Langsung ke konten utama

4 manfaat olahraga lari untuk kesehatan tubuh dan otak (2020)

Tubuh kita dirancang Tuhan Yesus untuk berlari.
 
Bukan dirancang untuk terus terusan naik kendaraan bermotor atau mobil.
 
Selama jutaan tahun yang lalu.
 
Tubuh manusia memang didesain untuk menjelajah bumi, menaiki bukit, berlari dan berjalan sepanjang berkilo kilometer.
 
Bentuk pinggul kita, kaki kita, cakram tulang belakang kita yang mampu menyerap guncangan. Semua ini memang sepertinya dipergunakan untuk berlari dan berjalan.

 
Namun sejak revolusi industri.
 
Nenek moyang kita mulai meninggalkan kebiasaan berlari dan berjalan.
 
Walhasil, merebaklah penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke dan penyakit tersumbatnya pembuluh darah kardiovaskuler.
 
Orang orang zaman sekarang sudah jarang berlari. Bahkan untuk ke Indomaret dan Alfamart terdekat saja memakai motor.
 
Berlari dan berjalan berkilo kilometer memang melelahkan.
 
Namun ada 5 manfaat berlari yang ngga boleh terlewatkan bagi kita untuk kesehatan tubuh dan otak kita, berdasarkan apa yang dihasilkan oleh para peneliti. 
 
1]. Memperkuat tulang

 
Ada orang beranggapan bahwa berlari menyebabkan tulang lutut kita menjadi sakit dan pegal pegal.
 
Dalam sebuah studi penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dengan melibatkan 2.637 peserta.
 
Berlari secara rutin dapat memperkuat tulang dan mengurangi resiko terkena penyakit osteorthritis (pengeroposan tulang).
 
Ini kebalikan dari mitos yang didengar oleh banyak orang.
 
Berlari dapat mengurangi nyeri pada kaki, mempertahankan pergerakan sendi, mengurangi keausan dan mengurangi pengeroposan tulang. 
 
Asupan kalsium dan vitamin D saja. Tanpa diimbangi dengan olahraga berlari tak dapat mencegah osteoporosis.
 
Itulah mengapa pentingnya aktivitas lari untuk menciptakan kekuatan dan kepadatan mineral tulang dan ditambah dengan kalsium dan vitamin D.
 
2]. Mempertajam kemampuan imajinasi daya berpikir otak



 
Otak memiliki fungsi kognitif yaitu mengatur fokus, mengingat dan berpikir.
 
Saat otak mulai blank dalam berpikir atau terasa pikun.
 
Cobalah berlari selama 30 - 60 menit atau lakukan dalam jangka panjang.
 
Peneliti dari Amerika Serikat merumuskan sebuah hasil bahwa olahraga teratur dapat merangsang pembentukan mitokondria sehingga otak memiliki stamina berlipat ganda.
 
Kenapa orang cepat pikun, sulit kosentrasi, susah belajar, sering lupa, susah menyerap pelajaran yang disampaikan oleh ibu guru.
 
Peneliti telah menemukan jawabannya yaitu karena penghasil energi di tingkat sel otak tak diberi asupan dan tak memiliki energi cukup. Dalam bahasa kerennya disebut lola (loading lambat).  
 
Berlari dapat menghasilkan energi pada otak, membentuk neurotransmitter seperti serotonin, noreponefrin, dan membentuk mitokondria sel yang kuat.
 
3]. Mengurangi stress, meningkatkan mood



 
Penelitian dari American College Of sport medicine. Telah meneliti para peserta untuk berlari di treadmill selama 30 – 60 menit.
 
Pada tubuh dan otak mereka dipasangi dengan berbagai macam alat canggih menyerupai kabel yang tersambung ke komputer. Mereka diharuskan menyelesaikan serangkaian tes POMS dan SEES.
 
Hasilnya menunjjukkan bahwa berlari dapat meningkatkan mood, mengurangi tekanan psikologi, mengurangi stress, mengurangi tingkat kemarahan dan meningkatkan suasana hati.
 
4]. Menyehatkan jantung, mengurangi stroke

 

Olahraga aerobik seperti berlari sejak lama sudah diketahui oleh para peneliti dapat menyehatkan jantung dan meningkatkan kebugaran kardivaskular.
 
Pertanyaan seperti berapa sebenarnya sih batas berlari agar dapat menyehatkan jantung kita.
 
Penelitian Journal of the American College of cardiology menemukan indikator bahwa agar menghasilkan kesehatan jantung yang maksimal.
 
Kita diharuskan berlari kurang lebih minimal sepanjang 65 km setiap minggu secara rutin seumur hidup.
 
Kurang dari 65 km hasilnya kurang maksimal bagi jantung.
 
Namun melebihi batas anjuran hingga lebih dari 100 km setiap minggu seperti lari ala marathon dapat mencederai jantung.
 
Peneliti melarang melebihi batas lari karena ‘merusak jantung’.
 
Gunakan smartwatch pengukur jarak lari agar hasil maksimal dan presisi.
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post