Lompat ke konten Lompat ke footer

Tidak ada hubungan sama sekali peningkatan SEO Google dengan baramoter platform media sosial TikTok, Instagram, Whatsapp & Facebook( 2024 )

Perusahaan Alphabet.inc selaku induk mesin pencari Google. Tidak pernah membeberkan secara detail tentang bagaimana cara memperlakukan pemeringkatan sebanyak 1,3 miliaran website dan blog di situs Google.com.

Kecuali memberitahukan bahwa ada kurang lebih sebanyak 200 faktor yang mempengaruhi dan adanya sistem yang disebut algoritma Pagerank dan Googlebot yaitu semacam web crawler atau disebut juga spider di internet.

Namun selama beberapa dekade. 

Para pemasaran marketing diseluruh penjuru dunia sudah terpengaruh bahwa salah satu indikator bagaimana sebuah web & blog dapat memuncaki di halaman rangking 1 di Google untuk kata kunci konten yang dibidik yaitu dengan salah satunya yaitu menautkan link di media sosial dan aktif membagikan share di media sosial, aktif merekomendasikan komunitas web/blog untuk saling berbagi tautan artikel di platform sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, Tiktok, Linkedln dan lain lainnya. 

Mengklaim bahwa pendapat tentang Google menjadikan share di media sosial dapat meningkatkan popularitas pemeringkatan di mesin pencari Google.com itu adalah keliru. 

Google tidak ada hubungannya sama sekali dengan platform media sosial.

Google tidak menjadikan media sosial sebagai indikator pemeringkatannya.

Tetapi media sosial memang diketahui dapat menambah jumlah kunjungan blog/web dari tombol share yang diletakkan di bawah tulisan akhir artikel atau diatas artikel atau disisi tata letak lainnya, peningkatan pengunjung hanya untuk sementara waktu saja. 

Ketika share viral di media sosial berhenti dibagikan, maka berhenti pula jumlah kunjungan ke halaman postingan. 

Pada intinya, media sosial bukan bagian dari acuan search engine optimization milik Google.

Karena Google punya algoritmanya sendiri. 

Kenapa ini penting...? 

Lebih baik ngga usah berharap bahwa share di platform sosial dapat membuat web/blog muncul di halaman pertama Google. 

Google tidak peduli. 

Google fokus algoritmanya sendiri.

Selama ini diketahui ada banyak banget pemasaran marketing, online shop, developer web dan pemilik blog/web di seluruh dunia percaya dan mengambil keputusan dengan mencurahkan banyak waktu bahwa aktif setiap hari membagikan ribuan link di media sosial dapat meningkatkan status posisi situs di mesin pencari Google. 

Saya malah kasihan dengan developer web/blog yang tiap hari dari duduk pagi sampai malam ngespam di media sosial tersebut dengan harapan dapat meningkatkan posisinya di SEO Google. Padahal hasilnya adalah 0. Cuma bikin cape, lelah dan letih. 

Pada kenyataannya.

Apa boleh buat tidak ada hubungan sama sekali antara Google dan media sosial. 

Kecuali jika ada kaloborasi antara perusahaan Google dan Facebook untuk bergabung menjadi 1 perusahaan yang disebut 'GooBook'. Maka cerita itu dapat saja berbeda mempengaruhi SEO di Google. 

Sejauh ini, beberapa indikator bagaimana Google dapat memberi peringkat situs ke posisi yang tinggi yaitu dengan merekam waktu durasi pentalan. Semakin lama orang orang terdeteksi membaca sebuah artikel, atau di web/blog atau orang orang suka sering mengunjungi berkali kali maka algoritma secara otomatis memberikan posisi di tempat yang baik. 

Sesungguhnya, Google tidak dapat mengetahui mana konten artikel yang berkualitas dan mana konten artikel yang buruk. 

Tetapi Google dapat mendeteksi keterlibatan pengguna manusia dengan merekam data seperti waktu jelajah durasi baca, jumlah klik ke halaman postingan berikutnya, melacak apakah orang orang mau mengklik halaman transaksi, jumlah postingan harian yang fresh, detect kecepatan hosting situs dan mencatat jumlah kunjungan berulang ulang kali dari IP komputer yang sama di save di server cloud GCP bigdata miliknya Alphabet.inc 

Semakin lama orang membaca artikel disebuah blog atau web dan mengunjunginya secara berulang ulang kali. Maka Google tahu bahwa ada sesuatu kualitas, kesukaan, performa kecepatan tanpa loading lambat dan layanan services bermutu di web/blog tersebut yang baik sehingga mengundang betah banyak orang berlama lama ria dan berkumpul kumpul ria. 

Parameter algoritma Google melacak, mendeteksi, menemukan, memilah, mengkurasi & mengindikasikan kualitas. Sehingga layak menaruh webblog tersebut untuk mendapatkan posisi rank 1 di mesin pencari di halaman 1. 

Tetapi bukan berarti juga ya, selain ngespam di media sosial, juga harus menulis artikel di blog sebanyak mungkin, jumlah word text sepanjang mungkin dan konten seupdate mungkin setiap hari. Apabila traffik orang orang kedeteksi oleh Google cuma baca sebentar aja, cuma 5 detik lalu kabur, lalu langsung pergi skip. Itu berbahaya banget untuk SEO. Google lalu mengklarifikasi sebagai web/blog berforma buruk dan kemudian ditempatkan pada peringkat bawah yang artinya penghasilan dolar juga nyungsep ke bawah.  

Padahal seperti yang diketahui. Google adalah raja mesin pencari wahid dengan menguasai 95% market share di Indonesia. 

Nah, pertanyaan sulit selanjutnya kepada semua developer web/blog yaitu tentang bagaimana sih caranya membuat agar banyak orang orang berlama lama ria dan berkumpul kumpul ria. 

Bukan tentang bagaimana cara ngespam ribuan link hingga puluhan ribu link di media sosial, berbagi link antar developer dan ngespam ribuan link di platform website lainnya. Entah itu menggunakan cara gratis maupun jasa paid berbayar. Itu sesungguhnya hanya buang buang waktu, membuang uang dan bikin cape menyakiti diri sendiri karena berakhir sia sia. 

Kesimpulannya adalah bahwa kepuasaan orang orang terhadap pencarian konten informasi berkualitas adalah kunci utama #1 pemeringkatan Google. Kuncinya yaitu bikin entah bagaimana caranya supaya orang orang betah berlama lama membaca dan mengunjungi situs web/blog berulang ulang kali. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.