Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Israel RedSky : Teknologi Pemati Pengacau Drone di Angkasa Secara Otomatis (2018)

Foto : Israel RedSky Anti-Drone

Kabar menyedihkan datang dari negara Venezuela. Ketika presiden ‘Nicolas Maduro’ sedang berpidato di kota Caracas untuk merayakan ulang tahun ke 81 Garda Nasional Venezuela.

Tiba-tiba, 2 Drone mainan yg dilengkapi dengan hulu ledak bom datang menuju ke arah tempat Maduro sedang melakukan pidato.

Barisan tentara pemerintahan Venezuela dibikin lari kocar-kacir. Seharusnya mereka bertugas menjaga presiden. 


1 drone mainan yg dikendalikan dari jarak jauh, menabrak sebuah gedung apartemen membuat seorang tentara yg sedang berjaga-jaga terluka dibagian kepalanya, akibat percikan ledakan bom tersebut.

1 drone mainan lainnya yang menuju kearah presiden Nicolas Maduro dilumpuhkan dengan tembakan senapan mesin.  

Ini hanyalah sepenggal kisah nyata.

Betapa berbahayanya sebuah drone mainan yg bisa dibeli diberbagai toko-toko baik offline maupun toko online.

Nah, Apabila drone mainan tersebut diikat dengan bom, IED, ranjau, atau hulu ledak lainnya.

Maka Lengkaplah sudah sebuah senjata mematikan dari mainan drone.    


Tahukah anda...? 

Di Timur tengah sudah banyak orang meninggal dunia akibat diserang oleh drone. Negara ISIS (Islamic State) sejak lama menjadikan drone mainan menjadi drone ala militer yg dapat melakukan pemboman.   

Israel RedSky

Drone memang diketahui membawa banyak keuntungan positif bagi umat manusia.

Entah untuk hobi, bisnis, atau berbagai macam kegiatan bermanfaat lain-lainnya.

Namun disisi lain, Drone mainan terbukti dapat menghadirkan ancaman dan bahaya pembunuhan dengan meledakkan dirinya di tengah-tengah keramaian.

Seperti upaya pembunuhan yg terjadi pada saat pidato presiden Nicolas Maduro.

Sistem pertahanan drone otomatis adalah solusi paling jitu untuk meminimalkan dampak bahaya mengerikan terhadap semakin maraknya serangan drone-drone mainan.

Perusahaan asal Israel IMI SYSTEM, Telah menciptakan teknologi mutakhir disebut RED SKY yang mampu mendeteksi, mengacaukan, menganggu dan menetralisir kendaraan udara tanpa awak yg ingin melakukan aktivitas kejahatan.


RED SKY dapat digunakan untuk melindungi lokasi keberadaan presiden, melindungi stasion sepak bola, melindungi kantor pemerintahan, lapangan bandara, pelabuhan, infrastruktur penting, markas militer, dan melindungi orang-orang dari kalangan VVIP.


Teknologi RedSky membentuk gelembung udara sejauh 6 km untuk mendeteksi drone-drone mainan yg berada disekitar area perlindungannya. Apabila drone-drone tersebut mendekati lokasi sepanjang garis protocol 2 km.

RedSky siap menembakkan sinyal jamming secara otomatis untuk menjatuhkan dan menghancurkan atau memutuskan komunikasi antara drone dan remote control sang empunya pemilik drone sehingga menjadi tak aktif/tak berfungsi.

Red Sky menggabungkan deteksi radar aerial yg unik, electro optical thermal acquisition, dan kemampuan netralisasi rangsangan high powerful RF (Radio Frekuensi).  

PELANGGAN PERTAMA REDSKY :
Pelanggan pembeli pertama teknologi ‘Red Sky’ dari Israel adalah Thailand.

Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand menggunakan RedSky untuk melindungi sekitar 250.000 orang dan perwakilan pejabat penting resmi dari 42 negara dalam upacara pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej Rama IX.  


Selama acara berlangsung, RedSky sukses mematikan dan merusak 2 drone sipil di angkasa yg tak memiliki izin otoritas.

Selain produk RedSky.

Di Israel terdapat 5 produk Anti-Drone lainnya. Yaitu Apollo Shield, Covexum, IAI Guard, Rada RSK dan MTECH Jammer.

Anti-Drone RedSky mampu melacak & melumpuhkan 100 target drone-drone mainan dalam 1 waktu bersama.

Energi listrik yg dibutuhkan RedSky sekitar 400 watt.

Redsky mampu melumpuhkan drone murahan yg berharga sekitar Rp 3.000.000 – Rp 100.000.000 juta rupiah.  

Nama produk : Red Sky

Perusahaan : IMI SYSTEM

Kantor Pusat : Israel

Artikel Lainnya :

Youtube : Israel RedSky

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU