Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Turki Beli Rudal S-400 Rusia Seharga Rp 33 Triliun Rupiah (2017)

S-400 TRIUMF adalah Rudal yg didesain oleh Almaz Antey (100% Saham milik Perusahaan Plat Merah Rusia) dengan Tujuan untuk menembak Jatuh Pesawat Tempur, Helikopter, Pesawat Drone, Rudal, dan Segala Objek apapun yg Terbang dalam Jangkauan Tembaknya.

Sistem Radar dan Baterei Listrik Pada System S-400 TRIUMF mampu mengendus Kedatangan Pesawat Tempur Lawan dari Jarak 600 Km Jauhnya.

Sebagai Penyelesaian. S-400 akan menembak jatuh Pesawat Tempur dari Jarak 400 Km hanya dengan waktu 1 menit 23 detik atau berkecepatan 17.000 Km/Jam.


S-400 mampu menembak Objek Terbang yg berada di Ketinggian vertical 185 Km mendekati Luar Angkasa.

Militer Amerika Serikat dan NATO menyebut senjata ini sebagai SA-21 Growler.

Sistem Senjata S-400 memiliki 4 Jenis Rudal Multifungsi dalam Sistem Kinerjanya yg Terbagi dalam 4 Jenis Cakupan Jarak Tembak. Yaitu Rudal 40N6 (400 Km), 48N6 (250 Km), 9M96E2 (120 Km) dan Jarak Pendek 9M96E (40 Km).

AMERIKA SERIKAT + NATO BERHARAP BERITA INI ADALAH “HOAX”

Pemerintah Turki Telah menegaskan membeli S-400 dari Rusia seharga $ 2,5 Miliar. (atau sekitar Rp 33 Triliun Rupiah). Kesepakatan Telah dibicarakan dengan Rusia sejak Juni 2017.

Jika ngga ada aral melintang, S-400 dapat diterima Pada Tahun 2019.

Namun sejauh ini. Amerika Serikat + NATO belum dapat memastikan kebenaran berita tersebut.
   
Mencoba menanyakan ke orang-orang Rusia dari Perusahaan Rosoboronexport. Sejenis Agen Perantara untuk Ekspor/Impor Senjata dan Teknologi Pertahanan milik Rusia.

Seperti biasa, mereka enggan memberikan komentar dan Rincian.

Menurut Pemerintah Turki. 2 diantaranya akan di dibangun oleh Ilmuwan Turki. (Khususnya dalam Transfer of Technology pada Bagian Baterei Rudal Anti-Pesawat).


Hal Tersebut juga menegaskan, Suatu saat nanti. Turki ingin benar-benar Lepas dari Ketergantungan Teknologi militer Amerika Serikat + Barat. Sehingga bisa menghasilkan dan memproduksi sistem Pertahanan Sendiri.

Ilmu Know-How dan Transfer Teknologi dari Rusia dapat memberikan Pemahaman yg Lebih Cepat. Ketimbang mencoba menyalin Sistem S-400.

Apabila melakukan Copy Paste. Hal Tersebut dapat membahayakan Anggaran Keuangan Pemerintah Turki karena menghabiskan miliaran dolar dalam Riset dan Ilmu Penelitiannya.

Selama ini, Turki Telah berhasil membangun Alustista Sistem Pertahanan Mandiri disebut dengan ACV30 HISAR. Menggunakan Platform berupa Rudal ukuran 35 mm. Yang di Lengkapi dengan Tiang Pengawas dan System Radar Electro Optic Infrared (EO/IR).

hisar+hisar.jpg (567×572)
Foto : HISAR
Sayangnya, Cakupan Daya Jelajah Tembak hanya 10 Km saja dan masih memiliki banyak kekurangan disana sini.

Sehingga Ilmu dari Rusia khususnya di Bidang Baterei dapat mempercepat Ilmuwan Turki mengelola varian Pertahanan Terbaru yg Lebih Mutakhir. Walaupun nantinya Tetap akan berada di Bawah Ketangguhan S-400 Rusia.

Setidaknya, Turki dapat selangkah lebih maju.

Jika Berita Pembeliaan ini Benar adanya. Hal tersebut dapat mengoncang Amerika Serikat. Namun AS + NATO berharap Informasi ini HOAX. 

Turki sendiri adalah Anggota NATO. NATO didirikan dengan Tujuan utama melawan dominasi Uni Soviet. Sekarang Uni Soviet namanya Rusia. Jadi, NATO dan AS menganggap Rusia adalah “Musuh Abadi”.

Bagaimana mungkin, Turki yg merupakan anggota NATO. Justru membeli Senjata dari musuh NATO. Yaitu Rusia.


Sebagai Informasi buat teman-teman. S-400 TRIUMF memiliki Teknologi IFF (Identification Friend Foe) yg hanya mengenal Kode-Kode Rusia.

Jadi, semua Pesawat Tempur buatan Barat + Amerika Serikat akan dianggap Musuh dan beresiko Tertembak.

Hal ini Tentu menjadi Ancaman bagi Militer Amerika Serikat + NATO apabila melewati cakupan wilayah Radar Sistem S-400 di wilayah Turki. Khususnya dibagian Turki Barat pada Tahun 2019 nanti.   

Di Tambah dengan Dana segar sebesar Rp 33 Triliun. Dapat menjadikan Anggaran Pemerintah Rusia meningkat drastis. Hal Tersebut juga Berbahaya,

Karena Proyek-Proyek Militer Terbaru dari Rusia Versi yg Lebih Mematikan akan menjadi nafas baru bagi ilmuwan Rusia dalam Pengembangan Senjata yg lebih sulit untuk ditanggulangi oleh NATO + AS

Embargo Perdagangan yg ditujukan ke Rusia juga semakin Tak efektif dan Berakhir dengan Sia-Sia.

Selain Turki. Rudal Sistem S-400 juga telah di Beli oleh CHINA dan INDIA. Pertengahan Tahun 2018. S-400 Segera Tiba di China. 

KONFLIK & KEKESALAN 

Mengapa Turki membeli S-400 dari RUSIA.

Analisis dari Pengamat Militer mengatakan hal ini wajar. Mengingat Turki sudah mengalami Kekesalan beberapa kali oleh NATO, UNI EROPA dan Amerika Serikat.  

Pada Konflik di Suriah & Irak. Amerika Serikat menganggap Kaum Kurdi sebagai Lawan Terbaik bagi ISIS. Sehingga AS memberikan bantuan Persenjataan bagi Kurdi. Disisi lain, Turki justru menganggap Kurdi adalah Terorist.


Turki juga kesal dengan Amerika Serikat dan NATO (UNI EROPA) karena membiarkan Fethullah Gulen berada di AS sehingga sulit untuk di Tangkap. Padahal Presiden Recep Tayyip erdogan ingin menangkap Gulen yang dianggap melakukan Percobaan kudeta pada dirinya.

AS + NATO memandang Pemerintah Turki semakin OTOKRATIS seperti Era OTTOMAN.   

Sedangkan Erdogan menganggap Uni Eropa (NATO) ingin “Mengacaukan Pemerintahan Turki”. Jadi dapat masuk akal jika Turki membeli Senjata dari Rusia.


Artikel Lainnya :

Youtube : RUSIA S-400

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU