Langsung ke konten utama

Berapa ideal jumlah pelihara babi, kambing, sapi dan domba agar dapat memiliki penghasilan bersih Rp 8.000.000 juta per bulan ( 2024 )

Beternak hewan merupakan pekerjaan yang menyenangkan, mengasikkan dan mampu menghilangkan stress sekaligus meraup pundi pundi penghasilan. Entah itu sebagai pendapatan utama maupun sampingan.

Namun ada banyak orang orang gagal beternak karena banyak faktor. 

Salah satunya yaitu ketidakmampuan membaca, menganalisis dan mengindentifkasi nilai valuasi tarif harga, pemasaran marketing dan manajemen bisnis yang memang tidak semua peternak piawai di bidang tersebut. 

Sepandai pandainya seseorang beternak. Tapi jika ia tidak pandai berbisnis, berdagang dan marketing.

Maka pada akhirnya kolaps atau bangkrut juga karena nanti harga ternaknya malah mudah ditipu orang atau ditipu oleh permainan para pengepul dengan hewan ternaknya yang gemoy malah dihargai amat murah sehingga pendapatan atau penghasilan seorang peternak menjadi minim tidak sesuai fakta dilapangan.

Selain itu, salah memulai memilih jenis hewan ternak dan salah menentukan jumlah ideal juga dapat menjadikan kegagalan.  

Jadi salah satu langkah awal yang ingin saya tekankan ke artikel ini adalah memilih hewan ternak dan menentukan seberapa ideal jumlah peliharaan untuk memelihara babi, kambing, sapi dan domba. Dengan cara ini seorang peternak dapat memiliki gambaran visual ke depan.  

Berapa ideal jumlah pelihara babi, kambing, sapi dan domba agar dapat memiliki penghasilan bersih Rp 8.000.000 juta per bulan ( 2024 )

Di Indonesia apakah berternak babi, kambing, sapi dan domba masih menguntungkan di tahun 2024.  

Maka saya menjawab adalah : 

Iya, tapi penghasilannya tipis tipis banget. 

Lalu kenapa ada banyak peternak diluaran sana gagal, kolaps dan bangkrut jika jawabannya masih menguntungkan.

Agar dapat memiliki penghasilan yang layak per bulan guna mencukupi kalori dan kebutuhan hidup keluarga. Maka ada syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh kalangan peternak yaitu 'JUMLAH IDEAL' dan "Memilih kategori hewan ternak yang ingin dipelihara'. 

Daftar hewan seperti sapi. 

Ada baiknya dihindari oleh kalangan rakyat kecil. Karena dibandingkan dengan kambing dan domba. Sapi merupakan hewan berbeda dari segi ukuran, bibit dan bobotnya. 

Pernah suatu ketika saya bertemu dengan seorang peternak sapi yang beralih profesi pekerjaan menjadi tukang bangunan gedung wallet. Ia berkata bahwa dirinya sudah susah payah memelihara sapi tetapi penghasilannya dalam setahun begitu minim & tipis banget ( Hanya dapat untung Rp 2.000.000 juta per tahun ). 

Berternak sapi memang tidak cocok untuk rakyat biasa. Seperti yang dibahas diatas tadi. Karena ukuran tubuh & berat sapi hampir 16x lipat lebih besar. 

Peternakan sapi paling cocok dan ideal untuk kalangan 'COMPANY'. 

Bahkan beberapa negara. 'GOVERNMENT' turut hadir masuk ke sektor perternakan sapi & babi.  

Menurut saya, hewan sapi kurang cocok untuk diternak oleh rakyat biasa. 

Sedangkan untuk peternakan babi juga kurang cocok untuk rakyat biasa. Karena babi berukuran hampir 3-4 kali lipat lebih besar dibandingkan domba & kambing.

Babi cocok dipelihara oleh COMPANY. 

Di beberapa negara, konsumsi pasokan daging babi diketahui dipasok oleh COMPANY bukan oleh peternak rakyat biasa. 

Contoh : 

Di Kalimantan Tengah ada banyak perusahaan yang terintegrasi dengan perkebunan sawit.

Memanfaatkan penggembalaan sapi di sela sela kebun sawit. Kotoran sapi digunakan sebagai pupuk tambahan dan rumput yang dianggap sebagai pengganggu atau gulma di kebun sawit malah dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi. Selain itu di dalam batang sawit dapat diolah dengan mesin penggiling untuk dijadikan pakan yang disebut 'PKM atau Palm kernel Meal' yang kembali lagi digunakan untuk pakan sapi. Ini merupakan simbiosis menguntungkan antara pohon sawit, rumput dan sapi. Bagaimana ke 3 sistem ini dapat bersatu padu & terintegrasi. 

Perusahaan company dapat memelihara sapi dalam 1 kandang hingga 1.000 ekor, belum termasuk kandang lainnya yang berada di lokasi perkebunan sawit lainnya. Jadi bagaimana mungkin rakyat biasa mampu menghadapi company. 

Alangkah baiknya, rakyat biasa tidak perlu ikut memelihara sapi & babi. 

Biarkan saja itu menjadi hak & urusan 'COMPANY' & 'GOVERNMENT'. 

Ngomong ngomong, ngurus 1 ekor sapi yang beratnya 500 kg per ekor. Tentu bukan pekerjaan mudah.

Ebnarkan. 

Saya percaya masing masing punya jatah sendiri sendiri. 

Jika sapi dan babi cocok untuk company. 

Maka, sekarang yuk mari bandingkan dengan hewan seperti domba dan kambing yang rata rata beratnya sekitar 30 kg per ekor untuk ukuran dewasa. Itu tentu masih dapat diterima oleh moral & akal sehat.

Saya percaya bahwa peternakan domba dan kambing atau kombinasi keduanya merupakan peternakan yang ideal untuk rakyat biasa. Tapi dengan syarat jumlah ideal harus dipenuhi mutlak.  

1 keluarga idealnya agar dapat memiliki penghasilan bersih sekitar Rp 8.000.000 juta per bulan. Ada baiknya memelihara hingga 100 ekor kambing. ( Tidak boleh kurang dari 100 ekor, tapi juga tidak boleh lebih banyak kambing karena 1 keluarga bisa mencret ngurus sebanyak itu ). 

Ada baiknya juga, buat teman teman yang punya lahan > 1 hektar. 

Wow..., Selamat ini cocok untuk penggembalaan kambing dan domba.  

Sedangkan untuk dapat mengurangi tingkat kelelahan akut dan menghindari 1 keluarga mencret semua gara gara cape ngehandle peternakan. Maka penggunaan strategi cara fermentasi atau silase dapat meringankan beban agar tidak perlu seseorang harus ngarit rumput setiap hari. 

Jadi, tetaplah memelihara jumlah hewan ternak kambing dan domba yang ideal agar tidak terlalu kewalahan dan mengalami kemencretan. Memelihara 100 ekor hewan seperti domba untuk 1 keluarga. Itu memungkinkan. 

Solusi saya agar teman teman peternak tidak mau kecapean dan mencret. Dan pengen mencari jenis hewan peliharaan yang tidak seberat 500 kg. 

Maka pelihara saja semut. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.