Langsung ke konten utama

Rusia rancang helikopter tempur berkecepatan 700 km/jam dengan membawa 10 rudal (2018)


Hubungan Amerika Serikat dan Rusia semakin memburuk dari hari ke hari.

Setelah penumpukan militer yg dilakukan oleh AS dan NATO disepanjang perbatasan Rusia-Eropa. Di tambah dengan ketegangan keluarnya AS dari perjanjian Nuclear Forces Treaty Trakta INF dan peningkatan saksi/embargo yg dilakukan oleh AS kepada setiap negara yg membeli senjata dari Rusia.  

Sehingga menyebabkan Rusia harus bersiap-siap untuk mempertahankan prinsipnya.

Akibat terburuknya, alih-alih, Amerika Serikat mengurangi persenjataan nuklirnya. Yang ada justru malah memperbanyak dan memperbaharui upgrate bom nuclear.

Ketegangan pun muncul dengan perlombaan rudal balistik. Termasuk helikopter tempur.

Rusia rancang helikopter tempur berkecepatan 700 km/jam dengan 10-12 rudal

Di dunia ini, hanya ada 2 penguasa untuk teknologi tempur helikopter peperangan modern. Yaitu Amerika Serikat dan Rusia. Selain itu tak ada lagi negara lain yg mampu mengejar kedigdayaan kedua Superpower ini.

China mampu membangun helikopter secara lokal yaitu Harbin Z-19. Namun kemampuannya diragukan, belum battle proven, dan sering terjatuh dengan sendirinya. Itupun hasil kloning dan menyontek dari teknologi lainnya.

Uni Eropa juga mengembangkan helikopter secara lokal. 

Yaitu Eurocopter Tiger dan Agusta Leonardo Finmeccanica.

Tetapi apabila dibandingkan dengan spesifikasi yg diciptakan oleh Amerika Serikat dan Rusia. Tentu jauh berbeda. Apabila diadu dalam medan perang, kemungkinan terbesar produk-produk militer Uni Eropa dan China menjadi ladang pembantaian bagi kedua negara adidaya ini. (Rusia dan AS)

Rusia menciptakan helikopter Ka-50 Black Shark atau bisa juga disebut Ka-52 Alligator. Disebut sebagai hiu terbang. 

Pengembangan teknologinya telah dimulai sejak lama ketika Rusia masih berwujud Uni Soviet.

Baling-baling rotornya dinilai kebal untuk beberapa kali tembakan senjata otomatis. Armornya kebal melindungi pilot dari tembakan peluru 12,7 mm. 1 unit helikopter ini berharga diantara $ 16.000.000 juta dolar atau sekitar Rp 243 miliar rupiah perunit.

Youtube : Demonstrasi helikopter Kamov Ka-50 Alligator Rusia

Tak berhenti sampai disini. Rusia terus mengembangkan teknologinya menjadi lebih canggih.

Biro Desain Kamov telah membeberkan proyek rincian desain untuk masa depan helikopter tempur yg kelak digunakan oleh tentara Rusia.




Tampilannya menampilkan sistem rotor sayap tetap, rotor co-aksial, kokpit side by side dengan terdapat 2 mesin jet pesawat dibagian belakangnya sebagai pendorong.

Senjata rudal disimpan didalam secara internal.

Jumlah rudal yg dapat dibawa antara 8-10 rudal.

Helikopter yg masih dalam bentuk desain atau presentasi ini. Diharapkan kecepatannya mencapai 700 km/jam. Berkecepatan tinggi dengan sistem penekan panas inframerah (IR).

Jika proyek ini berhasil terealisasi. Maka ini menjadi helikopter perang tercepat didunia.

Lawan tanding S-97 Raider dan V-22 OSPREY/VALOR 

Amerika Serikat tentu tak tinggal diam melihat perkembangan signifikan yg dilakukan oleh rivalnya Rusia.

Helikopter S-97 Raider dan V-22 Valor/OSPREY menjadi kandidat lawan tangguh bagi generasi penantang helikopter tempur Kamov dimasa depan.

V-22 Valor/OSPREY adalah helikopter multifungsi yg berkecepatan laju maksimum hingga 509 km/jam. Helikopter ini telah diproduksi sebanyak 112 unit. Harga perunit $ 67.000.000 juta dolar atau sekitar Rp 1 triliun 18 miliar rupiah.


Sedangkan, S-97 Raider adalah helikopter tempur serangan ringan berkecepatan tinggi yg juga sedang dikembangkan oleh Amerika Serikat.

Pada tahun 2018. 

3 unit S-97 Raider telah diproduksi untuk penelitian R&D lebih lanjut.

S-97 memiliki kecepatan terbang 444 km/jam dengan persenjatan meliputi machine gun dan rudal roket peluncur. Harga perunit Raider sebesar $ 15.000.000 juta dolar atau sekitar Rp 228 miliar rupiah.

Artikel Lainnya :


Youtube : S-97 Raider Amerika Serikat

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post