Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hanya ada 1.500 Tentara Us Army. Mengapa Turki Tak berani Serang Pangkalan AS di Incirlik (2018)


Hubungan Amerika Serikat dan Turki dari hari ke hari kian memburuk.

Masalah ini sebenarnya telah dipicu sejak lama. Mulai dari permasalah Fethullah Gulen, masalah Kurdi, masalah Pembelian rudal S-400, masalah pembebasan pendeta Andrew Brunson, hingga ke permasalahan perang dagang (trade war) yg dilancarkan oleh Donald Trump, dimana membuat mata uang Turki, Lira anjlok.


Masih ingat dibenak kita. 

Ketika Turki secara berani melancarkan agresi militer ke Kurdi dan menyerang wilayah ISIS menggunakan kekuatan militer dalam operasi Euphrates Shield.

Banyak orang tewas dalam penyerangan yg dilakukan oleh Turki yg dilancarkan pada tahun 2016 yg lalu.

PERMINTAAN PENUTUPAN PANGKALAN AMERIKA SERIKAT. INCIRLIK AIR BASE

Incirlik Air Base adalah pangkalan militer Amerika Serikat yg didirikan pada tahun 1951 di Turki.



Rakyat Turki dan Pemerintah Turki sebenarnya telah sejak lama mengeluh terhadap keberadaan pangkalan militer AS tersebut agar segera ditutup.


Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan :

Sejak lama Turki tidak nyaman dan menentang kehadiran pasukan militer Amerika Serikat di pangkalan udara Incirlik karena kebijakan Washington tidak ramah terhadap Turki. Sahutnya.

Incirlik Air Base menampung berbagai alustista militer seperti F-16, F-15, A-10 dan pesawat-pesawat tempur lainnya. 

Jika mengacu kepada langkah berani Turki meluncurkan operasi Euphrates Shield. Mengapa Turki tak mampu melakukan aksi yang sama terhadap Incirlik Air Base. Padahal jumlah tentara AS hanya ada 1.500 personil saja di Turki. Sewajarnya mereka telah terkepung oleh 710.000 tentara Turk Silahili Kuvvetleri.


Untuk diketahui.

Selain memiliki pangkalan militer di Turki. Amerika Serikat juga memiliki pangkalan lain di :

Yordania sebanyak 1.500 tentara,

Di Kurdi Suriah sebanyak 2.000 tentara,

Di Irak sebanyak 5.000 tentara,

Di Kuwait sebanyak 15.000 tentara,

Di Qatar sebanyak 10.000 tentara,

Di Bahrain sebanyak 7.000 tentara

Dan di UEA sebanyak 5.000 tentara.

Masing-masing pangkalan dilengkapi pesawat tempur yang mampu diutus terbang cepat menuju ke Turki.


Ini belum termasuk kapal induk yg berlayar di dekat Laut Mediterania di wilayah Turki. Tiap 1 unit kapal induk dapat membawa 40-90 unit pesawat tempur.

Sebagai informasi, Amerika Serikat memiliki 20 kapal induk aktif pada tahun 2018.

Di Belahan benua Eropa dan Uni Eropa (NATO). Jumlah porsi tentara Amerika Serikat di benua biru berjumlah sangat besar mencapai lebih dari 120.000 – 200.000 tentara.

Mereka dilengkapi pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan bom nuklir. Sebagian besar berpangkalan pusat di Italia, Yunani, United Kingdom (Inggris), Spanyol, Rumania, dan Jerman. Dikendalikan oleh United States European Command ESEUCOM.

Dengan melihat data diatas tinta hitam dan putih. Pemerintah Turki sebagai tuan rumah yang memiliki jumlah tentara sebanyak 710.000 tentara. Tentu tak berani melakukan penyerangan ke pangkalan Incirlik.

Efek balasannya dapat sangat sangat sangat mengerikan. AS dengan mudah mengirim berbagai pesawat tempur yg terdekat dari lokasi hanya dalam waktu hitungan jam untuk melakukan tindakan pembalasan.  

Artikel Lainnya :

INCIRLIK TURKI BUKAN PILIHAN SATU-SATUNYA. SOUDA BAY YUNANI  PANGKALAN TERBAIK AS DI DEKAT TIMUR TENGAH
Foto : Pangkalan Incirlik, Turki
Pangkalan Incirlik di Turki bukan satu-satunya.

Amerika Serikat mendirikan pula pangkalan militer di Souda Bay, Yunani. Bahkan disebut-sebut sebagai ‘BEST IN THE MED”. Artinya pangkalan tempur serang terbaik untuk kawasan Mediterania atau timur tengah.

Dalam 1 tahun terakhir, aktivitas di pangkalan ‘Souda Bay’ di Yunani meningkat secara drastis. Sedangkan aktivitas di Turki menurun.

Sebanyak 20 senjata bom Nuklir yg ditempatkan di Incirlik telah dipindahkan ke pangkalan militer AS yg lainnya.

Foto : Kapal Induk AS di Yunani, Souda Bay
Juru bicara kedutaan besar AS mengatakan :

Yunani adalah pilar penting stabilitas menjaga kawasan demokrasi dalam menghadapi banyaknya tantangan keamanan. Amerika Serikat sangat menghargai kerja sama yang erat dan hubungan timbal balik yang baik bersama mitra sekutu kami, pasukan Hellenic.

Kami secara rutin melakukan latihan bersama secara teratur, tentara kami saling bekerjasama dalam ilmu pendidikan militer. Lebih dari itu, kami selalu berlatih bersama. Faktanya pasukan Amerika Serikat dan Yunani telah lebih banyak melakukan latihan perang dalam 1 tahun terakhir sepanjang sejarah kami. Sahutnya.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU