Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berapa jumlah triliuner dan miliarder di dunia. [ Dalam patokan dolar US ] (2020)

Pernahkah teman teman bertanya.
 
Ada berapa banyak triluner dan miliarder di dunia ini.
 
Triliuner adalah sebutan bagi orang pemilik rekening Bank dalam angka nominal uang triliunan.
 
Miliarder adalah sebutan bagi orang pemilik rekening Bank dalam angka nominal uang miliaran.
 
Teman teman bisa dikatakan sebagai miliarder jika dan telah memiliki $ 100.000 ribu dolar atau isi uang dompet sekitar diatas Rp 1,4 miliar rupiah di rekening Bank anda.
 
Jumlah triliuner hanya ada sedikit saja.
 
Menurut perusahaan riset WealthX. Hanya ada 2.825 orang triliuner saja.
 
Anda dapat melihat data lengkap tersebut di situs website Forbes.
 
Siapa saja mereka.
 
Yaitu :
 
Jeff Bezos, Bill Gates, Bernard arnault, Warren buffet, Larry Ellison, Amancio Ortega, Mark Zuckerberg, Jim Walton, Alice Walton, Rob Walton, Larry page, Sergei brian, dll. Merupakan nama nama triliuner.  
 
Kebanyakan triliuner bekerja di sektor perusahaan, investasi saham pasar modal dan obligasi. 
 
Ada berapa jumlah miliarder di dunia.

 
Jika jumlah triliuner hanya ada 2.825 orang saja.
 
Maka jumlah miliarder ada sebanyak 78.000.000 juta orang.
 
Mereka terbagi ke dalam 2 golongan miliarder. Yaitu :
 
Sebanyak 1% orang (tepatnya 0,9%) penduduk di bumi ini memiliki kekayaan di atas $ 1.000.000 juta dolar atau sekitar diatas Rp 140 miliar di rekening Bank.
 
Sisanya sebanyak 10% (tepatnya 9%) penduduk di dunia ini memiliki $ 100.000 ribu dolar atau sekitar diatas Rp 1,4 miliar rupiah di rekening Bank.  
 
Kebanyakan 90% miliarder bekerja di usaha (UKM) pekerjaan menengah yang sukses dan mendirikan perusahaan milik sendiri dalam skala menengah.
 
Sisanya sebanyak 10% miliarder mendapatkan kekayaan dari warisan peninggalan bisnis orangtua.  
 
Sektor real estate tetap menjadi bisnis nomor #1 bagi kebanyakan miliarder.
 
Bisnis Real estate meliputi seperti kontrakan rumah, kontrakan toko, kontrakan apartemen, kontrakan kos kosan, dan jual beli rumah.
 
Negara dengan jumlah miliarder terbanyak terdiri dari :
 
Amerika Serikat, China, Uni Eropa, Jepang, Kanada, Arab Saudi, Qatar, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, United Kingdom (Inggris), Singapura, Israel, Switzerland, Australia, Malaysia, termasuk Indonesia turut menyumbang banyak miliarder.
 
Kesenjangan sosial

 
Menurut Global Wealty Report.
 
1% orang menguasai hampir separuh kekayaan dunia.
 
Bisnis mereka (1% orang tersebut) menyebar kemana mana, bercabang cabang dari kota hingga ke desa.
 
Produk dan jasa mereka digunakan secara luas oleh masyarakat dunia.
 
Namun miris, Hampir 73% penduduk bumi atau kira kira sebanyak 5,6 miliar orang mengalami kemiskinan.  
 
Kemiskinan dibedakan menjadi 2. Yaitu :
 
1]. Kemiskinan
 
2]. Kemiskinan extrem
 
Sebanyak 25% penduduk dunia ini hidup dalam garis kemiskinan ekstrim yang begitu melarat. Di mana mereka jarang makan selama 1-3 hari. Atau bahkan 5-7 hari tanpa makan hanya minum air saja karena ngga punya duit untuk membeli atau belanja makanan. Seperti Indomaret dan Alfamart.
 
Sedangkan sebanyak 49% penduduk dunia ini hidup miskin. (termasuk dalam kalangan kurang beruntung sebanyak 3,8 miliar orang). Mereka memang masih dapat makan setiap harinya. Tapi mengalami malnutrisi (kurang gizi) dan kesulitan membeli bahan pokok sehari hari karena harus menghemat uang secara luar biasa.

 
Peningkatan kemiskinan akibat Covid, global warming dan Robot

 
Wabah pandemic Covid-19, pemanasan global warming dan maraknya teknologi robot dapat menguncang banyak pekerjaan padat karya sehingga jumlah kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat pesat.
 
Pada tahun mendatang (2030).

World Bank, IMF, JP Morgan dan lembaga keuangan internasional lainnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan ke angka minus. (negatif). .
 
Jadi, angka kemiskinan diprediksi semakin meningkat luas.

Untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dibutuhkan sebuah strategi disebut UNIVERSAL BASIC INCOME atau bantuan sosial (BST) demi memperkecil dampak mendesak tersebut yang sudah tak dapat di tawar tawarkan lagi.

Negara maju seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Israel, Kanda, Uni Eropa telah mulai ancang ancang menerapkan ekonomi finansial melalui UBI (Universal Basic Income). 
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU