Langsung ke konten utama

Serangan Benteng Terakhir Terorist di Idlib, Suriah (2018)

Idlib adalah sebuah provinsi diatas ketinggian 500 meter dari atas permukaan laut.

Di huni oleh 3.000.000 juta orang penduduk mayoritas muslim Sunni dengan sisa tentara 10.000 pasukan.

Idlib adalah benteng terakhir milisi kaum Islam Sunni di Suriah.


Benteng-benteng dan kota-kota islam sunni yg dulunya ditempati kini telah dihancurkan dan dikuasai oleh rezim Islam syiah Bashar al Assad bersama sekutunya, Iran, Hizzbullah, dan Rusia.

Mengakibatkan lebih dari 11.000.000 juta umat Islam sunni yg menentang kekuasaan pemerintahan politik rezim Bashar al Assad mengungsi ke berbagai penjuru dunia.

Seperti ke Yordania, Turki, Jerman, Swedia, Serbia, Kanada, Norwegia, Switzerland, Belanda, Spanyol, Yordania, dll.  

Perang dimulai pada tahun 2011.

Sebanyak 350.000 ribu orang tewas mengenaskan. Apabila ditarik garis mundur, perang politik antara syiah vs sunni telah berlangsung sejak lama diperkirakan 500.000 ribu korban tewas. 

CABUT & HILANGKAN 

Hasan Rouhani dari Iran mengatakan :

Api perang dan pertumpahan darah di Suriah mencapai babak akhir mereka. Terorist harus dicabut dari Suriah. Sahutnya.

Sergei Lavrov dari Rusia mengatakan :

Kelompok terorist bersenjata di idlib yang menyerang posisi pemerintahan sah Suriah dan yang menyerang pangkalan udara Rusia di dekat Hmeimin harus dihapus. Sahutnya.

TURKI MEMBUKA PINTU ARUS PENGUNGSI

Idlib wilayah bagian utara dikuasai oleh tentara Turki.

Kehadiran Turki, hadir sejak invansi membasmi, mengusir & melawan ISIS (Islamic State) dalam operasi Euphrates Shield pada tahun 2016 yang lalu.

Foto : Pasukan Turki
Hingga hari ini, tentara Turki masih berada dan bertugas dinas patroli disana,

terdapat 12 titik pusat militer Turki di Idlib. Khususnya disekitar perbatasan Turki-Suriah. Di tempat wilayah ini, ISIS telah diminimalisir oleh Turki.

Presiden Turki, Erdogan dalam KTT Astana memohon kepada Rusia, Iran dan Bashar al Assad agar tak menyerang propinsi Idlib yg menjadi basis akhir penduduk mayoritas Islam Sunni tersebut. Karena bisa terjadi pembantaian serius apabila hujan rudal terjadi disana.

Erdogan berkomitmen membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengungsi yg ingin melarikan diri ke Turki.

Turki dikenal sebagai pendukung setia pemberontak oposisi Sunni untuk menggulingkan Bashar al Assad.

10.000 Tentara & 3.000.000 Juta Penduduk Tersisa di Idlib


Para pemberontak Islam Sunni yang tersisa di Idlib tetap berjuang membela tanah kelahirannya di Suriah sampai titik darah penghabisan melawan rezim syiah Assad.

Jika ini terjadi maka semakin banyak pembantaian mengingat Assad juga ingin menguasai Idlib untuk menghancurkan semua terorist yg tersisa dan memperluas daerah kekuasaannya lebih luas lagi. Assad menyebut kaum pemberontak sebagai terorist. 

Namun dari kasus sebelumnya, pemberontak oposisi akhirnya menyerah juga setelah melihat gempuran udara & darat yg dilancarkan oleh Rusia, Iran, Hizzbulah dan Suriah. Kemudian memilih mengungsi menggunakan rombongan iring-iringan bus.

Foto : Pasukan Garda Revolusi Iran
Jumlah tentara Syiah Garda Revolusi Iran diperkirakan sebanyak 3.000 tentara di Suriah. Hizzbullah 9.000 tentara, dan pasukan syiah yg berkumpul dari seluruh penjuru dunia untuk membantu rezim Assad berperang diperkirakan berjumlah 10.000 orang.

Bagaimana dengan Amerika Serikat

Foto : Iring-iringan tentara AS dan SDF Kurdi
Sejak pemerintahan presiden ‘Donald Trump’. AS sudah tak lagi mendukung pemberontak oposisi Suriah. Karena dianggap membingungkan apakah mereka kawan atau lawan.

Pemerintah AS telah meyaksikan banyak senjata seperti rudal Javelin, senapan serbu, mortir, drone pengintai, dan senapan mesin yg diberikan ke pemberontak oposisi malah jatuh ke tangan ISIS (Islamic State). Padahal AS memerangi ISIS di Suriah.

Alhasil, pemerintah AS memutuskan memindah haluan dengan mendukung pasukan kurdi SDF. 

Senjata-senjata kelas berat seperti Humvee lengkap dengan senjata telah diberikan ke Kurdi.

Foto : Kurdi SDF dukungan AS
Pangkalan militer AS berada di wilayah Suriah yg dikuasai oleh orang-orang Kurdi di wilayah timur Suriah.

Walaupun AS sudah tak lagi mendukung pemberontak oposisi Suriah. Bukan berarti melepas diri. AS tetap mendukung dalam bentuk perlindungan lain demi memastikan kekuasaan Assad tak semakin melebar ke Idlib.

Serangan Rudal Tomahawk menjadi bukti perlindungan AS terhadap pemberontak oposisi Suriah dari serangan zat kimia yg dilakukan oleh tentara Bashar al Assad.

KESIMPULAN 
Foto : Jet Rusia
Perang terus berlanjut. AS dipastikan segera menambah jumlah pasukannya di Suriah, khususnya untuk mendukung dan melindungi pasukan Kurdi SDF (Syrian Democratic Forces) yg dianggap setia loyal terhadap AS.

SDF digunakan oleh AS untuk membentuk garis pertahanan mempertahankan barisan wilayah timur dari pengaruh Iran, Rezim Suriah, Hizzbullah, Rusia, dan ISIS di Suriah, agar Amerika Serikat bisa terus ada dan terus memiliki pijakan militer di Suriah. Khususnya dibagian timur, Suriah.

Sedangkan di propinsi Idlib yg menjadi basis pemberontak oposisi dan Hayat Tahrir al-Sham.

Ada kemungkinan cepat atau lambat.  

Diprediksi, 100% para pemberontak oposisi yg masih tersisa di Suriah di propinsi Idlib tak mampu bertahan dari serangan Rusia, Iran, Suriah dan Hizzbullah.

Mereka dipastikan tercabut keluar dari propinsi Idlib untuk mengungsi ke Turki.

Atau bisa saja 'TAMAT' berakhir.

Namun disini, Rusia harus bertindak hati-hati agar korban yang melawan tak jatuh banyak.

Karena hampir semua media internasional meliput & merekam aksi serangan udara tersebut. Rusia diharuskan berusaha semaksimal mungkin meminimalkan korban sipil.

Mengingat nama besar Rusia sebagai pedagang senjata terbesar ke 2 di dunia.

Artikel Lainnya :

Youtube : Serangan rezim syiah ke propinsi Idlib

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post