Langsung ke konten utama

8 Laut dan danau mengering yang segera punah (Lautan kini berubah jadi hamparan pasir tandus) (2018)


Di bangku sekolah dasar, kita belajar tentang perubahan iklim global warming pemanasan global.

Hal ini, menyebabkan peningkatan pertambahan volume air laut akibat es di kutub utara dan kutub selatan mencair.

Di prediksi, Jakarta dan kota-kota besar lainnya yg berada di dekat bibir pantai dapat tenggelam untuk beberapa tahun kemudian.

Benarkah pendapat ilmuwan tersebut…? 

Di beberapa tempat, keadaan terjadi sebaliknya.

Jumlah air terbukti semakin menyusut mengakibatkan beberapa negara mengalami ketandusan extrem.

Jika dibiarkan berlarut-larut, bisa-bisa seluruh laut di bumi ini punah.

Alam membuktikan bahwa telah terdapat beberapa laut yang segera ingin menjadi punah dan air-nya semakin dangkal mengering akibat kekeringan.

Kini laut dan danau berubah bagaikan tempat pasir yang tandus.

1]. Laut Aral (Kazakhstan-Uzbekistan)
Foto : Kapal yang menjadi saksi kemegahan lautan aral
Kapal-kapal nelayan di laut aral kini banyak menjadi karat besi karena tak lagi digunakan. Air sudah pergi, begitu juga dengan ikan-ikan. Laut menjadi daratan. 

Tanaman-tanaman layu.

Citra satelit dibawah ini menujjukkan laut aral pada tahun 2000, dibandingkan pada tahun 2017. Garis kuning menunjjukkan luas lautan pantai pada tahun 1960 yg lalu.

Foto : laut aral tahun 2.000
Foto : Laut Aral tahun 2017 melalui Satelit NASA
Hanya masalah waktu saja bagi sisa-sisa laut aral menuju kepunahan.

Berikut perbandingan laut aral melalui foto dari penampakan kamera pesawat terbang pada tahun 1985.

Foto : Laut Aral tahun 1985. melalui foto kamera pesawat
2]. Danau Faquibine (MALI)
Terletak di benua Africa. Tepatnya di negara Mali. Sebelum wabah kekeringan melanda tahun 1970. 

Danau Faquibine banyak terdapat ikan sehingga menghidupkan banyak warga lokal dari aktivitas memancing.


Perbandingan tahun 1978, 2006. Dan, kondisinya terkini tahun 2018. 


Danau Faquibine mengalami keruntuhan total. Air tersisa sangat sedikit. Untuk mendapatkan air, seseorang harus berjalan jauh ke tengah-tengah danau untuk mengali sumur.

3]. Laut Dead Sea [Israel-Yordania]


Disebut juga laut mati, karena tak ada kehidupan yg dapat bertahan dengan tingginya kadar garam disana.

Air dari laut mati turun 91 cm per tahun.

Akibat digunakan eksploitasi besar-besaran oleh Israel dan Yordania untuk mengeruk untung dari penjualan garam sebagai bahan pembuatan bumbu masak, objek wisata, obat, pupuk kalium klorida yg berharga bagi tanaman, dan menjual garam sebagai pembuatan senjata bom.

Israel memanfaatkan tingkat kedalaman permukaan dead sea yg sangat dalam dan penguapan air laut yg tinggi ini untuk mencari keuntungan.


Saltofthearthltd.com merupakan salah satu perusahaan Israel yg menjual garam tersebut.

Berenang di laut mati (dead sea) seseorang yg ngga bisa berenang tak mungkin tenggelam karena terus mengapung. Ini adalah laut paling terkenal di dunia yg dijadikan objek wisata, mengundang banyak turis dari mancanegara.



4]. Danau Urmia [Azerbaijan-Iran]

Urmia adalah danau terbesar di Timur tengah terletak di sekitar perbatasan Azerbaijan dan Iran.

Dimasa silam, Pemerintah Iran pernah membangun 6 bendungan dan 11 aliran air untuk mengalirkan perkebunan untuk memproduksi makanan bagi penduduk sekitar.

Didirikan pula sebuah objek wisata mewah untuk menikmati panorama keindahan danau bagi turis-turis disana.


Namun apa daya, sekarang danau urmia perlahan demi perlahan mengering dan airnya terasa semakin asin membentuk kristal-kristal garam akibat penguapan yg tinggi.

Kapal wisata kini tak berdaya, pemandangan menjadi gersang nan tandus. Hanya butiran garam-garam yg terlihat.

5]. Danau Assal [Djibouti]

Foto : warna putih = butiran garam akibat penguapan air laut yang tinggi
Terletak di gurun yang panas. Didekat kawasan gunung api.

Akibat penguapan terik matahari yg tinggi, air di danau assal mengering. Menyisakan butiran garam yg pada akhirnya di jual ke eropa dan negara-negara Africa lainnya.

Hewan ternak dan unta dapat lalu lalang di tempat yg dulunya banyak air ini.


Sepertinya bagi warga lokal, walaupun danau assal mengering ngga jadi masalah berarti.


Pekerjaan sebagai petani garam berlimpah ditempat ini begitu menguntungkan sehingga penduduk mendapatkan penghasilan baru.

6]. Danau Chapala [Meksiko]

Nampak indah di mata melihat pemandangan danau Chapala di Meksiko.

Namun kita ngga boleh terjebak, sebab sejak tahun 1955 sampai 2001. Air di danau Chapala telah diketahui lenyap hingga 25%.

Pemerintah Meksiko telah merasakan dampak malapeta ini terhadap pembangkit listrik tenaga air. 

7]. Danau Chad [Chad, Niger, Nigeria, Kamerun]
Foto : Keterangan danau chad : warna biru = air, warna hijau = tempat tumbuh pepohonan, warna kuning = berdebu, tandus,
Menggenaskan, mungkin ini-lah kata yg paling tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Menurut PBB, luas danau Chad sebelumnya adalah 16.093 km persegi. Tetapi pada tahun 2001 telah menyusut hingga 95%. Mengakibatkan luasnya hanya tersisa seluas 933 km.  

Berbagai usaha ambisius pemerintahan lokal untuk berusaha bekerjasama memperbaiki penurunan air selalu berakhir gagal.  


Gundukan pasir didekat bibir danau ditumbuhi oleh pepohonan. Sedangkan sisa-sisa pengeringan yg jauh dari sumber air ini menjadi tempat berdebu. 

Artikel Lainnya :

8]. Danau Poyang [China]

Danau Poyang, dulunya seluas 4.500 kilometer persegi. Tapi kini telah kering sebagian, menyisakan hanya 1.572 kilometer persegi.

Secara historis, danau ini dikenal karena kelimpahan banyak ikan air tawar dan udang. Kapal dagang sering lalu lalang disini.

Hari ini penampakannya berbeda. 

Penduduk sudah bisa berjalan kaki disini, padahal dulunya dipenuhi air.




Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post