerukan Amerika Serikat menerima 1.000.000 juta pengungsi dari Gaza Palestina untuk tinggal menetap selamanya di AS ( 2023 )

Kemarahan IDF dan pemerintah Israel yang dipimpin oleh Benjamin netanyahu telah marah besar atas kematian 1.400 warga sipilnya, kematian terhadap 180 tentara & polisi IDF yang berjaga jaga diperbatasan saat kejadian berlangsung dan kasus penculikan 220 orang oleh terorist Hamas.

Benjamin netanyahu kemudian memerintahkan serangan darat ke Gaza. 

Satu hal yang pasti. 2.300.000 juta orang orang di Gaza sedang sekarat. 

Sedangkan di Amerika Serikat. 

Terdapat perselisihan antara partai Demokrat dan partai Republik. Bagaimana cara solusi untuk mengatasi krisis peperangan di Gaza. Karena saat artikel ini ditulis kepada anda. Israel menolak melakukan gencatan senjata melainkan berambisi untuk menghabisi seluruh anggota partai Hamas yang menguasai Gaza.

Anggota partai Demokrat menginginkan solusi mengatasi pemecahan masalah kemanusiaan warga sipil ini dengan cara pemerintah Amerika Serikat dapat membuka, memperbolehkan, menampung dan menerima 1.000.000 juta pengungsi Palestina untuk tinggal dan menjadi warga kewarganegaraan AS. 

Sambil berhati hati memilih orang yang tepat ( non-hamas ).

Sama seperti kasus kejadian antara peperangan Rusia VS Ukraina. Dimana Amerika Serikat dengan murah hati mau menerima 300.000 ribu penduduk sipil Ukraina menjadi kewarganegaraan AS. 

Sedangkan sisa pengungsi Gaza lainnya sebanyak 1.300.000 juta orang dapat ditampung dibagi bagi ke negara lain yang berminat. Seperti Turki, Qatar, Malaysia, Arab Saudi, Maroko, Aljazair, Tajikistan, Tunisia, Uni Emirat Arab, dll. 

Mayoritas keanggotaan dari partai Republik lalu merespon hal ini. 

Pejabat AS bernama Ron desantis dari partai Republik mengklaim bahwa semua warga sipil orang orang Palestina adalah terorist. Jadi dengan lantang beliau menolak semua pengungsi Gaza untuk menetap di AS. 

Pejabat Tom Tiffany dari partai Republik bahkan memperkenalkan undang undang yang disebut UU GAZA dengan isi 'Melarang penerimaan 0 agresor'. Memblokir orang orang jahat berpaspor Palestina memasuki negara kita. 

Pejabat Matt gaetz dari partai Republik mengatakan di akun Twitter X  : 

Tidak boleh ada pengungsi Gaza di Amerika Serikat. Sahutnya. 

Pejabat Andy biggs dari partai Republik mengklaim : 

Partai Demokrat mau menerima 1.000.000 juta pengungsi Palestina. Itu tidak masuk akal. 

Klaimnya. 

Desantis pejabat AS dari partai Republik mengklaim bahwa aku tidak tahu nanti apa kebijakan yang bakal ditempuh oleh Joe Biden. Tapi aku mengatakan aku menolak pengungsi Gaza. 

Klaimnya. 

Jamaal bowman dari partai Demokrat mengatakan : 

Lima puluh persen populasi di Gaza adalah anak anak. Internasional dan Amerika Serikat harus siap menyambut pengungsi dari Palestina sambil sangat berhati hati dalam memeriksa agar tidak mengizinkan Hamas masuk. Sahutnya. 

Pejabat AS lainnya menambahkan bahwa perang yang terjadi di Palestina telah menyebabkan banyak kerugian pada warga sipil Gaza. Iran lah yang sesungguhnya harus dipersalahkan untuk bertanggung jawab terhadap perang ini yang melibatkan proksi Hamas menyerang Israel. Iran harus bertanggung jawab atas kematian dan kehancuran. 

Amerika Serikat adalah negara paling dermawan di dunia. Kami bahkan sanggup menampung seluruh pengungsi Gaza. 

Komentar dan argumentasi dari pejabat partai Demokrat ini kemudian dilawan oleh orang orang partai Republik yang menolak pengungsi Gaza. 

Karena melihat fakta dari sejarah yang ada di Israel. Bahwa organisasi partai terorist Hamas ini didukung pula oleh warga sipilnya sendiri sehingga berhasil memenangkan mayoritas pemilu legislatif dan bertumbuh subur di Gaza karena dukungan rakyatnya sendiri yang mencerminkan pola pemikiran ide terorist tersebut selaras dengan kepentingan rakyatnya. 

Anda memburu, mengeliminasi dan membunuh seluruh anggota Hamas sampai habis melalui peperangan sengit. 

Ok anggap saja anda berhasil. Tetapi lihat saja jika rakyat orang orang sipilnya yang pro-Hamas masih dibiarkan. Maka dalam waktu 3-4 tahun lagi maka Hamas yang hancur bakalan lahir kembali bibit bibit terorisme Hamas yang berakar dari rakyat sipilnya sendiri. 

Tidak ada cara bagaimana memisahkan Hamas dan rakyat yang pro-Hamas. Kecuali menolak seluruh rakyat sipil Palestina. Tidak ada cara untuk menghancurkan Hamas, jika rakyat pro-Hamas masih dibiarkan.

Ingat, ketika serangan 7 Oktober 2023. Selain melibatkan 2.000 terorist tentara Hamas. Ikut serta pula 10.000 rakyat sipil Palestina dalam aksi kriminal, pembunuhan dan penembakan tersebut. 

Partai Republik dengan tegas menolak 1.000.000 juta pengungsi Palestina.  

Sedangkan partai Demokrat malah condong ingin menerima 1.000.000 juta pengungsi Palestina. 

Karena pemerintahan Amerika Serikat saat ini dipimpin oleh Joe Biden dari Partai Demokrat. 

Maka ada kemungkinan Joe Biden memang benar benar dapat menerima 1.000.000 pengungsi Gaza dengan alasan demi meringankan beban rakyat sipil Palestina atas rasa demokrasi, toleransi, kebebasan dan kemanusiaan.

Tetapi sejauh ini, belum ada tanggapan dari white house dan belum ada tanggapan dari presiden Joe Biden. 

Jadi keputusan mutlak akhir hanya ada di tangan kebijakan presiden Joe Biden. Namun para pejabat Demokrat malah mendukung penyeruan AS menerima 1.000.000 pengungsi dari GAZA. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.