Skip to main content

Pada tahun 2026. Jumlah utang pemerintah Israel mencapai NIS 1,7 triliun shekel atau setara Rp 7.493 triliun rupiah ( 2026 )

Foto : Menteri Keuangan Israel. Bezalel Smotrich.

Memasuki awal Januari 2026, Kementerian Keuangan Israel yang dipimpin oleh Bezalel Smotrich menerbitkan laporan tahunan resmi mengenai jumlah utang milik pemerintah.

Penting dicatat bahwa laporan ini hanya mencakup utang milik pemerintah Israel. Sedangkan utang dari pihak perusahaan swasta atau entitas non-pemerintah tidak ada kaitan dan tidak ada hubungan sama sekali dalam laporan.

Laporan kementerian. Total utang pemerintah sebesar NIS 1,4 triliun atau jika dikonversi ke rupiah setara Rp 7.493 triliun.

Utang pemerintah Israel sempat meningkat tajam sebagai konsekuensi pembiayaan perang melawan terorist Hamas di tahun sebelumnya

Tetapi memasuki awal 2026. Utang telah mulai menunjukkan trend penurunan, sejalan dengan stabilisasi anggaran, penyesuaian kebijakan ekonomi dan berakhirnya perang.

Dimana para sandera warga sipil Israel yang diculik oleh terorist Hamas. Telah dibawa pulang oleh tentara IDF ( Israel Defense Force ) ke kampung halaman di tanah Israel. Baik itu dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk jenazah ( mati ).

Hanya saja, masih ada 1 orang bernama Ran Gvili. Beliau belum ditemukan. Hamas bilang tubuhnya sulit dicari atau ditemukan karena tertimbun puing puing reruntuhan gedung.

Pemerintah Israel dan militer IDF masih melakukan pencarian untuk menemukan tubuh Ran Gvili, yang menjadi satu satunya sandera penculikan yang belum kembali secara fisik, sehingga proses pemulangan penuh belum 100% rampung.

Rasio utang terhadap GDP berada di kisaran 68%

Rasio utang Israel terhadap Gross domestic product berada di level 68%, turun dibandingkan tahun 2025 yang lalu. 

Apabila disandingkan dengan peta geopolitik global, posisi Israel tergolong cukup kompetitif. 

Sebagai perbandingan, banyak negara lain memiliki rasio GDP jauh di atasnya.

  • Amerika Serikat: 122%

  • Jepang: 229%

  • Singapura: 162%

  • Sudan: 280%

  • Inggris (UK): 103%

  • Bahrain : ( 131% )

  • China : 84%

  • Uni Eropa (Rata-rata): 88%

Meskipun rasio utang terkendali, perusahaan pemeringkat kredit memberikan penilaian yang beragam. S&P Global memberikan peringkat 'A' dengan prospek Stabil. Namun, Fitch ( A ) dan Moody's ( Baa1 ) bersikap memberikan prospek dengan status Negatif

Penilaian negatif sempat memicu kemarahan Bezalel Smotrich, menganggap skor tersebut tidak mencerminkan resiliensi ekonomi Israel yang sebenarnya.

Sedangkan struktur peminjaman menunjukkan bahwa sekitar 85% utang pemerintah dibiayai oleh orang orang investor ritel Israel sendiri dan perusahaan institusi & investasi dalam negeri Israel sendiri.

Lalu sekitar 15% berasal dari luar negeri ( asing ).

Dari porsi asing itu, pemberi pinjaman terbagi pada beberapa kelompok utama : 

1). Amerika Serikat.

2]. Kawasan zona Uni Eropa.

3]. UK United Kingdom ( Inggris ).

4]. Sisanya negara lain. 

Pemerintah Amerika Serikat masih menjadi kolektor utang Israel atau pembeli utang obligasi terbesar di Israel, termasuk pihak perusahaan swasta di AS. Meliputi Bank of America, Bank Citi,  Goldman Sachs, Bank JP Morgan, dll. 

Kementerian keuangan Israel dan jajaran petinggi pemerintah Israel lainnya, tentu saja menghendaki agar rasio utang Israel terhadap GDP dapat turun hingga dibawah 10%. Bahkan lebih ambisius lagi yaitu menjadi 0% ( utang jadi 0 ) dan mengubah defisit menjadi surplus. Sehingga membalikkan keadaan dari penerima pinjaman utang saat ini menjadi pemberi utang kepada negara negara lainnya di masa depan untuk menjadikan pemerintah Israel bebas utang sepenuhnya. 

Tapi pekerjaan itu masih panjang. 

Bezalel Smotrich percaya bahwa itu dapat dilakukan walaupun harus membutuhkan kerja keras, ketelitian tingkat tinggi, kecermatan dan usaha panjang yang butuh waktu berdekade dekade. 

Langkah awal usaha yang dapat ditempuh yaitu bekerja keras berusaha konsisten menurunkan utang sebanyak 0,8% dari GDP setiap tahunnya, lalu menargetkan penurunan target defisit 3% dengan lebih displin setiap tahunnya. 

Foto : Yali Rothenberg. Dari lulusan universitas Bar Ilan Israel

Yali Rothenberg, staff pegawai kementerian keuangan Israel mengatakan : 

Utang pemerintah pada tahun 2025 dipengaruhi oleh peningkatan utang yang dilakukan untuk membiayai kebutuhan pemerintah selama perang, di samping efek makroekonomi termasuk inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi. Saya telah berbicara berjam jam dengan para investor selama perang dan saya benar-benar harus membimbing mereka dan menjelaskan kepada mereka bahwa setelah intensitas perang, utang kita menurun. Pemerintah patut diberi pujian karena mendengarkan rekomendasi Bank Sentral Israel dan melakukan penyesuaian anggaran sebesar 1% pada tahun 2024 dan 1,5% pada tahun 2025. Target defisit saat ini adalah 3,9%. Ini membuat rasio utang terhadap GDP kita menjadi 68,5%. Penting agar setidaknya anggaran ini disahkan tanpa pengeluaran lebih lanjut. Bisa jadi ada lebih banyak peristiwa geopolitik yang menimbulkan biaya." Sahutnya. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.