Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Militer AS Pakai Teknologi Cloud Israel Ctera Senilai Rp 5 Triliun (2016)

Dalam Kehidupan Sehari-hari kita. Kebutuhan akan DATA merupakan hal yg ngga bisa terhindarkan lagi. Semua kerja Keras kita pasti berupa “DATA”. Entah itu yg NYATA ataupun Digital.

Data Digital merupakan Suatu Kumpulan Kode yg mempresentasikan hasil kerja kita agar bisa dibaca oleh Komputer. Kelebihan dari Data Digital, Kita Bisa Berbagi Informasi Komunikasi Tersebut dengan Cepat ke Penjuru Dunia. Bayangkan Berbagi Data apabila masih menggunakan Cara Konvensional melalui Kertas, Buku, Kaset, VCD.

Saat ini Teknik Penyimpanan Digital Menggunakan CLOUD COMPUTING.  Kelemahannya adalah Masalah Penyimpan Informasi (Space Storage), Infrastruktur Teknologi, dan masalah Keamanan Jaringan yg bisa diretas oleh Hacker/Cracker.

Bagi Kalangan Militer saat ini. Memiliki “CLOUD COMPUTING” yg Handal merupakan HIDUP MATI Sebuah Negara.

Foto : Militer AS di Depan PC Komputer


CLOUD COMPUTING UNTUK MILITER AMERIKA 
Dalam Dunia Sipil. Pemimpin dalam Teknologi CLOUD Kebanyakan Berasal dari Negara Amerika Serikat. Meliputi Amazon, Microsoft, Salesforce, IBM, Google, Oracle, Netsuite, Workday, dan Rackspace.

Di Luar AS ada China. Seperti ALIBABA yg juga memimpin dalam Sistem CLOUD. Kemudian ada SAP dari Jerman. Lalu di Israel juga ada yaitu CTERA NETWORKS.



Walaupun di Amerika Serikat Bertaburan Perusahaan Industri Pemimpin CLOUD ya. Nyatanya, Pemerintahan AS malah menggunakan produk luar dari “CTERA NETWORKS” yg berasal dari Israel di Timur Tengah.

Kesepakatan Pembelian Terjadi Tanggal 16 Juni 2016 Bernilai Seharga $ 427.000.000 atau Rp 5 Triliun. (Kurs Rp 13.300).

Orang-Orang Israel akan Datang ke AS membangun Infrastruktur Teknologi untuk Departemen Pertahanan AS dalam menyediakan Layanan Komputer, Keamanan Cyber Sistem Informasi, Jaringan Cloud Internal Militer Termasuk ke NSA (National Security Agency), PENTAGON dan ke Gedung Putih yg Kemudian Terhubung Lagi ke Seluruh Jaringan USNORTHCOM, USEUCOM, USCENTCOM, USAAFRICOM, USPACOM dan USSOUTHCOM



MENGAPA PEMERINTAH AS MEMUTUSKAN PAKAI CTERA DARI ISRAEL KETIMBANG PRODUK DALAM NEGERI
Belum ada Informasi Detail mengapa ini Terjadi…?

Tentara+AS.jpg (600×402)
Foto : US Army di depan Komputer
Tapi jika di Lihat dari Track Record yg ada. Faktor Harga Murah menjadi Alasan. Selain itu,  di Gadang-Gadang CTERA memiliki Tingkat Keamanan Tinggi Hal ini Karena Banyak Penghargaan Internasional dan Pertumbuhan Cepat yg dialami oleh Perusahaan Israel ini Sehingga Layanan Jasanya Terjual ke Banyak Negara Sebanyak 25.000 Unit Bisnis Enterprise menggunakan Jasanya yg Tersebar di Australia, Kanada, Ferancis, Jerman, Hongkong, Italia, Spanyol, Inggris, Chili, Meksiko dan AS itu sendiri.


ada Satu Hal yg Membuat CTERA Unggul yaitu Kemampuan Berbagi PRIVASI FILE SHARING untuk sync & berbagi Share ke Tempat yg Bahkan Sangat Terpencil. Data Tersebut Bahkan di Enkripsi Sekaligus di Kompresi dengan Sistem Terstruktur dan Keamanan Firewall untuk Mencegah Kebocoran BIG DATA Informasi.

Foto : Militer Amerika Serikat dan Arpanet

Ini Artinya, Data Bisa di Bagi Secara Cepat, Aman dan Handal. Saling Terkoneksi Antar Gedung Departemen, ke Kapal Induk, Kendaraan Militer, Pesawat Tempur, Drone, Helikopter, Tank, bahkan Bisa Terkoneksi Berbagi Data dengan Data Link Pasukan Infantry militer di Tempat yg Terpencil.








Liran Eshel. CEO CTERA mengatakan :

Foto : Tim Ctera
Sangat Bangga Pemerintah AS dengan Militer Terbesar di dunia ini memilih kami sebagai pemecah masalah Sinkronisasi dan File Sharing Data yg Aman. Kami Bangga Sangat Luar Biasa. Ini Kebanggaan juga Bagi Industri Teknologi Israel. Sahutnya.

DAMPAK BAHAYA JUSTRU DATANG DARI ISRAEL
Amerika Serikat beruntung memiliki 100% Lembaga Cyber Terbesar seperti NSA (National Security Agency). Dengan Karyawan Hingga 30.000 Orang. 

Foto : NSA

Masalahnya, Insfrastruktur CLOUD mereka saat ini telah memulai menggunakan Produk Luar dari Israel.

Hal ini Justru Bahayanya Datang dari Israel. Walaupun CTERA hanya bertindak sebagai Pemasok atau Penyedia. Bisa saja di Bobol oleh Bangsa Yahudi Tersebut Karena mereka yg empunya Teknologinya. Walaupun, Tetap hal ini juga ngga akan mudah mengingat AS memiliki NSA yg akan menjaga Keamanannya.


Pada Tanggal 14 Juli 2016. AS dan Israel Sepakat Menandatangi Perjanjian KEAMANAN CYBER BERSAMA. Dan juga menciptakan Undang Undang Baru Tentang Kerjasama Cyber.

Ratcliffe mengatakan : Kami Bangga Bermitra dengan Israel. Kami akan Tumbuh Memperkuat Ikatan Ilmu Pengetahuan & Penelitian Cyber Berkolaborasi dengan mereka dalam Jangka Panjang untuk Cyber Security Bersama. Sahutnya.

Sumber :
https://ratcliffe.house.gov/media-center/press-releases/reps-ratcliffe-and-langevin-introduce-us-israel-cybersecurity

Artikel Lainnya :

Youtube Trailer CTERA

Semoga Bermanfaat. Terima Kasih. GBU