Lompat ke konten Lompat ke footer

Fragmentasi AI penipu dalam kehidupan psikologi manusia di dunia internet, serangan galat informasi, phishing, metode cyber security berbasis kecerdasan buatan dan solusi menggunakan Dono Kasino Indro Don't Know? Kasih No ( 2024 )

Youtube : Teknik phising menggunakan kecerdasan buatan AI. Mencoba meniru seolah olah sama padahal palsu. 

Dalam jurusan ilmu komputer, galat atau bahasa Inggris disebut juga error. Dimana ini di bidang SI/TI statiska dan matematika stokastik disebut sebagai cara memvariasi data yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kode pemprograman sehingga terjadinya sebuah kesalahan program. Atau juga sebagai perbuatan untuk membentuk sebuah cara noise ( sesatan atau tipuan yang disebabkan oleh kesalahan sendiri atau dilakukan oleh pihak lain dengan cara sengaja ). 

Di bidang keamanan cyber security di tahun 2024. Hacker/cracker ( pelaku kejahatan di dunia maya ) dari hari ke hari semakin meningkatkan kemampuan skill melalui pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat serangan, meminimalkan resiko, meningkatkan ketelitian, memperbanyak infeksi dengan sedikit kerja dan dengan lebih sedikit tenaga manusia melainkan menggunakan AI demi mempercepat proses. 

Target serangan cyber yang didukung AI semakin meluas meliputi infrastruktur pemerintahan, jaringan perbankan, pom stasiun bensin, jaringan supermarket, perusahaan besar, kantor polisi, bandara, pelabuhan, perusahaan telekomunikasi, dll sebagainya. 

Sebagai contoh : Insiden penyerangan cyber dunia maya ke sebuah rumah sakit A. 

Pelaku kejahatan dari negara entah berantah dengan sengaja mematikan komputer administrasi rumah sakit A menjadi tidak berfungsi yang menyebabkan orang orang antri berkepanjangan, sehingga memaksa staff kembali menggunakan kertas. Atau pelaku mengancam memblack alat alat monitor medis di ruang gawat intensif secara jarak jauh dalam hitungan beberapa jam jika tidak dibayar dengan mata uang cryptocurrency seperti Bitcoin, Monero dan Zcash.   

Pelaku kejahatan menggunakan komputer yang terhubung ke internet untuk mengirimkan perintah dan mendapatkan keuntungan uang cyrpto dari hasil transaksi tersebut. Kejahatan kriminal tingkat tinggi ini sudah jelas jelas mengganggu kegiatan operasional di rumah sakit A selama beberapa jam, selain itu terdapat beberapa kerugian finansial juga karena pihak manajemen rumah sakit harus dipaksa transfer crypto. 

Tak hanya memanfaatkan AI demi memuluskan kecepatan serangan.

Pelaku kejahatan di dunia maya juga semakin canggih memperbaharui teknik phising. Dulu metode phishing cuma menggunakan rekayasa copy palsu atau tiruan tipuan pengiriman email melalui kata kata, gambar palsu dan website berbasis text yang sengaja dipalsukan dengan domain hampir mirip. 

Tapi akhir akhir ini phising telah berevolusi dari cara kuno ke versi modern dengan cara memanfaatkan AI. Tidak lagi sekedar menggunakan kata kata text dan gambar saja. Melainkan uplevel melalui tipuan suara ( voice ) dan video.

Kecanggihan AI telah mampu meniru suara orang lain dan membuat aneka macam video palsu dengan hampir mirip menghidupkan Monalisa menjadi nyata. 

Seperti perusahaan teknologi asal Israel D-ID AI video platform mampu menawarkan jasa atau alat yang mampu mencreate sesuatu yang tidak ada menjadi manusia virtual digital yang nampak eksis seperti nyata seolah olah hidup dan mampu berbicara 120 jenis bahasa.

Disaat tahun 2024 dimana manusia berada di ambang era baru teknologi kecerdasan buatan. 

Awalnya yang sedang heboh beberapa tahun lalu seperti kelahiran AI generatif ChatGPT. Kemudian naik level lagi uplevel beralih ke karakter rumit ke versi suara dan video dan seperti DALL-E2 OPENAI, Alphactr.com, Unrealengine Metahuman creator, d-id.com, dll sebagainya.

Itu jelas jelas digunakan juga oleh pelaku kejahatan di dunia internet untuk menipu dan memanipulasi. 

Niatnya tentu ada bermacam macam. 

Contohnya seperti : Ada pihak penjahat yang dibayar oleh pihak lain demi membangun AI penipu berbasis karakter manusia untuk mengecoh psikologi ratusan juta orang orang dengan membuat informasi palsu yang digunakan oleh lawan kampanye demi memenangkan pemilu. 

Atau contoh lain seperti. 

Pihak penjahat menggunakan suara palsu tipuan berbasis AI yang meniru suara CEO di sebuah perusahaan untuk mengelabui salah satu karyawan dengan menelpon menggunakan nomor lain tapi seolah olah sang bos CEO sedang menelpon dirinya agar karyawan mau menyerahkan data blueprint kepada perusahaan pesaingnya. 

Atau contoh baru baru ini yang terjadi di Indonesia saat menjelang pemilu. 

Yaitu ada video telpon yang menunjjukan rekaman suara capres dan suara pemimpin partai Nasdem sedang membentak dan marah marah kepada capres tersebut, padahal setelah diklarifikasi tidak benar, melainkan suara dibuat oleh AI.  

Ini merupakan beberapa contoh. Bagaimana teknik phising AI telah menjelma semakin canggih sebagai penipu, manipulasi, mefragmentasi informasi menjadi potongan potongan berita palsu dan untuk penyebar hoax demi mempengaruhi psikologi manusia.


Namun, tunggu dulu. 

Tentu saja kemajuan AI dalam meniru suara dan video, tidak boleh dipandang hanya dari satu sisi kacamata saja. Tidaklah semuanya bersifat jahat ya. Ada juga kok AI yang bersifat baik untuk kepentingan menghibur dan membuat video komedi. 

Selama digunakan dengan etika dan tanggung jawab yang benar. AI atau manusia digital yang dibuat oleh AI juga dapat berperan penting memberikan hiburan dan mengefesiensikan pekerjaan bagi banyak orang di seluruh dunia. 

Bagaimana solusi jitu untuk mengatasi phising AI dan serangan cyber security AI. 

Sejauh ini, belum ada solusi jitu.

Hal ini tergantung dari profil kepribadian masing masing orang dalam mencegah efek buruk. 

Bagaimana membedakan konten video AI dan konten video asli buatan manusia. Sekali lagi tergantung pada kepribadian masing masing orang. Bagaimana membedakan manusia AI VS manusia asli. Zaman sekarang kayaknya makin susah ya, karena bikinan komputer AI kian hari kian mulus aja. 

Jadi dibutuhkan kepribadian seseorang yang memiliki naluri tajam untuk agar tidak terjatuh ke jebakan AI. 

Untuk punya naluri tajam di ranah membeda bedakan ini. Kayaknya kita emang harus kudu banyak belajar dari bapak Roy Suryo sang ahli Telematika dan ahli Fotografi. he he..., 

Tetapi ada sedikit cara gampang untuk meminimalkannya. 

Yaitu gunakan browser aman dan pakailah media platform internet yang sudah teruji keamanannya.

Contoh : Untuk berselancar ada baiknya gunakan Google Chrome dan Google Search. Karena menurut saya tingkat keamanan sudah tinggi. Hindari menggunakan jenis browser dan mesin pencari lain, ada baiknya juga menghindari mengunjungi situs judi, situs yang memberikan hadiah mobil mewah secara undian gratis, situs pornografi dan hindari situs yang ada di darkweb ilegal lainnya.  

Jika teman teman pernah mengunjungi situs pornografi. 

Ada kemungkinan besar smartphone anda sudah terinfeksi diam diam tanpa menimbulkan gejala selama bertahun tahun. 

Lalu bot, malware, spyware, ramsomware sudah beraksi mengirimkan sinyal masuk ke bigdata database pelaku yang berada ribuan kilometer. Jadi stop mengunjungi situs web berbahaya. 

Tapi jika teman teman pernah mengunjungi situs pornografi untuk alasan hanya sekedar cuma "RISET & PENELITIAN". Lalu membersihkan riwayat pencarian dan menghapus cache browser. Berharap virus berbahaya itu terhapus juga. 

Ya, beda lah. Ngga sama itu. Tidak semudah membersihkan jejak digital agar tidak ketahuan pacar.  

Tetap aja komputer dan smartphone terinfeksi. 

Langkah selanjutnya yaitu usahakan hindari mengklik pesan atau tautan link apapun yang dianggap mencurigakan yang bukan dari sumber aslinya. 

Dan untuk mengatasi phishing hoax berbasis AI yang mengelabui orang orang khalayak banyak menggunakan suara dan video. Sabar dulu, cek fakta kebenarannya dari berbagai sumber sebelum mengambil keputusan benar atau keputusan salah. Disini, insting naluri tajam seseorang dibutuhkan. 

Legenda mas Indro mengatakan : 

Stop stop, disini gue bukan mau melawak, gue mau serius. Sahutnya. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.