Langsung ke konten utama

Diary Urban Farming, Family Cooking, Travel dan Gaji Bisnis Online Mei 2018 [ Rp 551.200 ]


Hari ini Tanggal 1 Juni 2018. Seperti biasa saya mulai menulis Pendapatan Bisnis Internet saya yg berasal dari hasil bulan lalu Mei 2018.

Tulisan ini saya tulis sebagai Pedoman bagi saya untuk mencari kelemahan & kelebihan strategi bisnis online saya untuk menjadi lebih baik lagi.

Gaji+Penghasilan.jpg (600×400)

Bulan Mei 2018. Saya banyak melakukan perjalanan ke luar kota di pulau Kalimantan tengah. Kalau ngga salah jalan-jalan ke 3 desa yg berbeda-beda, menembus hutan dan menerjangi perbukitan yg terjal.

Dalam lubuk hati saya bertanya-tanya, kok ada sih penduduk yg mau aja nih tinggal di tempat yg jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Bukankah semakin mereka jauh dari kota, harga kebutuhan semakin mahal.

Ternyata pendapat saya salah. 

Memang untuk beberapa kasus agak mahal, seperti pakaian, laptop, makanan snack, dll. 

Tapi ngga semua harga menjadi mahal.

Harga ayam, harga ikan, beras, dll justru lebih murah banget ketimbang di kota.


Penduduk desa ditempat yg saya kunjungi di Kalteng banyak bekerja di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

Seperti kebun sengon, kebun karet, kebun pete, kelapa sawit, kebun singkong, kebun semangka, padi, pepaya, nanas, cimpedak, jeruk, ternak burung wallet, ikan, bebek, itik, ayam, sapi, kambing, babi, dll.  

Bahkan saya ada menemukan yg hampir 100% keluarga di desa tersebut mengantungkan hidupnya dari bisnis pohon karet. 

Oh ya, ada juga pekerjaan yg bergerak di bidang pertambangan. seperti tambang emas dan tambang batu bara. Kemudian bisnis lainnya mengikutinya.

Nah, kebutuhan tersebut yg dikirim ke kota yg dibeli oleh orang-orang kota.

Rasa penasaran saya bertambah-tambah untuk melihat dalam kasus berukuran lebih besar. Istilahnya disebut ekonomi makro.

Saya mencoba mengunjungi website nightearth.com untuk mengetahui pola apa yg sedang terjadi dengan ekonomi ini.



akhirnya saya berpendapat pulau Jawa yg ditampilkan dengan nuansa terang penuh cahaya merupakan pusat perkotaan di Indonesia. Sekaligus menjadi pusat lokasi bagi industri, perdagangan & manufaktur.

Sedangkan pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Papua. Merupakan pusat perkebunan, pertanian dan pertambangan.

Hasil analisa mencengangkan saya dalam skala lebih besar cukup mengejutkan apabila membandingkan dengan letak geografis earthviewmaps.com.

Hampir semua negara industri manufaktur raksasa saya temukan berada di tengah-tengah bumi.

Seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Eropa, Rusia, India, Iran, UEA, Kuwait, Qatar, Israel, Mesir, China, Pakistan, Arab Saudi, Turki, Korea selatan dan Jepang adalah pusat perkotaan padat penduduk & industry maju.

Apakah pembahasan hari ini penting. Ya, menurut temuan saya ini penting karena saya bekerja sebagai investor cryptocurrency. Penelitian ini berharga sebagai bekal ilmu baru bagi saya dalam mengambil keputusan berinvestasi pada perusahaan berbasis cryptocurrency.  

Ternyata letak geografis yg berada di tengah-tengah dunia begitu berperan dalam membangun industri yg sangat maju.

Pantasan saya sering menjumpai petuah dari banyak pedagang yg berjualan lebih memilih tempat strategis yg padat dilalui oleh banyak orang-orang. Ketimbang di tempat yg sepi. Industry tak lepas dari apa yg disebut perdagangan.

Cryptocurrency ngga bisa lepas dari pasar.


Pada screenshot diatas mengambarkan garis kawasan raksasa industri perkotaan dan manufaktur. Sedangkan yg berada di luar jalur garis merupakan negara penyedia bahan baku.

Amerika Serikat, Rusia, India, China, Mesir, Libya, Aljazair, Uni Eropa, dan Arab Saudi.

Merupakan 9 negara paling beruntung di muka bumi. Karena geografisnya bertindak memiliki 2 fungsi. Sebagai penyedia bahan baku tanaman pangan, tambang, dll sekaligus tempat industri & perkotaan raksasa. Sayangnya di Libya, Aljazair, Mesir, dan Arab Saudi mengalami ketandusan.

GOOGLE ADSENSE & BISNIS CRYPTOCURRENCY

Artikel Lainnya :

Bulan Mei 2018. Aktivitas ngeblog saya seperti biasa aja.

Untuk bisnis Cryptocurrency juga masih seperti kemaren. Cuma aja udah ada sedikit ralat dikit tentang teknik strategi yg diterapkan.

Afrid sudah tak lagi memiliki kepemilikan di Rupiah. 90% semua mata uang telah disimpan dalam tabungan Cryptocurrency.

Bitcoin menjadi aset paling penting untuk disimpan dalam jangka waktu hingga 50 tahun.

Sedangkan rupiah digunakan sekedar untuk belanja beli kopi, teh, dll.

Afrid juga udah memutuskan hari ini berhenti di aktivitas trading jual-beli altcoin cryptocurrency dalam jangka waktu pendek.

Karena menurut saya fluktuasi sulit diprediksi. Kini saya menggunakan indodax dan pasar marketplace lainnya untuk membeli aset digital untuk disimpan dalam jangka waktu 1 tahun – 50 tahun.

Aset digital yg saya miliki saat ini adalah Bitcoin, Zcash, Sirilabs, Arcona, Neuroseed, Cartaxi, Crypterium dan Colu Technologies.

Jika ada modal dari Tuhan Yesus, saya berencana berinvestasi di Cedex dan WePower

Kemudian menyimpannya dalam waktu sangat lama.


Sedangkan trading jangka pendek tetap dilakukan tetapi menggunakan cara lain yaitu option binary olymptrade. Saat ini saya belum terjun dibidang ini karena sedang mengumpulkan modal untuk memenuhi syarat sistem martingale

Mengingat saya kehilangan uang hampir Rp 2.500.000 di Olymptrade akibat loss (salah prediksi) dan masih kurang memiliki pengetahuan trading yg memadai. Seiring waktu saya sedang meningkatkan ilmu. 

INCOME MEI 2018
Google Adsense                                                        Rp 212.069

Investasi Trading Cryptocurrency                              Rp 339.131

Total                                                                          Rp 551.200

Terima kasih Tuhan Yesus untuk rejekinya hari ini. GBU

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post