Langsung ke konten utama

Turki Terbelah 2 : Antara Demokrasi dan Kerajaan Ottoman (2016)

Banyak Orang di Indonesia Bertanya-tanya…? Apa sih yang Terjadi, Mengapa Penyebab Kudeta di Negara “TURKI”.

Pada Tanggal 22 Juli 2016. Saat Saya Menulis Artikel ini Bagi Anda. Sudah Lebih dari 290 Orang Tewas akibat Kudeta, 60.000 Ribuan Orang Pemberontak di Tangkap, 7.423 Tentara Turki Memberontak, 686 PNS di Tangkap, 103 Jenderal Panglima Perang di Tahan Karena Memberontak.

Beberapa Alustista Militer Canggih Seperti 14 Kapal Perang Hilang, 42 Helikopter Hilang dan Beberapa Tank yg digunakan oleh Pemberontak. Di Kabarkan Bahkan ingin menyerang Kediaman Presiden. Beruntung saat Kejadian Gagal karena di Hadang oleh Rakyat Pro Presiden Recep Tayyip Erdogan.





APA PENYEBAB KUDETA :
Pada Tahun 2003. Recep Tayyip Erdogan ditunjuk sebagai Perdana Menteri Turki dan Partai Keadilan Pembangunan AKP. Kemudian Pada Tahun 2014 ia menjadi Presiden Pertama yg Terpilih Secara Langsung oleh Rakyat. Sebelumnya : Turki Tak Pernah Seperti ini ya, Karena Pemilih Presiden sebelum-sebelumnya diatur, diawasi, dan dipilih oleh Parlemen Pemerintahan Turki yg Demokrasi.

Foto : Presiden Recep Tayyip Erdogan
Recep Tayyip Erdogan memiliki Ideologi sangat Islamis. Jauh Sebelum dirinya Berkuasa. Ia Pernah juga Mendirikan Partai Bernuansa Islam.  

Selama Memimpin Turki dalam Jabatannya. Presiden Recep Tayyip Erdogan ingin mengembalikan Lagi Kejayaan Bangsa Islam Seperti Kerajaan Ottoman Pada Masa Lalu yg Telah Runtuh Pada Tahun 1 November 1922 Akibat Terkikis oleh Nilai-Nilai Demokrasi yg dibawa oleh Pengaruh Eropa dan Amerika Serikat.

Foto : Ilustrasi Kerajaan Ottoman Pada Masa Lalu
Sistem Pemerintahan Recep Tayyip Erdogan juga mirip-mirip Seperti Affiliasi “IKHWANUL MUSLIMIN” yang ada di MESIR. Di Mana Ajarannya ingin Mengajak dan Menuntut sebuah Bangsa Turki untuk ditegakannya kembali “Syariat Allah” berlandaskan ajaran Islam.

Islam di pandang sebagai sebuah DIEN yg UNIVERSAL dan MENYELURUH. Bukan hanya Islam Cuma mengatur masalah ibadah saja. Tapi ISLAM mencakup juga ke Pengaturan masalah tatanan Ekonomi, Politik, Ideologi, Militer, Perdagangan, Pendidikan, Kepemimpinan, dll dalam Suatu Bangsa Turki.

Nah, Recep Tayyip Erdogan ingin Pemerintahannya seperti ini. Mirip Seperti Kerajaan Ottoman dan Ikhwanul Muslimin. Di Mana, Dalam Sistem Politiknya juga ikut serta Proses Demokrasi. Tapi Demokrasi hanya di Pandang Sebagai SARANA aja. Bukan Tujuan UTAMA.

Karena masalah ini lah yg akhirnya membuat beberapa Rakyat Turki yg PRO DEMOKRASI menjadi Marah Besar dan Akhirnya Memberontak.

Foto : Fethullah Gulen tinggal  di Pennsylvania. Amerika Serikat. Presiden Erdogan ingin Gulen dibawa ke Turki untuk di Hukum Mati 
Erdogan mengklaim : Penyebab KUDETA adalah FETHULLAH GULEN yg Kini Bertempat Tinggal di Amerika Serikat. FETHULLAH adalah Lawan Politik yg PRO DEMOKRASI dan Erdogan PRO OTTOMAN.

Mereka Berdua memiliki Rakyat dan Tentara Pendukung Masing-Masing yg Terbelah Menjadi 2 Bagian. Tetapi Secara GARIS BESAR. Rakyat dan Militer Pendukung Erdogan Lebih Banyak. Ketimbang Pemberontak Pro Demokrasi. 

Foto : Rakyat Turki Pro-Erdogan menggagalkan Tank Pemberontak 


PERANG TERHADAP KURDI, BASHAR AL ASSAD, IRAN, DAN ISLAMIC STATE
Selama masa Kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pemimpin Karismatik asal Turki ini juga mendapatkan banyak musuh dan lawan.

Foto : Pasukan Peshmerga Kurdi
Sebut Saja Peperangan Melawan Bangsa KURDI yg masih terjadi hingga saat ini. Alasannya agar KURDI tak dapat mendirikan Negaranya Sendiri di depan Halaman Rumah Turki. Lalu, Turki juga berniat menghancurkan Pemerintahan Islam Syiah di Suriah yg di Pimpin oleh Presiden Assad yg didukung oleh IRAN + RUSIA.

Foto : Presiden Syiah Assad Suriah dan Putin Russia 
Lalu ada juga musuh yg SANGAT KUAT. Yaitu Pasukan Mujahidin ISLAMIC STATE (ISIS) yg Tepat berada di depan Pagar Halaman Rumah Turki. ISLAMIC STATE di Pandang Turki sebagai Aliran Islam Sesat Radikal yg Berpaham Salafisme (Wahabi).

Foto : ISIS
Foto : ISIS atau DAULAH ISLAMIYYAH
Untuk Mengalahkan Musuh-Musuh yg Begitu KUAT.

Presiden TURKI Erdogan harus berkepala dua

Foto : Erdogan bersama Presiden Amerika Serikat. Barrack Obama
Untuk Mencapai Impian Realisasi Kepentingan ini. Maka Erdogan juga harus membuka kepentingan Ekonomi Terhadap banyak Bangsa dan membuka Kerjasama dengan Pimpinan Amerika Serikat dan NATO Eropa yg dinilai mampu mengimbangi Kekuatan Militer & Ekonomi musuh-musuhnya Tersebut.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Penulis : Afrid Fransisco

Semoga Bermanfaat. GBU

Related Post