Lompat ke konten Lompat ke footer

Pemerintah Israel naikkan pajak kendaraan mobil listrik hingga 20% dan raup penerimaan negara Rp 90 triliun dari cukai BBM ke kas APBN ( 2024 )

Foto : Mobil listrik buatan BYD China menjadi populer #1 di Israel

Apabila di negara lain, pembeliaan mobil listrik, motor listrik dan BBM ( bahan bakar energi minyak ) di subsidi oleh pemerintah. 

Maka negara Zionis Israel tergolong sebagai pemerintahan yang berbeda di bandingkan negara lainnya. 

Di negara para kaum Yahudi tersebut.

Pemerintah Israel menganggap mobil listrik sebagai sesuatu yang begitu "istimewa, mewah dan wah" sehingga harus dikenai pajak progresif, sementara di negara lain seperti Uni Eropa. Mobil listrik justru mendapatkan guyuran subsidi.

Di Israel, kendaraan listrik dan mobil listrik kena pajak progresif dan BBM sekelas Pertalite tidak disubsidi, justru kebalik pejabat disana mengenai beban pungutan cukai setiap pembeliaan 1 liter energi tersebut kepada rakyatnya dari golongan kelas kaya dan kelas menengah. 

Dalam laporan tahun 2023 yang telah diumumkan di anggaran rencana APBN 2024. 

Pendapatan negara Israel dari cukai BBM saja pada tahun 2023 selalu tumbuh dari tahun ke tahun menjadi $ 6 miliar atau setara Rp 90 triliun rupiah pertahun. ( konversi dari mata uang new shekel ).

Meskipun jumlah motor dan mobil listrik di jalan jalan Israel meningkat pesat hingga 175% pada tahun lalu. Penggunaan motor, mobil, bus & truck tradisional berbahan bakar minyak masih mendominasi.

Truck angkut berat kargo di Israel masih pakai BBM yang belum dapat tergantikan dan itu mustahil truck berbasis BBM sesungguhnya tidak dapat tergantikan dengan kendaraan berbasis baterei listrik. Kecuali bus dan truck kargo angkut ringan. 

Pada tahun 2023. Negara mitra pemasok minyak BBM ke Israel meliputi Amerika Serikat, Kazakhstan, Azerbaijan, Gabon Africa dan Uni Emitat Arab ( UEA ). 

Saat artikel ini ditulis. Pemerintah Israel sedang berusaha keras berjuang untuk memulihkan hubungan damai dengan Arab Saudi. Sehingga diharapkan pasokan minyak lebih terdiversifikasi menjadi lebih banyak mitra. Mengingat Arab Saudi memiliki pasokan BBM berlimpah ruah yang belum dapat habis dalam waktu 100 tahun ke depan. 

Israel membutuhkan BBM untuk menggerakkan roda transportasi ekonomi bagi 9.500.000 juta populasi penduduknya. 

Sedangkan untuk pembeliaan perdana pertama untuk beli motor listrik & mobil listrik yang dikenai pajak progresif 20%. Studi kelayakan yang dilakukan oleh kementerian keuangan, menjadi tambang emas pemasukan APBN perekonomian Israel yang mencapai perkiraan $ 1,5 miliar pertahun atau sekitar Rp 20 triliun rupiah. Ini belum dihitung biaya pajak perpanjangan STNK & SIM ( surat izin mengemudi ) yang wajib dibayar oleh rakyat Israel setiap tahunnya. 

Uang sebesar Rp 20 triliun itu hanya hitungan dari biaya pembeliaan awal kendaraan listrik saja per tahun. 

Untuk biaya pendapatan pajak dari perpanjangan STNK & SIM. Pada tahun 2023, pemerintah Israel mengklaim meraup sebesar Rp 25 triliun rupiah per tahun.

Angka angka penerimaan tersebut terlansir dalam informasi Knesset untuk pembahasan APBN dan RAPBN 2024. Sehingga semua warga orang orang Israel dapat transparan melihat kebijakan pemerintah Zionis tanpa ada yang ditutup tutupi. 

Kendaraan mobil listrik terlaris di Israel di duduki peringkat #1 oleh perusahaan BYD asal China, kemudian #2 disusul oleh perusahaan mobil Tesla asal Amerika Serikat. 

Pemain industri lokal asal buatan Israel terdiri dari citytransformer.com dan ree.auto.com. 

Pendapat saya tentang kebijakan ini : 

Jika saya boleh memberikan pendapat atau opini. Seperti yang anda ketahui. Saya menolak keras kebijakan cukai terhadap BBM. Ada baiknya menggunakan harga netral berdasarkan trading pasar internasional yang sesuai semana mestinya. Seperti kebijakan pemerintah yang ditempuh oleh negara Singapura, Thailand, Filipina dan Vietnam.  

Sedangkan untuk pajak progresif 20% untuk pembeliaan awal kendaraan listrik dan mobil listrik. Saya juga menolak karena itu terbukti membebani rakyat. Pajak 20% menurut aku udah ketinggian banget, membayar 10% saja sudah terasa berat, apalagi 20%. 

Saya juga menolak keras subsidi BBM, subsidi motor listrik & mobil listrik yang ditempuh oleh kebijakan dari negara negara lain, karena ini terbukti untuk semata mata keperluaan konsumtif sehingga terkesan ibarat membakar uang APBN tersia siakan di jalan raya yang mengakibatkan pemborosan extrem. 

Jika saya boleh memberikan saran kepada pemerintah Israel. Maka alangkah baiknya menurunkan tarif pajak dari 20% diskon jadi 10% saja dan kebijakan pengenaan cukai BBM dihapus diganti menjadi harga netral yang adil. 

Oh ya tentu saja jika mengikuti saran yang saya berikan. Maka pemerintah Israel dipastikan kehilangan banyak uang untuk anggaran pemasukan APBN. Anggap saja cukai BBM dihapus maka Rp 90 triliun hilang lenyap. 

Tetapi jadi pejabat, kreatif lah dan berinovasilah mencari sumber pendapatan alternatif untuk menambal kekurangan APBN tanpa menyiksa hidup rakyatnya sendiri dengan beban tarif cukai BBM dan pajak yang tinggi. 

Masa pejabat Israel cari uang APBN dengan cara tidak senonoh seperti itu. 

Masa kerjanya santai santai duduk di ruangan kantor ber full AC sambil cuma bikin aturan hukum pajak cukai BBM di kebun binatang. 

Saya percaya jika pejabat Israel mau menerima intropeksi diri maka akselerasi percepatan finansial APBN dapat ditingkatkan lebih lanjut ke next level tanpa lagi mengandalkan kebun binatang. Karena kualitas APBN juga melambangkan kekuatan sebuah negara maju. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.