Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa militer Amerika Serikat ikut terlibat konflik di LCS (Laut China Selatan) padahal bukan wilayahnya (2020)

Pernahkah teman-teman bertanya.

Mengapa militer Amerika Serikat secara massif menempatkan sebanyak 50.000 tentara US ARMY di Jepang, Korea Selatan, pulau Guam, pulau Diego Garcia, Darwin Australia, Papua Nugini dan mengapa gugus kelompok kapal induk dan kapal perang destroyer milik armada US NAVY sering lalu lalang seolah-olah mengepung CHINA.

Apakah sebenarnya tujuan Amerika Serikat…?

Mengapa militer Amerika Serikat harus berlayar ribuan kilometer untuk mengepung CHINA.

Sebelum kita dapat memahami masalah ini.

Kita harus mengenal terlebih dahulu tentang wilayah itu (LCS) dan mengetahui sejarah AS dan China.

Tentang LCS dan sejarah China :
china+kapal+induk.jpg (600×456)
Foto : Kapal Induk China
Semua orang tentu memahami bahwa LCS atau laut china selatan adalah sebuah wilayah lautan dan terdiri dari pulau pulau kaya dengan kandungan kekayaan alam yang besar.

Pada tahun 1927. Salah satu pertempuran perang paling berdarah pernah terjadi di LCS.

Sebagai informasi. 

Negara China didirikan pertama kali pada tahun 1949. Jadi, China adalah negara yang masih fresh & baru.

Sebelum negara China berdiri ada begitu banyak raja-raja, dinasti legendaris dan kerajaan kuno disana.

Peperangan dan pembunuhan sesama orang Tiongkok dalam jumlah yang tak terhitung. Menyebabkan banyak kerajaan hancur. Walhasil banyak orang keturunan Tiongkok mengungsi ke berbagai negara. Sehingga di tahun 1927 menyisakan 2 pemerintahan partai berkuasa saja. 


Partai+komunis.jpg (742×418)
Foto : Partai Komunis
Partai tersisa tersebut. Adalah partai komunis VS partai nasional kuomintang.

Sehingga terjadilah peperangan dari tahun 1927 – 1949.

Peperangan dimenangkan oleh partai komunis atheis dengan simbol bendera merah. Bagi orang-orang Amerika Serikat. Lambang tersebut nampak mengerikan dengan ciri khas golok dan palu.

Dari tahun 1927 – 1949. Partai komunis melalui tentara PLA telah membunuh lebih dari 1.500.000 tentara dan 6.000.000 warga sipil yang dianggap melawan.

Para pendukung dan orang-orang kalah dari partai nasional kemudian diusir dan beberapa melarikan diri dari daratan China.

Beberapa berlayar ke negara lain. Beberapa berlayar ke sebuah pulau yang sekarang kita sebut sebagai negara Taiwan.


taiwan.jpg (738×492)
Foto : Taiwan
Hingga detik ini. CHINA masih menganggap Taiwan sebagai negara yang membangkang dan berencana suatu saat mencaplok negara TAIWAN.

Sejak kemerdekaan dan kekuasaan China diduduki alih oleh partai komunis di tahun 1949.

Perkembangan ekonomi, militer, nuklir, politik, quantum dan teknologi China bertumbuh pesat dan kian maju menantang dominasi Amerika Serikat.

China kini menjadi raksasa ekonomi terkaya global internasional peringkat #2 dunia jika dilihat dari sektor GDP.

Pada tahun 2020. China memperbolehkan orang-orang sipil non-pemerintahan untuk menikmati kebebasan beragama atau memeluk kepercayaan lain. Tetapi melarang keras tentara, pegawai negeri sipil (ASN), insinyur, ilmuwan, guru, dokter, dan semua yang berkerja untuk pemerintahan harus atheis.  


china+ateis.jpg (640×360)

Partai komunis China memiliki 89.000.000 juta pejabat, ASN dan petugas yg bergerak diberbagai bidang pemerintahan.

Tentara pembebasan rakyat China atau PLA. Semua adalah ATHEIS.

Polisi dan tentara dari partai komunis jumlahnya luar biasa banyaknya mencapai 2.693.000 juta orang.

Militer+china.jpg (748×498)
Foto : Militer China, PLA
SEJARAH AMERIKA SERIKAT :

Amerika Serikat berdiri pada tanggal 4 Juli 1776.

Sejak Amerika Serikat terlibat dalam perang dunia ke II di tahun 1939.

Militer Amerika Serikat tak pernah kalah lagi dalam urusan berperang.


NAZI Jerman yang dikenal hebat itu dikalahkan oleh keroyokan dari militer Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Penjajah kekaisaran Jepang di bom atom oleh AS hingga membuat negeri matahari terbit itu harus melambaikan bendera putih.

Sedangkan, pada perang Vietnam. Amerika Serikat tetap sebagai pemenang utama.

Dari segi jumlah kematian. Vietnam menderita korban paling banyak dengan jumlah angka kematian mencapai lebih dari 1.100.000 juta tentara Vietnam tewas di hutan akibat tembakan meriam artileri jarak jauh. Sedangkan militer Amerika Serikat mencapai korban sebanyak 58.315 tentara.

Irak, Suriah, negara ISIS, dan Afghanistan di invansi oleh Amerika Serikat menyebabkan jutaan musuh yang menentang kedaulatan Amerika Serikat harus terpanggang oleh rudal dan bom yang dilontarkan oleh pesawat tempur AS hingga detik ini.

Setelah perang dunia ke II berakhir.

Secara praktis menyisakan 2 negara Super Power. Yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Amerika+Serikat.jpg (746×487)
Foto : Negara Amerika Serikat
Tetapi kemudian kedigdayaan Uni Soviet hancur runtuh dari dalam akibat perpecahan internal yang menyebabkan terbentuknya negara Rusia dan berdirinya berbagai negara-negara bekas Uni Soviet.

Sejak 1945 - 2020.

Amerika Serikat. Negara dengan populasi setara dengan 4% persen dari total populasi dunia.

Posisi negara ‘SUPER POWER’ tetap di raih dan di pegang oleh Amerika Serikat. Kekuasaan negeri Donald Trump selama 75 tahun di kancah global tak pernah tergoyahkan.

Insting orang-orang Amerika Serikat yaitu tak ingin dominasi tatanan Super Power ekonomi dan politik mereka dikalahkan. 

Laut China Selatan sangat penting bagi Amerika Serikat karena murni tantangan "EKONOMI".

Jadi hanya ada satu kemungkinan alasan mengapa Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer di LCS (Laut China Selatan) yaitu untuk menunjjukkan kepada Cina bahwa tidak boleh mendominasi wilayah tersebut untuk mengeruk kekayaan energi, minyak, gas, mineral, jalur tarif pelayaran dan berbagai sumber SDA lainnya dengan cara memperluas kekuatan di LCS, tidak boleh mencaplok negara Taiwan, tidak boleh melakukan reklamasi, tidak boleh mendirikan pangkalan militer di LCS atau mencaplok wilayah pulau-pulau lainnya dikeruh ekonomi tersebut demi mencoba menandingi atau menantang hegemoni Super Power Amerika Serikat.

Youtube : Amerika Serikat sedang melakukan patroli rutin di laut china selatan (2020)

Pemerintah Amerika Serikat yang dipimpin oleh presiden Donald Trump terus mencari cara bagaimana agar China tak memperluas wilayahnya menjadi lebih besar lagi.

Dengan cara memperkuat hubungan terhadap Jepang, India, Vietnam, Filipina, Papua Nugini, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan dan Filipina.

Kekhawatiran Amerika dengan Laut Cina Selatan adalah hasil dari upaya Cina untuk mengamankan kontrol atas wilayah maritim lautan LCS dan semua sumber daya yang dikandungnya

Tantangan ekonomi Amerika Serikat bakalan tampak suram.

Pertumbuhan teknologi, militer, nuklir dan ekonomi China nampak mengesankan dari hari ke hari. 

Apabila China berhasil mencaplok perluasan seluruh LCS. 

Maka China mendapatkan energy, minyak, gas dan resource baru yang begitu melimpah dan tentu saja mengancam perekonomian AS.

Walhasil tahta Super Power peringkat #1 milik Amerika Serikat kemungkinan besar kelak digantikan oleh militer China sebagai pemimpin global di masa depan 100 - 300 tahun lagi.

Cina telah melakukan militerisasi Kepulauan Spratly dengan terlibat dalam proyek reklamasi di Laut Cina Selatan. Orang Cina semakin mengeruk pasir dari dasar laut dan memperluas ukuran pulau terumbu karang yang telah mereka tempati.


Foto : Pesawat tempur PLA, CHINA


China melalui partai komunis berlambang simbol menakutkan tersebut telah membangun lapangan  bandara udara militer untuk mendukung proyeksi kekuatan pesawat tempur termasuk pembom, sistem pertahanan udara S-400 dan HQ-9. Termasuk mempersiapkan pesawat angkut besar untuk pasukan khusus penerjun payung. 

Dengan kehadiran militer ini, Cina pasti mengendalikan Laut Cina Selatan. Dan posisinya yang semakin kuat. Inipun hanyalah sebatas permulaan untuk perluasaan yang lebih besar lagi. 

Militer Cina dapat menerapkan pemblokiran memblokir perdagangan jalur kapal komersial internasional untuk dialihkan dengan biaya tarif cukup besar sehingga menambah pundi pundi keuangan partai Komunis.

Pada Oktober 2015. Pemerintahan mantan presiden Barrack Obama menanggapi tindakan China dengan meluncurkan patroli angkatan laut "kebebasan navigasi" di Laut Cina Selatan, mengirimkan sinyal yang jelas kepada China bahwa Amerika Serikat hadir disana.

Ketika pemerintahan presiden Donald Trump berkuasa.

Insting Trump menjadi inti cikal bakal Amerika Serikat untuk mendominasi yang tak ingin terkalahkan. Sehingga menjadikan militer Amerika Serikat kian nampak garang dan agresif dalam melawan tindakan China di Laut Cina Selatan.

Amerika Serikat terus mencari cara mencegah perluasan LCS yang dilakukan oleh CHINA.

Kelak banyak orang di seluruh bumi berkata :

Lebih baik Amerika Serikat menjadi Super Power. Ketimbang China.

Youtube : Militer China 2020. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU