Langsung ke konten utama

70 Tahun Kemerdekaan Israel. Peluang dan Tantangan Tentara IDF di Masa Depan (2018)


Pada tanggal 14 Mei 2018. Negara ‘Israel’ genap berusia 70 tahun. Banyak usaha gigih nan ulet telah diraih oleh rakyat zionis yahudi untuk bekerja demi kemajuan peradaban negaranya menjadi seperti saat ini.

Telah banyak gedung pencakar langit di bangun, infrastruktur perkotaan yg semakin baik, destinasi pariwisata yg diolah dengan sedemikian rupa, membangun kekuatan militer & teknologi, iptek, antariksa dan perkembangan startup yg pesat terjadi di negara kecil ini.

Banyak orang melihat berdirinya Israel merupakan suatu keajaiban yg luar biasa. Negara ini mampu bertahan dari berbagai gabungan serangan peperangan dan berjalan dengan kisah yg begitu pahit. 

Pada awalnya Yahudi di bantai oleh bangsa Romawi (sekarang, Italia) dengan menyebabkan perkiraan 1.100.000 juta orang Yahudi tewas, kemudian mereka mengungsi eksodus dari Jerusalem menuju ke berbagai penjuru dunia untuk melarikan diri dari perang.

Pada tahun 1940-1944. Lagi-lagi, orang-orang Yahudi di bantai oleh pasukan SS, NAZI (Jerman). Menyebabkan korban Holocaust 6.000.000 juta orang Yahudi tewas.  

Merasa diri terancam hidup di berbagai belahan dunia dan dianggap sebagai orang asing.

orang-orang yahudi melalui gerakan zionis yg dikumandangkan oleh tokoh Theodor herzl memiliki impian visi dan misi demi mengumpulkan seluruh yahudi dari penjuru dunia untuk berkumpul kembali mendirikan negara Israel di tanah kampung halaman orang-orang Yahudi yg kini disebut Palestina melalui deklarasi Balfour.

Israel membentuk pula pasukan IDF (Israel defence Force).


IDF membuktikan ketangguhannya dengan mampu bertahan melawan segala bentuk ancaman yg ingin membantai dan memusnahkan orang-orang Yahudi.

Berbagai rentetan perang dilalui tentara IDF sejak 1 hari berdirinya Israel pada tanggal 14 Mei 1948 demi melindungi rakyat sipil yahudi dari pembunuhan negara-negara lain.  

Wilayah Tepi barat, Sinai, Yerusalem, dataran tinggi Golan suriah, dan Palestina telah berhasil di caplok oleh Israel.

Menyebabkan luas wilayah Israel menjadi lebih luas dari sebelumnya walaupun diakui telah melanggar resolusi PBB.

Situasi keamanan Israel setelah 70 tahun Kemerdekaan

Pada tahun 1948. Hanya terdapat 600.000 orang di Israel.

Sekarang populasi berjumlah 8.800.000 juta orang. Sekitar 6.600.000 juta orang merupakan orang Yahudi beragama Yahudi. Membentuk (74,5%).

Sedangkan sekitar 1.800.000 juta orang Arab beragama Islam. Membentuk (20,9%).

Orang-orang Arab tersebut didapat berasal ketika tentara IDF mencaplok tanah mereka.

Sisanya, 404.000 ribu orang (4.6%) adalah orang-orang Africa dan pendatang dari Internasional. Dominasi mereka yaitu agama atheis, bahai, hindu & Kristen.

Israel telah menjalin kedamaian bersama dua mantan musuhnya. Mesir (sejak 1979) dan Yordania (sejak 1994).

Hubungan walaupun terkadang cukup dingin namun Israel bekerjasama dalam masalah keamanan melawan ISIS bersama Yordania & Mesir di pertempuran semenanjung Sinai.

100% negara-negara mayoritas muslim di seluruh dunia, seperti Arab Saudi, Indonesia, Turki, Libya, Malaysia, dll, umumnya tak memiliki hubungan bilateral & mengacu pada tingkatan embargo (boikot produk zionis).

Islam dan Yahudi terkenal sulit untuk akur dan memiliki hubungan yg sangat buruk.

Tetapi Israel enggan memasalahkan problem tersebut, Karena pasar marketplace di penjuru dunia masih luas. Israel dapat menjalin kerjasama dengan baik melalui negara-negara mayoritas ateis, kristen, hindu dan buddha. Seruan pemboikotan yg digadang-gadang oleh 57 negara umat islam melalui OKI sama sekali tak memiliki dampak berarti bagi Israel. Beberapa negara OKI diketahui diam-diam menjalin hubungan ekspor-impor dengan Israel walaupun tak memiliki hubungan diplomatik. contohnya : Indonesia.

Palestina & Hamas di Gaza


Ribuan kali letupan-letupan terjadi melawan intifada yg digelar oleh Palestina menyangkut masalah batas wilayah yg kini dikuasai oleh Israel.

Pembicaraan dialog antara Israel dan otoritas palestina untuk mencapai kesepakatan selalu gagal berakhir dengan konflik.

Mengacu pada masa depan.

Palestina & Hamas tak mungkin pernah mampu lagi melawan Israel untuk merebut Jerusalem.

Gigihnya perjuangan pejuang palestina dikirim melawan hanya untuk berakhir mati tak berdaya dengan terkena serangan rudal, bom dan tembakan sniper yg dilesatkan oleh Pasukan IDF untuk menghalau di sepanjang tembok dinding pagar perbatasan berdasarkan zona merah.

Foto : Israel Defense Force
Yerusalem merupakan kota milik Israel, bukan milik Palestina. 

Palestina berasal dari orang-orang badui arab dan orang-orang khilafah yg datang ketika kota Yerusalem telah sunyi ditinggal oleh orang-orang Yahudi akibat eksodus pengungsian. 

dan ketika Israel kembali ke kampung halamannya telah dipenuhi oleh orang-orang Arab yg kini bernama 'Palestina'. 

Tantangan Terberat
Suriah, Iran & Hizbullah Lebanon masuk sebagai jajaran musuh Israel sejak lama.

Dari awal, Israel menentang kehadiran militer Iran di Suriah, termasuk kehadiran militer salah satu bangsa adidaya, Rusia yg diamati sangat hati-hati karena dapat menimbulkan resiko dikemudian hari bagi Israel apabila terjadi kesalahan sehingga membutuhkan jalur komunikasi real-time antara Rusia-Israel.

Foto : Pasukan Spetsnaz Rusia
Rusia memiliki kepentingan politik & ekonomi yg begitu besar terhadap Suriah, Tetangga Israel.

Suriah kaya terhadap sumber daya alam Gas.


Selama Rusia dipimpin oleh Vladimir Putin dari Gereja Kristen Ortodoks.

Israel tak perlu kwatir terhadap kepentingan Rusia di Timur Tengah.

Namun yg diawasi dengan ketat ketika kekuasaan presiden Vladimir berakhir tahun 2024. Apabila digantikan oleh Partai Komunis Federasi Rusia yg terkenal 'Atheis'.

Belum diketahui apa dampaknya apabila Rusia dipimpin oleh Presiden Komunis.

Rusia-Iran (+Koalisi Syiah) semakin mesra ataukah Rusia mengubah haluan dengan bekerjasama dengan ISIS yg lebih ‘KAYA RAYA’ dan meninggalkan Suriah & Iran.

ataukah Rusia menjadi sekutu ISIS, sekaligus menjadi sekutu Iran-Suriah (+koalisi Syiah) dalam waktu bersamaan. Tetapi memiliki dua wajah. Dengan tujuan berjualan senjata kepada dua pihak-pihak yg berperang. 

Foto : ISIS atau Islamic State
Polemik Rusia masih menjadi misteri dan teka-teki bagi Israel. 

Tujuan utama Rusia mau turut membantu bekerjasama berperang di Suriah hanyalah bermasalah mengacu pada inti yg disebut ‘Uang / Ekonomi’.

Perlindungan Rusia memiliki syarat tersembunyi demi menyuguhkan Siapa yg bisa beli produk senjata Rusia yg lebih banyak, Siapa yg bisa diandalkan untuk membeli produk-produk (non-senjata) milik Rusia, dan siapa yg punya Sumber Daya Alam melimpah.

Sebagai informasi bagi anda.

Pendapatan Terbesar untuk anggaran APBN Nomor #1 di Rusia berasal dari perdagangan senjata.

Walaupun Rusia memiliki hutan, gas, peternakan, minyak, perikanan dan mineral yg melimpah namun pemerintah Rusia lebih tertarik berdagang teknologi persenjataan.

Hizzbulah Lebanon ataukah menuju bentuk kehancuran
Foto : Pasukan Syiah Hizzbullah
Israel telah menyatakan siap untuk menggunakan kekerasan kekuatan militer. Walaupun sebenarnya ngga pengen berperang melawan Lebanon. 

Iran tak dibiarkan Israel mendirikan pangkalan militer. Serangan udara telah ditunjjukkan oleh IAF.

Penempatan baterei & Iron Dome di sepanjang perbatasan utara dalam menghadapi Hizzbulah telah disiagakan.

Apabila Hizzbulah memecik petikan rudal & roket yg diperkirakan berjumlah 150.000 ribu.

Perang mungkin tak terelakkan.

Serangan pembalasan udara, darat, laut dari armada Israel menyebabkan kerusakan berat di masa depan apabila perang pecah.

Hizzbulah dapat kalah secara TOTAL. karena 150.000 rudal & roket tak cukup memadai untuk mengalahkan Israel. Walaupun tetap berbahaya bagi pertahanan Israel.


Apabila terjadi peperangan, Ekonomi Israel dapat merosot untuk biaya perang melawan Hizzbulah, Lebanon.

Namun hanya sementara saja.

Sebagai ganti pemulihan dengan cepat. Israel dipastikan menerapkan siasat strategi mencaplok seluruh wilayah Lebanon demi memperkuat kembali keuangannya dengan mendapatkan lahan dan sumber daya alam yg baru.  

Luas wilayah Israel bertambah justru semakin besar dengan mengusir orang-orang Lebanon & mengalahkan Hizzbulah apabila perang masa depan terjadi.  

Perubahan Demografi di Amerika Serikat
PeW (Pew Research Center) melansir kalangan pendukung Israel asal Amerika Serikat berasal terbanyak dari Generasi Baby Boomer.

Mereka ini lahir antara 1946-1964. Di dominasi oleh orang-orang Gereja Kristen protestan yg dikenal fanatik dan pendukung setia terhadap Israel.

Lembaga dan Lobi Yahudi seperti CUFI & AIPAC

Dapat dengan mudah menguasai pemerintahan Amerika Serikat karena melobi pemerintah AS agar memberikan bantuan bagi Israel.



Tantangan masa depan di Amerika Serikat berasal dari kalangan milenial, generasi Z dan generasi alfa yg justru kebanyakan kini berasal dari kelahiran Gereja Katolik.

Demografi penduduk AS semakin bertambah banyak berasal dari Katolik yg diisi oleh anak-anak muda.

Protestan (51%), Katolik (23%), Sisanya Yahudi, Islam, Buddha, Hindu, Ateis dan pecahan kristen lainnya seperti Mormon, Mainline, Jehovah, dll.



Artikel Lainnya :

Orang-orang Kristen katolik dikenal kurang begitu mendukung Israel. Karena menganggap yahudi penyebab kematian Tuhan Yesus.

Umat Katolik tak segan-segan pula melakukan boikot & mengutuk seperti yg dilakukan oleh kebanyakan negara Eropa atau Uni Eropa, dimana mayoritas Katolik.

Amerika Serikat adalah negara Kristen Protestan terbesar satu-satunya di dunia pendukung loyal Israel.

Israel membutuhkan AS karena Amerika Serikat merupakan kekuatan global super power sebagai pelindung.

Namun ancaman demografi dengan populasi atheis dan katolik yg bertumbuh pesat di Amerika Serikat. Dapat mengancam kelangsungan Israel di masa depan.

Pada tahun 1776. Agama Katolik di AS hanya 1% dari populasi. Katolik tumbuh cepat menjadi 65.000.000 juta orang di AS. Umat Katolik membentuk bagian dari partai politik.


Partai Republik 79% menyatakan loyal terhadap CUFI & AIPAC yg didominasi oleh orang-orang kristen protestan evangelis.

Sedangkan Partai Demokrat banyak dikuasai oleh orang-orang katolik. 

Kunci keberhasilan Israel di masa depan memastikan lembaga lobi CUFI & AIPAC tetap berdiri tegak di Amerika Serikat agar tak digantikan atau dikuasai oleh kekuatan Gereja Katolik Roma. Karena dapat berbahaya bagi Israel.

Sejarah membuktikan. Hitler NAZI melakukan pembantaian kejam terhadap Yahudi.

Israel tentu tak ingin pembantaian terjadi untuk kedua kalinya.

Youtube : Pasukan IDF

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post