Langsung ke konten utama

Cape cape kuliah ekonomi, pilih pejabat yang suka naiki pajak rakyat buat naiki gaji tunjangan pejabat. Rugi dong

Foto : Ilustrasi pejabat kleptokrasi

Darimanakah sumber uang pejabat mampu membeli koleksi tanah, rumah dan properti pribadi seharga $ 1.000.000 juta dolar perunit di luar negeri.

Jawab : dari APBN

APBN itu apa sih, uang milik pejabat dan kroni kroninya kah. 

Ini merupakan pertanyaan serius dan penting yang seharusnya justru layak untuk ditujukan kepada semua pejabat kleptokrasi itu sendiri. Sang penguasa pembuat kekuasaan kebijakan tapi punya mental otak seorang pencuri dari uang pajak rakyat dengan kebijakan aturan dan hukum timpang yang tak berkeadilan demi memuaskan nafsu pribadi dirinya dan kroni kroni partainya. 

Sayangnya, mayoritas pejabat tidak paham tentang hal ini atau ada beberapa pejabat yang tahu tentang definisi tetapi memilih cuek bebek, dirinya bersikap diam dengan membiarkan ketidakadilan berlangsung langgeng begitu lama yang makin hari semakin menyerempet atau mendekati ke sistem pemerintahan iblis yang dipenuhi penipuan, korupsi, nepotisme, kolusi dan memutarbalikkan fakta. 

Hingga bingar politik kian hari kian riuh, penuh dengan gejolak, candaan, tawa, kemarahan, kepalsuaan dan aneka macam drama Korea. 

Sekarang, tinggal pilihan kita masing masing. Apakah mau ikut terlibat didalamnya. Maksud saya, mendiamkan semua fenomena penipuan politik ini sama saja kita ikut terlibat didalamnya dan menjadi sama persis dengan mereka yaitu para penipu yang saling menipu. 

Terus terang saja, harus dikatakan dan diklaim bahwa penipu adalah penipu dan pencuri adalah pencuri. 

Artinya bahwa seseorang yang dan jika memiliki pandangan netral. Secara praktis ikut juga terlibat didalamnya karena mendiamkan ketidakadilan malah membiarkan ketidakadilan berlanjut terus menerus maka orang itu sama segolongan dengan mereka. 

Kejahatan, kemunafikan dan ketidakadilan terjadi karena orang orang berdiam diri terhadap kebenaran hukum. 

Afrid fransisco mengajak semua orang yang sadar tentang hal ini untuk keluar dari pemerintahan iblis tersebut dan menjauhinya. Jangan dekat dekat ya, bisa ketagihan, nanti sakau, jadi susah lepasnya. Sudah banyak orang yg jadi korban oleh jaringan hawa nafsu ini. 

Memang tidak semua orang itu benar. Tetapi jika ada orang yang mengetahui kesalahannya dan memperbaiki. Maka paling tidak ada sedikit perbaikan. Walaupun masih terdapat banyak kecacatan. 

Lebih baik anda yang tercinta, keluarga anda atau teman teman yg telah sadar untuk menjauhi bencana mematikan ini yang mampu merenggut darah dan nyawa seseorang. Pokoknya bahaya deh. Serius, Afrid ngga bohong. He he..., 

Keluarlah... 

Keluarlah... 

Keluar... 

Lidah memang tidak bertulang, bersifat halus, kecil dan terkesan mungil. Tetapi disitulah sifat pembawa kematiannya berasal. Ingatlah, uang adalah darah. 

Kampanye dan politik mengatasnamakan untuk negeri dan rakyat. Tetapi sesungguhnya sedang mencuri untuk diri sendiri dan demi kepentingan kroni partainya. 

Orang orang pelaku ketidakadilan dan orang orang yang mendiamkan ketidakadilan layak menjadi musuhku. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Gbu.