Langsung ke konten utama

Israel Sigma : Howitzer artileri otomatis 90% tanpa campur tangan tentara manusia, minimalkan tenaga kerja dari 6 orang menjadi 3 orang ( 2024 )

Tidak ingin duduk manis dan hanya berpuas diri membangun mortal & artileri Spear Iron sting, Athos dan Atmos.

Perusahaan teknologi asal Israel kembali lagi menambah jajaran dan memperbaharui kecanggihan alustista miliknya dengan memperkenalkan 'SIGMA'. ( Arti dalam bahasa Ibrani :  gemuruh, bisa juga disebut ROEM ).

Sigma merupakan artileri 155 mm dengan mengandalkan sistem elektronik berpemandu cahaya sinar laser. 

Mobile howizer generasi Israel selanjutnya ini diharapkan memasuki dinas IDF ( Israel Defense Forces ) pada tahun 2030 mengganti produk artileri lama yang ketinggalan zaman. 

Sigma 4x lebih kuat dan lebih canggih di bandingkan howitzer artileri lawas. 

Semua perangkat Sigma serba digital. Mulai dari ammunition loader di dalam truck, shots fired, berbagi data komunikasi & intelijen, BMS dan digital fire mission.


Hentakan keras recoil Sigma telah sanggup dikurangi tanpa merusak platform truck Oshkosh roda 10.

Sehingga artileri Sigma tidak perlu menunggangi tank roda rantai yang dikenal berharga mahal itu. 

Elbit System memilih truck Oshkosh asal Amerika Serikat dengan alasan platform truck buatan negara paman Joe Biden ini kuat menggendong Sigma. 

Kabin truck Oshkosh terlindungi NBC, sekaligus mampu menahan terjangan serpihan fragmentasi kecil kecil dari ledakan musuh, tersedia pula pendingin AC dan pada bagian atasnya dapat diinstal senapan mesin otomatis. 

Saat ini di seluruh dunia, howitzer artileri truck beroda memang sedang diminati oleh banyak negara karena kepraktisannya, harganya lebih murah dibandingkan artileri tank roda rantai, mudah digunakan oleh tentara unit reaksi cepat, mudah diangkut menggunakan pesawat transportasi militer, perawatannya gampang menghemat uang APBN, mobilitasnya tinggi dan keperluaan logistiknya juga sederhana. 

Sigma dilengkapi sistem pemuatan otomatis digital yang sanggup memproses penembakan peluru proyektil tanpa kru tentara lari lari cantik ke belakang. 

Tentara bahkan tidak perlu keluar cape cape dari truck. 

Sehingga dengan adanya artileri Sigma, tentara Israel dapat menikmati momen penembakan santai sambil menikmati menyeruput secangkir anggur Wine khas Israel. Ini baru sesungguhnya senjata yang benar benar memanjakan tentara. 

Daya tembakan Sigma mencapai 40 km. 

Hanya butuh 1 menit untuk proses memulai menembak dan run ( kabur ). 

Karena sifat mobilitas Sigma yang gercep ( alias gerak cepat ). Ketika artileri ini menembak, maka biasanya drone musuh bakalan dikirim untuk memindai & mendeteksi keberadaannya dalam usaha pembalasan. Tetapi karena artileri ini hanya butuh 1 menit untuk kabur bersembunyi ke dalam tangki septic toilet, maka drone intai musuh dipastikan kesulitan mencari lokasinya. Ini ibarat mencari emas kuning di tumpukan tinja. 

Yair natans dari Israel mengatakan :

Relevansi dan dominasi tembakan artileri terlihat jelas dalam peperangan. 

Beliau pun menambahkan : 

Dukungan jarak dekat dan mematikan untuk memusnahkan banyak terorist dan sekaligus melindungi tentara kita dari berbagai arena. Roem adalah proses memperkuat sistem persenjataan artileri darat. Termasuk kombinasi sistem peluncur roket, rudal dan kerjasama dengan pesawat drone yang dikendalikan dari jarak jauh. Sahutnya. 

Sistem serba digital, memungkinkan Sigma mengurangi gaji jumlah tenaga kerja dari 6 tentara menjadi 3 orang. 

Kecepatan laju truck Oshkosh memungkinkan Sigma melaju di jalan raya dan menempuh medan off road untuk menyembunyikan diri di berbagai macam tempat untuk perlindungan diri setelah selesai menembak. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.