Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Setelah larang semua bentuk penjualan alat canggih Huawei dan ZTE. Amerika Serikat tambah aksi blokir lebih keras ke perusahaan teknologi China : Hytera communications, Hikvision dan Dahua Technology ( 2022 )

Tak cukup hanya sebatas memblokir, melarang dan memblokade semua bentuk produk canggih milik perusahaan teknologi Huawei dan ZTE asal China. 

Pemerintah Amerika Serikat melalui presiden Joe Bide dari partai Demokrat, kini memperluas aturan yang sudah di terapkan oleh mantan presiden Donald Trump dari Republik untuk melarang segala bentuk perdagangan dengan beberapa perusahaan teknologi asal China. 

Sebelumnya di bulan Agustus 2022, sang kakek presiden Joe Biden yang berumur 80 tahun. 

Beliau telah mengikuti petuah yang hampir mirip dengan kebijakan Donald Trump untuk melarang Intel dan Qualcom. Itu diperluas ke pelarangan chipset AMD dan NVIDIA. 

Pada bulan November 2022. Presiden Joe Biden telah menandatangani aturan baru untuk menambah daftar blokade yang ditujukan kepada perusahaan perusahaan yang ada di negara partai komunis China.

Tak hanya sebatas dari dalam ke luar, melainkan dari luar ke dalam yang membentuk kombinasi daftar hitam ( blacklist ).

Artinya bahwa seluruh daftar hitam yang telah ditetapkan oleh pemerintah federal Amerika Serikat. Tak boleh diperdagangkan, dipergunakan atau diperjualbelikan di wilayah negara kedaulatan Amerika Serikat. 

3 produsen perusahaan tambahan asal China yang menjadi tambahan sasaran target pelarangan impor dengan cara melarang masuk semua jenis barang teknologi atau peralatan elektronik canggih dari China ke Amerika Serikat. Meliputi Dahua technology, Hytera communication dan Hikvision. 

Langkah tersebut mewakili tindakan pembalasan yang lebih keras dari Amerika Serikat terhadap perang dagang melawan China. 

Sekaligus untuk mencegah kerentangan terhadap keamanan nasional AS. Terutama serangan cyber dan spionase.  

Jessica rosenworcel dari pejabat Amerika Serikat mengatakan : 

Aturan baru ini merupakan bagian penting dari tindakan berkelanjutan kami melindungi rakyat Amerika dari ancaman keamanan nasional yang melibatkan teknologi telekomunikasi. Sahutnya. 

CNN.com, salah satu media website berita terbesar asal Amerika Serikat mencoba menghubungi untuk mencari tahu tentang aturan hukum yang diberlakukan oleh pemerintah Joe Biden kepada perusahaan teknologi China, hasilnya seperti biasa, orang orang China diam saja. Perusahaan teknologi dari tim Dahua, tim Hikvision dan tim Hytera menolak menanggapi dan menolak komentar. 

Dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh partai Republik dan partai Demokrat. Semua mendukung langkah keputusan presiden Joe Biden untuk memboikot perusahaan teknologi Hikvision, Hytera dan Dahua.

Apakah memboikot produk teknologi China itu efektif


Pada tahun 2018. 

Presiden Donald Trump membaca laporan keuangan yang membuat dirinya marah besar, karena AS selalu defisit melawan China. Tapi terus menerus aksi China dibiarkan langgeng bebas saja tanpa ada aksi nyata. 

China juga dengan bebas memboikot produk AS menggunakan sistem GFW ( Great Firewall Of China ) Seperti memblok Google, Facebook, Youtube, Whatsapp, dll. Tanpa ada perlawanan pembalasan berarti dari pemerintah Amerika Serikat. 

Menumpah kemarahannya, mantan presiden Trump menunjjuk kepada partai pesaingnya ( Republik ) dan presiden terdahulu ( Barrack Obama ) tak becus mengurus negara AS. 

Mantan presiden Donald Trump kemudian dengan bergerak cepat dilangkah awal dengan mengeluarkan kebijakan eksekutif untuk melakukan pembalasan perang dagang kepada China yang turut melarang, memblok atau memblokir Huawei dan ZTE.

Namun, kebijakan Donald Trump terhenti. 

Karena Trump kalah dalam pemilu dan diblok oleh media sosial Twitter untuk kebebasan berbicara, sehingga peranan sosok Donald Trump diganti oleh sang pengganti kakek Joe Biden yang udah berumur tua, sering keceplosan salah bicara saat pidato, pikun dan martabat kedaulatan Amerika Serikat mulai lagi melemah diinjak injak di kancah internasional.

Untuk memblokir peredaran perusahaan teknologi asal China di Amerika Serikat itu sulit karena membutuhkan pemikiran matang. 

Bloomberg, sebuah media asal AS yang khusus membahas tentang keuangan dan bisnis telah meneliti bahwa dampak dari pemblokiran perusahaan teknologi asal China dapat menimbulkan resiko bahaya terhadap situasi makro ekonomi di negara AS. 

Peran dari perusahaan teknologi asal China memang menimbulkan bahaya ancaman nyata terhadap keamanan nasional itu secara jelas. Tetapi asal asalan memblokir produk teknologi buatan China untuk dijual atau digunakan oleh orang orang Amerika Serikat. Itu juga sama bahayanya, karena beberapa produk teknologi China, beberapa diantaranya memang handal, lebih efektif, lebih canggih dan lebih murah. 

Tak hanya memblokadenya saja. Pemerintah Amerika Serikat harus memikirkan secara tajam dan teliti bagaimana cara agar perusahaan teknologi yang ada di AS mampu membuat produk pengganti teknologi yang jauh lebih efektif dari China, manufakturnya lebih canggih dari China dan harga harus jauh lebih murah dari China. 

Fakta di lapangan, Amerika Serikat masih belum sanggup untuk memecahkan masalah kompleks ini, sehingga memaksa warga orang orang AS membeli barang produk teknologi dalam negeri yang lebih mahal.  

Jadi memblokade perusahaan China seperti Huawei, ZTE, dll dari rantai pasokan di dalam negara Amerika Serikat itu butuh pertimbangan matang. Tak boleh asal asalan, dampaknya dapat meluas ke berbagai bidang produktivitas dan finansial.

Baca juga : 

~ Amerika Serikat boikot chipset AMD, NVIDIA, INTEL dan QUALCOMM untuk lumpuhkan industri militer dan teknologi China Rusia ( 2022 ) 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.