Youtube : Israel drone kamikaze bunuh diri. Peregrine
Pada sore hari dari balik bukit nun jauh di sana.
1 orang tentara Israel mengamati dan mengintai kedatangan iring iringan tank dan mobil lapis baja musuh.
Kotak drone Peregrine yang portable dibuka, ia memasang baterei dan membuka baling baling pada drone tersebut.
Kemudian drone kamikaze Peregrine lepas landas secara vertikal ( VTOL ). Lalu terbang cepat, menukik dan meluncur membentuk sudut serang 60 derajat menghantam tank hingga meledak.
Di tempat lain dalam medan perang kota urban warfare.
Drone Peregrine terbang dari balik atap rumah, sambil mengamati tentara musuh yang sedang tidak sadar diawasi oleh drone kamikaze Peregrine.
Sedangkan dari balik kejauhan, operator memilih target serangan di layar tablet sambil berkomunikasi.
Sore hari menjelang malam.
Suasana nampak hening dan senyap.
Tentara musuh yang tidak tahu apa apa sesembari santai menghisap rokok nikmat kehidupan terakhirnya.
Cuplikan video berakhir.
Drone Peregrine menukik 90 derajat tepat dengan cepat melaju di atas kepala tentara musuh.
Drone Peregrine.
Peregrine adalah drone kamikaze bunuh diri buatan perusahaan Uvision. Anak dari perusahaan plat merah BUMN Rafael Advanced Defense System dengan memiliki 10.000 karyawan.
Ini dirancang oleh para ilmuwan di Israel sebagai robotika serang taktis yang menggabungkan kemampuan VTOL, AI dan menonjolkan desain mekanis perpindahan antara transisi hover ke serang.
Kepraktisan Peregrine memudahkan pasukan khusus membawa di tas ransel tanpa perlu bawa alat tambahan landasan pacu lainnya seperti peluncur catapult yang berat, tidak praktis dan melelahkan.
Peregrine dapat lepas di mana sana. Di bukit, di atas atap rumah, dek kapal, semak belukar bahkan di gang kecil.
Konfigurasi mendukung ISR ( intelijen, pengawasan dan pengintaian ) sekaligus sebagai penyerang.
Keunggulan yang membuat Peregrine menjadi mematikan yaitu profil desain aerodinamis yang dioptimalkan, sehingga mampu mendekati target musuh tanpa suara akustik yang berisik.
Sehingga musuh terlambat menyadari bahwa drone sudah berada tepat di atas kepala mereka untuk siap meledakkan diri ( kamikaze ).
Spesifikasi
Peregrine dilengkapi dengan algoritma kecerdasan buatan AI yang mampu melakukan pengenalan target secara otomatis (Automatic Target Recognition - ATR).
Drone dapat mengindentifikasi antara kendaraan lapis baja, tank, tentara musuh, radar, kapal boat, dll.
Peregrine tahan terhadap gangguan sinyal peperangan elekctronic warfare ( GNSS ). Dapat beralih ke otonom berbasis AI sehingga navigasi sama sekali tidak butuh bergantung pada GPS ketika melakukan serangan.
Peregrine mampu terbang hingga berkecepatan 180 km/jam.
Mampu menjangkau jarak 20 km dari sinyal komunikasi operator tentara.
Membawa 1,4 kg hulu ledak bom di dalam tubuhnya.
Daya tahan terbang di udara selama 27 menit.
Jika tidak ada target musuh yang diledakkan, Peregrine bisa pulang mandiri secara otonom.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.