Lompat ke konten Lompat ke footer

Jumlah korban Palestina tembus 20.000+ orang. Maka salahkah HAMAS atas perbuatan keji dan ini adalah akhir perjalanan dari sejarah wilayah GAZA menuju reruntuhan, keruntuhan dan kepunahan tanpa 0 penduduk [ Goodbye GAZA is OVER ] ( 2023 )

Foto : Tentara pahlawan IDF Zionis Israel, bagaikan Singa yang siap menerkam para terorist

Inilah hasil dari konsekuensi perbuatan keji terorist HAMAS. 

Pada bulan Oktober 2023. Gerombolan HAMAS berserta penduduk sipil GAZA menyerang, membobol, merusak dan menghancurkan tembok benteng perbatasan Israel kemudian menewaskan 1.300 orang Israel dan menawan 180 tawanan sandera. Lebih dari 180 korban berasal dari pihak tentara & polisi IDF yang berpatroli di perbatasan. 

Selebihnya korban jiwa banyak berasal dari warga sipil Israel. 

Benjamin Netanyahu sebagai pemimpin tertinggi #1 di Israel kemudian memutuskan IDF untuk melancarkan pembalasan dengan target utama adalah orang orang para pejabat & tentara dari partai politik Hamas. 

Dan sejarah baru mencatat. 

Bahwa serangan IDF pada tahun 2023 kali ini berbeda di bandingkan sejarah sebelumnya karena belum pernah terjadi sebelumnya dengan telah memakan korban jiwa di Palestina yang begitu banyak hingga mencapai 20.000+.

Artinya ini merupakan serangan pembalasan IDF yang paling parah selama Israel berdiri pada tahun 1948. 

Jadi, salahkan HAMAS atas perbuatan dari kematian 20.000+ orang orang Palestina. 

HAMAS dulu yang memulai perang di 7 Oktober 2023 dengan secara terang terangan menargetkan pembunuhan warga sipil dan menculik tawanan.

Pemerintah Mesir, Yordania dan Arab Saudi yang pernah bertempur atau berperang dengan Israel tahu bagaimana watak asli tentara IDF dan tahu bagaimana sakitnya di balas oleh tentara IDF. Sehingga Mesir & Yordania telah berdamai dengan Israel dan Arab Saudi hingga kini sudah ogah dan kapok ngga mau lagi berperang dengan IDF.

7 Oktober 2023. 

HAMAS sebenarnya sudah tahu dampak pembalasan IDF jika mereka memutuskan membunuh orang orang Yahudi di Israel. 

HAMAS tahu resiko dan konsekuensi nya. 

HAMAS tahu jika IDF takkan segan segan untuk membalas dengan lebih keras. 

7 Oktober 2023. Walaupun sudah tahu konsekuensinya, namun HAMAS berpikir 50 : 50 untuk menguji dengan mengambil resiko bahwa ada sesuatu bahaya besar pada warga sipil Palestina itu sendiri jika mau coba coba ambil keputusan yang salah. Tetapi HAMAS malah mengambil keputusan yang salah di 7 Oktober 2023. Karena HAMAS memang tidak peduli dengan rakyat sipilnya sendiri. 


Lihat saja, bagaimana jika ada 1 roket yang diluncurkan dari GAZA dan jika roket menghantam rumah dan membunuh 1 warga sipil Israel. 

Dalam beberapa jam kemudian. Maka kematian 1 warga sipil Israel tersebut harus dibalas oleh pesawat tempur IDF dengan 10 nyawa HAMAS haruslah membayarnya pada hari yang sama saat itu juga.

Itu FAKTA yang selama bertahun tahun terjadi. 

Tapi HAMAS mengambil resiko besar di Oktober 2023. Padahal HAMAS tahu, IDF merupakan tentara bermoral yang berbeda dan IDF begitu menjaga dan melindungi warga sipilnya. IDF tidak seperti tentara lain dibelahan dunia yang mudah meminfat maaf. IDF tidak mengenal kata maaf. 

Telinga ganti telinga

Mata ganti mata

Darah ganti darah

Nyawa ganti nyawa. 

Itu merupakan ideologi IDF. Semua orang seharusnya sudah paham dan mengerti tentang makna ini.

Tidak ada kata maaf dalam kamus IDF. 

Foto : Tentara wanita Zionis IDF. Singa buas yang siap menghakimi terorist. 

IDF menjadi begitu galak jika tahu ada 1 warga sipilnya mati di tangan terorist. 

IDF dapat berubah galak menjadi singa yang mengaum ngaum keras mencari terorist untuk dipukulnya lebih keras.

IDF bakal memburu orang tersebut kemana pun berada bahkan hingga bersembunyi ke dalam lubang terowongan tikus pun bakal di hancurkan. 

Dan 1 nyawa sipil Israel harus dibayar 10 nyawa bahkan 100 nyawa. 

Itu sudah jadi FAKTA dari sejarah masa lalu.

Apakah HAMAS belajar ?

Pada 7 Oktober 2023. Sebanyak 1.300 warga sipil Israel terbunuh oleh HAMAS. 

Tahukan apa konsekuensi nya. 

Pada saat artikel ini di tulis. 

Sudah 20.000+ nyawa Palestina harus membayar nyawa 1.300 orang Israel. 

Aku pikir bisa lebih parah lagi. 

Bahkan kelak GAZA bakalan musnah, HAMAS tidak lagi berkuasa di GAZA. Semua penduduk Palestina di GAZA bakal terusir mengungsi ke negara negara lain. Sebanyak kurang lebih 2.300.000 juta penduduk GAZA bakalan diusir sepenuhnya oleh IDF melalui gerbang Rafah. 

GAZA jadi tinggal sejarah, kosong tanpa 0 penduduk, gelap gulita dan tanpa ada kehidupan manusia lagi disana.

Semua tentara dan pejabat Hamas bakalan di penjara, di tangkap oleh IDF dan sisa sisa orang orang HAMAS di eliminasi tanpa tersisa seorangpun lagi di Gaza. Pemerintahan partai politik dan orang orang HAMAS di GAZA IS OVER ( Tamat ).

Di GAZA nanti hanya ada tentara IDF. 

Itu adalah konsekuensi nya membunuh 1.300 warga sipil Israel.

GAZA IS ENDING

Darah di bayar dengan lebih banyak darah

Nyawa di bayar dengan lebih banyak nyawa.

GAZA berubah menjadi reruntuhan.

Maka, salahkah HAMAS atas perbuatan keji tersebut yang tidak mengasihi warga rakyat sipilnya sendiri. HAMAS harus bertanggung jawab atas keluhan rakyat Palestina. Beberapa anggota pejabat HAMAS bahkan sudah duluan kabur dari GAZA lalu terlihat nampak santai duduk berkelimang harta di negara lain seperti tinggal di Qatar dan tinggal di Turkiye. Seolah olah tidak peduli pada rakyatnya sendiri, padahal HAMAS duluan yang memulai atas kebijakan salah mereka.   

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.