Langsung ke konten utama

Menatap Bagaimana Masa Depan Industri Militer China (2018)


Bagaikan kerbau yang ditusuk tali pada hidungnya oleh seorang petani.

Inilah masa depan yang terjadi pada industri militer di China.

Untuk informasi mendetail mengetahui seluk beluk laporan ini.

Teman-teman dapat membaca secara tuntas artikel ini.

Penasaran yuk langsung aja kita simak ya.

INDUSTRI MILITER CHINA TAMPIL MENGESANKAN
Foto : Tentara PLA, China
Republik rakyat Tiongkok atau China merupakan sebuah negara raksasa dengan populasi penduduk mencapai 1.379.000.000 miliar orang.

Sejak 1 Oktober 1949. China telah berjuang keras membangun transformasi industri pertahanan militer dalam negeri buatan lokal ‘Made by China’ untuk kemandirian kedaulatannya.

Dari fakta sejarah yang ada. Rusia dan Israel terlibat dalam pengembangan awal kemajuan industri militer di China.

Pesawat berteknologi tinggi seperti pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) dan robot otonom drone merupakan karya cipta Israel, China kemudian mengembangkan pesawat peringatan dan control udara canggih secara mandiri.

Pada tahun 1994. Pemerintah China diketahui membeli teknologi IAI HAROP senilai $ 55 juta dolar dari Israel.

Pada tahun 1996. China membeli teknologi radar pesawat peringatan dini EL/M-205 Phalcon (Phased Array, L-Band, CONformal) dari Israel.


Tak terhitung pula banyaknya senjata-senjata mutakhir buatan China sebenarnya hasil karya dari kloning Rusia.

Ilmuwan China memecahkan kode-kode, perangkat dan sistem buatan Rusia. Menyusun, Merakit, Menjiplak dan Merekayasa ulang memperbaiki kelemahan yang ada untuk mengembangkan alustista mandiri.

Tak ada salahnya menyalin (copy paste), Toh negara-negara maju lainnya juga pernah saling menyiplak (kloning). Ebnarkan…,

Industri kemandirian pertahanan dalam negeri buatan produksi lokal begitu penting bagi kedaulatan China untuk memenuhi kebutuhan tentara PLA China.

99% industri militer China dikuasai oleh BUMN China. Seperti AVIC, Norinco, China Aviation industri general aircraft, COMAC, HAIG, dll.


Ada 10 BUMN Senjata China terlibat proaktif membangun persenjataan.

Peran BUMN penting karena China menganggap langkah ini paling efesien, hemat biaya, dan pengaturan pengawasannya lebih mudah.

Ketimbang menggunakan industri militer publik yg terdaftar di bursa saham terkesan liar dan mudah rentan terjatuh ke pihak asing. [Kecuali : apabila 50% sahamnya dikuasai oleh pemerintah]

Program-program industri pertahanan BUMN China secara langsung menggunakan keterlibatan antara kaloborasi perusahaan-perusahaan elektronik & teknologi sipil. Seperti Lenovo dan Huawei.

Ini pula menandakan kontribusi perusahaan sipil swasta kepada kesetiaannya bagi negara yg dipimpin oleh Partai Komunis China.

Selama 4 dekade.

Teknologi-teknologi militer yg diciptakan oleh China tampil dengan sangat mengesankan.

China membangun Kapal Selam kelas Yuan, membangun pesawat drone Pterodactyl, Wing Loong, Caihong (Rainbow), membangun JF-17 Thunder, menciptakan rudal C-801/C-802, Pesawat tempur latih K-8, Tank APC WZ-551, Perisai udara HQ-9, Truk militer CS/VN3, Kapal perang 053, 054A, 056, rudal nuklir dongfeng, Helikopter Z-9G, Z-10, Z-15, Z-19E, Radar YLC-8B, SC-2E, pesawat tempur J-31, Tank VT-5, Tank MBT-3000, Pesawat tempur J-20, kapal induk Liaoning, rudal hipersonik, pesawat amfibi AG600, pesawat pembom Xian H-6, dan masih banyak lagi.



KELEMAHAN CHINA, TERKEKANG OLEH RUSIA
Seperti pembahasan diatas, China tampil mengesankan.

Data yg dirilis oleh lembaga SIPRI. Menunjjukkan keunggulan China dari sisi ekspor persenjataan setara bersaing dengan 5 negara powerful di bidang persenjataan mutakhir berteknologi tinggi yg menguasai dunia. Seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, United Kingdom, dan Israel.

China mampu mengekspor senjata ke 44 negara seperti Arab Saudi, Meksiko, Peru, Nigeria, Kenya, Thailand, Indonesia, Irak, Alzajair, Turkeministan, negara-negara Africa, Bangladesh, dll.

Keunggulan berdagang senjata di China dikenal mudah. Karena tak memiliki syarat-syarat berarti. Maksud saya, tak adanya kasus embargo seperti yg dilakukan oleh Amerika Serikat. Lagipula, harga persenjataan China lebih murah. 

Perdagangan senjata China mirip seperti Rusia. ‘Ada uang ada Barang’ atau ‘Ada Komoditas ada Barang’. China agresif menyangkut masalah perdagangan internasional. 

Ironis, China memiliki kelemahan paling fatal. 

Walaupun ahli mengekspor senjata ke berbagai negara.

Disisi lain negeri tirai bambu tersebut tak bisa melepaskan dirinya dari ketergantungan dengan teknologi-teknologi tinggi impor buatan Rusia.


Contohnya saja, industri helikopter China tak bisa lepas dari komponen perusahaan raksasa dunia, Kamov buatan Rusia.

Begitu pula dengan mesin pesawat tempur seperti AL-31FN dan RD-33. Ini hanyalah beberapa contoh kecil saja.


China menyadari bahwa hubungan ‘Rusia-China’ ini sangat mengekang. Perjalanan China agar mampu mandiri 100% tampaknya mustahil dicapai karena terhalang terjal dan jalan yg berliku-liku.

Ilmuwan & insinyur China berjuang keras mencapainya yg harus diakui ini tak mungkin terjadi dalam waktu dekat bahkan ditahun-tahun mendatang.

Untuk menciptakan model senjata baru modern. China telah berjuang sangat berat untuk mengkloning persenjataan dari Rusia atau berjuang keras menciptakan versi mutakhir yg lebih baru.

Waktu masa depan yg pasti datang. Langkah-langkah China menjadi hal yg lebih sulit. 

Karena orang-orang Rusia sudah paham betul kelemahan teknologi China.

China telah terjebak ke dalam permainan Rusia. 

Rusia memanfaatkan China untuk peningkatan pemasaran marketing dengan cara kerjasama partnership bagi hasil demi meraup keuntungan terhadap adanya akses luas pasar yg dimiliki oleh China melalui perdagangan internasional jalur sutra.

Artikel Lainnya :

TANTANGAN KEKANGAN DARI RUSIA (LAGI dan LAGI)

Tantangan lain negara China datang dari Amerika Serikat. Bukan, bukan seperti yg kita bayangkan. Saya ajak anda untuk merenung sebentar dan membaca artikel ini lebih teliti.

Militer China bersaing ketat dengan Amerika Serikat.

Ada titik dimana, China ragu-ragu menyamai teknologi militer Amerika Serikat. Oleh sebab itu, untuk menandingi Super Power Amerika Serikat. China lagi-lagi (dan lagi-lagi) terkekang oleh Rusia. Kok bisa…?

Untuk melawan kedigdayaan Amerika Serikat. China membutuhkan teknologi mutakhir. Memang seperti pembahasan diatas, China tampil mengesankan mampu memproduksi senjata secara lokal dan mandiri.

Tapi tahukah anda. Senjata AS bukan main-main, sangat berbahaya.

Apabila China hanya mengandalkan produksi senjata lokal yg belum teruji battle proven. Ini menjadi masalah. Oleh sebab itu China terpaksa membeli senjata-senjata canggih lagi, lagi dan lagi dari Rusia.

Menurut SIPRI. Kebanyakan senjata canggih China dibeli impor dari Rusia. Seperti Su-35, S-400, dll.

China dikenal sebagai Pengekspor Terbesar ke 5 di dunia. Namun disisi lain China sebagai Pengimpor Terbesar ke 5 di dunia juga, Kebanyakan Persenjataan membeli dari Negara Beruang Merah Rusia.


Hubungan China terhadap Rusia seharusnya diwaspadai. 

Karena musuh yg dapat melemahkan kedaulatan industri pertahanan militer China bukan datang dari musuhnya seperti Amerika Serikat. Tetapi dari sekutunya itu sendiri, Rusia ternyata sudah mengekang keras China pada saat ini. 

Ibarat kerbau besar yg ditarik dengan tali. Inilah yang terjadi dengan China.

Cepat atau lambat, 

Militer China harus mengakui dan bertekuk lutut kepada sang beruang merah, Rusia.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post