Langsung ke konten utama

Melawan Tank T-14 Armata Rusia. AS Ciptakan Tank Abrams M1A2 SepV4 (2017)

Persaingan Teknologi Persenjataan Global Semakin Memanas. Ilmu Pengetahuan yg dibutuhkan Semakin Tinggi, Rumit dan Kompleks. Negara Beruang Merah Rusia Memiliki Tank T-14 Armata. Secara Teori Sangat Sulit untuk di Kalahkan.

Kerajaan United Kingdom Telah Melambaikan “Bendera Putih Tanda Menyerah”. Ngga Tahu Lagi Bagaimana Harus Melakukan Upgrate Teknologi Kepada Tank MBT Challenger 2 untuk dapat mengimbangi Teknologi & Ilmu Pengetahuan yg ada pada Tank T-14 Armata.

United Kingdom  memutuskan membuka Lowongan Proyek Challenger 2 Life Extension Bagi Perusahaan atau Negara Sekutu Seperti Rheinmetall Jerman, Ferancis Safran, General Electric AS, Italia Finmeccanica, dan Israel Elbit System untuk dapat menolong memperkuat Tank Challenger 2 ke Versi yg Lebih Canggih.

Jerman dianugerahi Kontrak Terbesar menciptakan Tank Bagi Kerajaan United Kingdom. Dengan Syarat Proyek Pengerjaan di Lakukan Bersama BAE SYSTEM.

Praktis, Kedigdayaan Perusahaan Militer dari Kerajaan United Kingdom yg kita Kenal memiliki Tank Kebal Lapis Baja Chobham Armor. Dan Telah Menguasai Ilmu Pengetahuaan Teknologi Tank Selama 100 Tahun. Kini Telah Hancur Sudah. Tak Bisa Berbuat Apa-Apa Lagi.

Kini Kerajaan UK Menyerahkannya Kepada Jerman Rheinmetall untuk Meriam 120 mm L55 Smoothbore. Dan Kepada Israel Rafael untuk Teknologi ERA Explosive Reactive Armor.

Sedangkan. Negara Jerman dan Ferancis. Untuk Melawan Kekuatan T-14 Armata.

Memutuskan Bersatu Menciptakan “Tank Leopard 3”. Di Mana Analisi BND menunjukkan bahwa Tank Leopard 2 sudah ngga layak untuk menghadapi T-14 Armata Rusia. Karena memiliki Persenjataan Tinggi dengan kemampuan bertahan hidup yg sulit di tandingi.

AMERIKA SERIKAT NGGA PENGEN KALAH HADAPI T-14 ARMATA
Foto : Tank M1A2 Abrams

Amerika Serikat selama ini mengandalkan TANK ABRAMS di Garis Terdepan.

Kita Tahu, Tank ini udah jeblok dan hancur akibat dihantam oleh Rudal Kornet, Rudal TOW dan Truck Bom Bunuh Diri milik Tentara ISIS (Islamic State). Situasi diperburuk dengan Kehadiran T-14 Armata Rusia yg memiliki Teknologi jauh lebih rumit.

Untuk Mengatasi Hal Tersebut. Pemerintah AS melalui Juru Bicara Jenderal David Bassett melaporkan varian generasi pembaharuan Tank Abrams menjadi M1A2 SEPV4. Di Jadwalkan Tes Pertama Hadir Tahun 2021.

STRATEGI PERANG M1A2 SEPV4 MENGHADAPI T-14 ARMATA
Foto : T-14 Armata Rusia

Pemerintah AS ngga Menjelaskan Secara Terperinci mengenai Spesifikasi dan Strategi Utama Menghadapi T-14 Armata Rusia. Karena memang akan diungkap pada Tahun 2021 nanti.

Jadi masih lama ya…?

Permasalahan Utama AS adalah Pada Momok Meriam yg saat ini masih mengandalkan Rheinmetall.

AS diketahui Telah Gagal Hingga 2 Kali Berturut-turut dalam Pengembangannya karena Kalah Teknologi dari Jerman. AS Pernah Mencoba Membangun sendiri 120 mm XM360 Pada Tahun 2002–2009 Tapi Gagal. Sehingga tetap memutuskan menggunakan Smoothbore 120 mm gun L/44 milik Jerman saja yg Lebih Efesien dan Canggih.

Sebagai Informasi. Hampir  Seluruh Tank MBT Utama yang ada di dunia ini menginstal Teknologi dari Jerman. Mulai dari Amerika Serikat, Turki dengan Tank ALTAY, Korea Selatan dengan Tank K2 Black Panther, India dengan Tank Arjun, Bahkan Sampai ke Jepang.

Kecuali Israel dengan Seluruh Armada Tank Merkava IV Menggunakan Meriam Produksi Sendiri Smoothbore IMI 120 mm bukan menggunakan milik Teknologi Jerman. Sedangkan IRAN, KOREA UTARA, YUGLOSLAVIA, SERBIA + CHINA menggunakan Teknologi 2A46 125 mm dari Rusia.

Di Kabarkan melalui Program The US Army Combat Vehicle Modernization Strategy TRADOC. Amerika Serikat ingin Kembali mencoba berjuang membangun Varian Versi Sendiri XM360E1.



Walaupun Pernah Gagal. Ada sedikit keberhasilan yg diraih Negera Donald Trump. Pembelajaran Kegagalan ini yaitu Rumus Terciptanya Teknologi AMP (Advanced Multi Purpose).

Apa itu AMP…? AMP adalah Penggabungan Kemampuan Putaran Tembak dari 4 menjadi hanya 1 saja. 

Artinya dapat meringankan berat & Tempat Turret Tank Abrams. Sekaligus mempercepat Tembakan Amunisi Kinetic untuk menembak secara beruntun berkali-kali dengan lebih cepat dan Sekaligus Memberikan Kekuataan High Energy untuk Memuntahkan Amunisi dari Luar Jangkauan secara Line of Sight (LOS)

Kami Telah menggunakan Konsep Pemodelan. Mengetahui Batas Batas apa yang dapat kita lakukan..? Kita membangun ulang dari bawah ke atas. Kami akan terus berkembang untuk dapat mengembangkan Kendaraan (Tank Abrams M1A2 SEPV4) ini”. Sahut David Bassett.

Beliau juga mengatakan Tank Abrams Generasi Terbaru ini akan di Lengkapi Sensor Canggih dan Bahan Lapis Baja Komposit yg Lebih Ringan Tetapi Perlindungannya sama kuat seperti yg besar.

Kunci utama Terletak Pada Hal yg disebut “TRACKED TERMINATOR”. Artinya Kemampuan Sensor, Radar, Komputasi Sistem, Sensor Pencitraan FLIR, Resolusi Kamera Tinggi, Digital Imaging, dan Sistem Elektronik di Tingkatkan Agar Tetap Bekerja Mesti Kondisi Berdebu, Kabut atau Hujan.

Tujuan Pengembangan SENSOR memungkinkan mendeteksi, melacak dan mengidentifkasi Lawan lebih awal dari Jarak yg Lebih Jauh sebelum Lawan menembak Lebih dulu.

INSTAL KEMAMPUAN TARDEC DAPAT MENJADIKAN TANK ABRAMS M1A2 SEPV4 SEPERTI ROBOT
Foto : TARDEC

TARDEC
adalah Program Pusat Rekayasa, Pengembangan dan Penelitian untuk dapat menjadikan sebuah Kendaraan agar dapat mengemudi dan mengendalikan dirinya sendiri dari jarak jauh tanpa awak.

Pemerintah AS Bersama Lockheed Martin Telah Menguji Pada Truck Militer Pertama Kali Pada 29 Mei 2014 yg di Nyatakan Berhasil. Ilmu Pengetahuan TRADEC akan menjadi salah satu Teknologi yg diinstal pada Tank Abrams M1A2 SEPV4 agar mampu menjadi otonom.

KEKUATAN MESIN LEBIH KUAT DAN CEPAT
Kekuatan ini disebut sebagai ECP. Menambahkan Peningkatan Unit Daya Tambahan Mesin agar memiliki Daya Laju yg Lebih Kuat nan Cepat dan Hemat Bahan Bakar.

PERLINDUNGAN AKTIF TROPHY

Trophy adalah Perlindungan Aktif APS yang menggunakan Sensor, Radar, Pemrosesan Komputer, Perhitungan Matematika cepat untuk menemukan dan mencegat Tembakan Lawan seperti RPG, Anti-Tank, ATGMs, untuk dihancurkan sebelum mengenai lapis baja Tank. 

Sistem ini Telah Operasional Sejak 2012.

Pemerintah AS Telah Berbicara Kepada Pemerintah Israel untuk memiliki Teknologi Trophy Tersebut. Sehingga di Pastikan Tank Abrams M1A2 SEPV4 menggunakan Perisai APS dari Israel.

Negara Israel Sendiri saat ini Pada Tahun 2016  Sedang Mengembangkan TROPHY Generasi ke 3. Yang Menggabungkan Kemampuan IRON FIST dan TROPHY.

KESIMPULAN 2021 :
Jika Kita Tarik Kesimpulan. Begini Strategi Amerika Serikat menghadapi Tank T-14 ARMATA Pada Tahun 2021 nanti. 

Apabila Benar Terjadi Konflik Peperangan Melibatkan Pertempuran Antar Tank dari Kedua Kubu. Amerika Serikat dapat menggunakan 2 Komponen Tank Abrams Berawak dan Non-Awak.

Tank Non-Awak di Gunakan Sebagai Pengecoh/Penipu atau untuk dikirim ke Garis Lebih Terdepan untuk mendeteksi Keberadaan T-14 Armata Lebih Awal.

Dengan Bekal Kemampuan Sensor Pendeteksi yg Lebih Tajam dan Kemampuan AMP. Tank Abrams akan menembakkan Amunisi Kinetics dari Jarak Rentangan Jauh bukan 1 atau 2 kali Tembak saja. Tapi Menembak Berkali-kali untuk menembus Perlindungan APS Afghanit dan Baja Reaktif T-14 Armata yg di Informasikan oleh Peneliti dari Institute Steel and Alloy mampu menahan Amunisi Uranium M829. 

Cerita dapat berbeda apabila Amunisi di Tembak Berkali-kali. Apakah Lapis Baja T-14 yg diketahui telah menghabiskan biaya Pengembangan R & D Rusia Sebesar Rp 5.000 Triliun Selama 10 Tahun mampu menahan serangan bertubi-tubi. 

Apabila Strategi Tetap Gagal. Mesin Abrams yg Lebih Cepat dapat Melakukan Manuver ZigZag Sehingga Menyulitkan T-14 Armata mengenai Sasaran. 

Apabila Tetap Gagal. Pilihan Terakhir Berserah Kepada Sistem Perlindungan Aktif APS TROPHY dan BERDOA.

Karena Tak ada Lagi yg bisa diandalkan dari Lapis Baja Armor yg ada pada saat ini untuk menghadapi Laju Serangan T-14 ARMATA. 

Artikel Lainnya :

Youtube : Tank ABRAMS M1A2

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat. GBU

Related Post