Langsung ke konten utama

Serangan phising dan penipuan cyber menggunakan panggilan telepon yang dilakukan oleh teknologi robot AI generatif secara otomatis ( 2023 )

Foto : Hello..., Saya AI. Ada yang bisa saya tipu....? 

Para penipu dan para pendusta saat ini di tahun 2023 telah menggunakan teknologi AI generatif untuk mengelabui, menipu dan memanipulasi informasi kepada target seseorang yang dituju secara random dan acak dalam trend skala besar ke seluruh penjuru dunia untuk menghasilkan uang dan membocorkan informasi sensitif dari calon yang kena tipu. 

Para penipu menargetkan secara acak menelpon satu per satu orang orang di seluruh dunia, bukan dengan langkah manual. Melainkan melalui sistem panggilan otomatis tanpa melibatkan manusia melainkan via artificial intelligence AI. Sehingga penipu mampu menghasilkan uang lebih cepat, lebih banyak dengan kerja yang minim dan tentu saja serba automatic. 

Serangan AI ini nampak lebih pintar ketimbang manusia dan mampu berperilaku mirip seperti seolah olah memang berasal dari logat manusia yang bisa merayu, marah, menekan, mengancam, mengyakinkan dan mengubah nada bicaranya dari lembut menjadi kasar. Padahal itu bukan manusia. 

AI dapat pula meniru suara sama persis seperti suara John Lennon, suara artis Judika, suara Agnes monica, bahkan hingga meniru suara Hotman paris hutapea yang terkenal galak. 

Interaksi antara AI kepada calon pelanggan yang ditipu dapat benar benar mirip seperti bagaimana manusia berbicara pada umumnya. Karena AI dilengkapi alat analisis respon mandiri yang serba otomatis di dalam database miliknya dengan kecepatan tinggi untuk berkomunikasi kepada orang lain. 

Jika seseorang ditelpon oleh AI penipu. Target utama AI meliputi usaha pembocoran identitas digital. Seperti meminta data sensitif, meminta kata sandi password, meminta data kartu kredit dan AI juga meminta seseorang untuk mentransferkan sejumlah uang dalam bentuk fiat maupun cryptocurrency ke alamat rekening virtual yang dituju yang teraffiliasi ke jaringan penipuan. 

Penggunaan AI otomatisasi bertindak dengan mencari target seseorang yang mudah ditipu. Jika AI merasa orang itu mudah ditipu, maka AI dapat terus menindak lanjuti orang tersebut dengan mengubah nada bicaranya menjadi lebih tegas dan mengancam hingga orang yang ditipu mau menstransfer uang, memberikan password atau meminta membayar tunggakan uang pinjol. 

Namun, jika di dalam panggilan telpon AI merasa orang itu sulit ditipu, maka AI dengan cepat menutup telpon. Dan kemudian mengganti sasaran kepada nomor telepon yang lain. Ini hanya bersifat acak dan probabilitas statistik saja. Tetapi dari sekian jumlah panggilan yang dituju dalam skala besar tetap akan ada orang yang mudah di tipu oleh AI. 

Serangan phising dan penipuan AI

Intersepsi serangan kriminalitas yang menggunakan AI mengincar ke berbagai negara di seluruh dunia.

Ini bukan berarti penyerang atau pelaku penipu berasal dari bahasa yang sama. 

Penipu dapat berasal dari negara A. Tetapi aktivitas phising berlaku ke seluruh dunia secara global menggunakan translate otomatis multibahasa dan logat orang orang yang telah dilokalkan oleh AI. 

Sehingga hampir tidak ada cara bagi kepolisian untuk menangkap pelaku atau memenjarakan AI ke penjara. Karena AI seringkali berada dalam yuridis hukum negara lain yang berlaku. 

Kecuali melibatkan kerjasama interpol. 

Untuk pihak telekomunikasi dan perbankan dalam memblokir nomor rekening pelaku penipu juga mengalami upaya kesulitan, karena pelaku kejahatan ini memiliki system canggih untuk mengganti ganti nomor rekening dan nomor kartu komunikasi dalam jumlah besar.

Tetapi pihak telekomunikasi masih dapat mengurangi dampak serangan dengan menggunakan AI pencegah untuk mencegah AI nakal. Demi meminimalkan bahaya penipuan ke khalayak ramai. 

Jadi salah satu cara mencegah AI penipu yaitu mengandalkan kepada pihak penyedia telekomunikasi agar tidak mengizinkan AI penipu atau memblokirnya dari awal sejak menggunakan layanan. 

Di Indonesia. 

Perusahaan seperti Telkomsel, Indosat Ooreddo hutchison dan XL Axiata harus aktif dalam upaya pemblokiran tentang AI yang menelpon orang untuk menipu. 

Karena jika tidak maka semakin banyak bocil bocil yang masih ingusan kena tipu dan kena prank oleh AI atas sesuai instruksi mesin system automatic. 

Mirisnya, uang yang ditipu malah mengalir ke luar negeri. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.