Langsung ke konten utama

12 negara terkaya berdasarkan SWF Sovereign Wealth Funds ( 2024 )

Ada banyak faktor untuk menilai sebuah kekayaan negara. 

Salah tempenya yaitu SWF atau Sovereign wealth funds. Ini menjadi salah tempe landasan lainnya dari penilaian kekayaan sebuah pemerintahan negara melalui kombinasi GDP ( gross domestik product ), PPP, Cadev ( cadangan devisa ), APBN, stock kepemilikan emas yang dimiliki oleh negara, penerimaan pajak negara pertahun, ekspor impor, acuan suku bunga bank sentral, inflasi, besaran kekuatan nilai mata uang lokal, indeks harga saham gabungan pada masing masing industrinya dan jumlah utang yang tersisa.      

Dilansir dari AI Google Gemini : Menjelaskan bahwa SWF adalah badan lembaga milik negara yang mengelola uang investasi sebagai kendaraan finansial untuk menginvestasi ke instrument saham, reksadana, obligasi, ETF, cryptoccureny dan aset keuangan lainnya sebagai bentuk tujuan ekonomi makro.  

Pada hakekatnya, SWF mirip seperti investor. 

Jadi SWF sesungguhnya adalah investasi yang mirip umum kita lakukan sehari hari, bahkan dikatakan sama persis. Bedanya, SWF dikelola oleh negara atas kepentingan negara yang dihandle oleh pejabat yang ahli di bidang finansial tersebut.

Keuntungan yang didapat oleh SWF. Berasal dari deviden, profit swing trading atau capital gain. 

Nanti uang dari hasil keuntungan SWF digunakan untuk menambal APBN, membayar sisa utang negara, meningkatkan gaji pensiun pejabat, membayar infrastruktur, membiayai pendidikan, menambah pembelian batangan emas baru ke dalam cadangan brankas negara, disimpan ke cadev, dll sebagainya.  

Indonesia memiliki SWF yang bernama Indonesia Investment Authority ( INA ). Tapi saat artikel ini ditulis kepada anda pada tahun 2024. INA tidak masuk dalam top rangking 35 besar.

Peringkat pertama SWF terbesar #1 di dunia saat ini di duduki oleh PKC ( partai komunis China ) dengan mengantongi raihan modal sebesar $ 3.326 miliar dolar atau sekitar Rp 51.553 triliun rupiah. 

PKC secara telak telah menggusur posisi Norwegia. 

Ironisnya, SWF China digunakan malah untuk memperkaya gaji pejabat partai, sedangkan rakyat hanya diberikan uang bansos sebesar Rp 100.000 ribu per bulan. Padahal modal SWF berasal awalnya pertama tama dari pajak rakyat yang diambil oleh pejabat PKC. 

Dengan uang bulanan kepada rakyat Rp 100.000 ribu rupiah per bulan. Bisa beli apa ya..., 

Rakyat China malah disuruh diam oleh PKC dan rakyat China malah disuruh patuh aja kepada PKC. 

Jadi SWF di China tidak cocok disebut Sovereign Wealth Funds. Karena itu lebih besar diperuntukkan demi kepentingan gaji pejabat komunis. Cocoknya condong disebut Salary Wealth for Officials. 

Sehingga ideologi ini kebalik, bukan negara yang memberi makan kepada rakyatnya, malah rakyat yang memberi makan kepada pejabat negaranya. Seharusnya yang benar yaitu negara yang mengayomi rakyatnya, negara yang memberi makan kepada semua rakyatnya tanpa kecuali tanpa pilih pilih, negara yang memberi nafkah kepada seluruh rakyatnya tanpa pandang bulu, negara yang merangkul seluruh rakyatnya dan negara yang melindungi segenap rakyatnya. 

Eh, di China memang kebalik. Rakyat harus taat kepada PKC dan rakyat harus dipaksa bekerja keras kepada PKC. 

Seharusnya pemerintahan partai PKC dilenyapkan dari muka bumi ini. 

Lalu, diposisi peringkat ke #2 ditempati oleh Singapura sebesar $ 2.074 miliar dolar atau sekitar Rp 32.147 triliun rupiah. 

SWF Singapura dikelola langsung secara hati hati, profesional dan tepat sasaran oleh pemerintah Singapura melalui pejabat terkait yang ahli di bidang finansial dan orang orangnya memang telah memiliki sertifikat teruji kelayakannya pada pendidikan ijazah mereka, SWF di Singapura bukan dikelola oleh pejabat dinasti, apalagi yang pake ijazah palsu. Jika itu yang terjadi maka SWF Singapura bakalan boncos. Dan rakyat yang bakalan menanggung beban kemiskinan tersebut secara berjamaah. he he...,  

Contoh SWF terkenal di Singapura adalah Temasek, MAS, CPF dan GIC ( Government of Singapore Investment Corporation ). 

Kenapa Singapura harus punya 4 lembaga SWF. 

Alasannya yaitu untuk mencegah resiko menyimpan di satu keranjang agar terdiversifikasi. Sehingga jika ada 2 SWF yang rugi secara YoY, Maka 2 SWF lainnya dapat menyeimbangkan finansial agar tidak mengalami kerugian yang lebih mendalam.  

Lalu, diposisi peringkat ke #3 ditempati oleh negara di Timur Tengah. Yaitu UEA ( Uni Emirat Arab ). 

UEA agak menarik dalam memperbesar kapasitas modal SWF, UEA tidak hanya menggunakan pengumpulan pajak saja. Melainkan melalui keuntungan dari sumber daya alam mineral, minyak dan gas. Kemudian digulung ke SWF untuk diputar lagi ke dunia investasi saham, reksadana, obligasi, ETF dan cryptoccurency. 

Lalu, diposisi peringkat ke #4 ditempati oleh Norwegia. 

Pemerintah negara Norwegia memang selama ini dikenal cukup handal berinvestasi. Tapi sepandai pandainya tupai melompat, pada akhirnya jatuh juga. Beberapa tahun yang lalu, Norwegia agak apes, investasi sahamnya mengalami minus -14. Padahal biasanya setiap tahun selalu profit. Hal ini kemudian menyebabkan posisi Norwegia turun ke peringkat #4. 

Pada tahun 2024. Mereka mengklaim telah menanamkan investasi ke saham hingga sebanyak 9.000 emiten perusahaan yang ada di seluruh dunia.  

SWF Norwegia hanya dihandel oleh 572 orang pejabat saja dan walaupun Norwegia negara berpenduduk sedikit, tapi investasi SWF nya mencapai $ 1.555 miliar dolar atau sekitar Rp  24.102 triliun rupiah. 

Jika lembaga SWF Norwegia diibaratkan perusahaan industri. Maka marketcap sebesar itu sesungguhnya dapat digolongkan sebagai jenis Hectocorn. Tidak peduli meskipun hanya memiliki karyawan 572 orang saja. Karena jelas jelas memiliki pencapaian diatas triliunan rupiah. Jadi bisa dibilang juga lembaga SWF Norwegia ini apabila diibaratkan menjadi perusahaan investasi maka disebut industri paling efesien, paling efektif dan paling hemat karyawan di dunia tapi uangnya banyak banget ya.

Mantap....

Hem..., kira kira. Trend dimasa depan mendekati filosofi seperti ini. 

Perusahaan ngga usah butuh punya banyak karyawan atau pekerja, yang dibutuhkan sekarang yaitu punya banyak hasil uangnya. Itu yang benar. Ebnarkan. Wkwkwkwkw...., 

Lalu, diposisi peringkat ke #5 ditempati oleh Kerajaan Arab Saudi.

Nasib sial Arab Saudi hampir mirip menyerupai Norwegia. 

Kerajaan Arab Saudi juga mengalami boncos pada beberapa tahun yang lalu. 

Pihak kerajaan menyalahkan atas kesalahan pejabat mereka berinvestasi ke dan di saham perusahaan Softbank yang membuat buntung. 

Perusahaan Softbank asal Jepang dijadikan biang keladi kesalahan. Karena kinerja Softbank yang buruk bikin investasi Arab menjadi minus. 

Sehingga apabila di total kerugiaan SWF Arab Saudi mencapai minus hingga diatas + $ 10 miliar dolar pada beberapa tahun yang lalu. 

Norwegia dan Arab Saudi tahun lalu masuk sebagai klub SWF yang bernasib tidak beruntung dalam berinvestasi saham. Tapi walaupun gitu, masih menduduki posisi peringkat #5 SWF terbesar di dunia. 

Untuk mengurangi kesedihannya, saya sarankan pihak Norwegia dan Arab Saudi harus ngajak rapat internal join klub elit rahasia the secret agar untuk saling curhat berbagi kesedihan tentang kesalahan investasinya sama mamah dedeh. 

Curhat dong maa..., 

Lagi sedih nih. 

Invest lagi buntung gitu. 

Investor gagal maning gitu

Berikut daftar 12 negara terkaya berdasarkan SWF Sovereign Wealth Funds ( 2024 )

1]. China 

$ 3.326 miliar dolar atau sekitar Rp 51.553 triliun rupiah

2]. Singapura

$ 2.074 miliar dolar atau sekitar Rp 32.147 triliun rupiah. 

3]. Uni Emirat Arab

$ 2.040 miliar dolar atau sekitar Rp 31.620 triliun rupiah. 

4]. Norwegia

$ 1.555 miliar dolar atau sekitar Rp  24.102 triliun rupiah. 

5]. Arab Saudi 

$ 1.345 miliar dolar atau sekitar Rp  20.847 triliun rupiah. 

6]. Kuwait

$ 804 miliar dolar atau sekitar Rp  12.462 triliun rupiah. 

7]. Qatar

$ 450 miliar dolar atau sekitar Rp  6.975 triliun rupiah. 

8]. Australia

$ 357 miliar dolar atau sekitar Rp  5.533 triliun rupiah. 

9]. Amerika Serikat

$ 322 miliar dolar atau sekitar Rp  4.991 triliun rupiah. 

10]. Korea Selatan

$ 181 miliar dolar atau sekitar Rp  2.805 triliun rupiah. 

11]. Rusia

$ 174 miliar dolar atau sekitar Rp  2.697 triliun rupiah. 

12]. Iran

$ 156 miliar dolar atau sekitar Rp  2.418 triliun rupiah. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.