Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Temuan solusi program pemanfaatan bansos lokal government dan basic income internasional dalam circular economy dapat diberdayakan kepada semua orang dari usia anak 7 tahun hingga meninggal dunia usia 80+ dan termasuk perluasan transfer ke orang kaya dalam 1 kartu tunggal [ NPWP, Bank cashless payment, NIK dan EKTP digital ] ( 2022 )

Artikel ini kelanjutan dari seri :

~ Bagaimana solusi sistem cara kerja bansos agar tepat sasaran, hemat biaya dan efektif menggunakan 1 data website tunggal atau aplikasi NKRI yang berkoordinasi dengan NIK, eKTP, Bank BUMN, Normor kartu identitas keluarga dan kepolisian ( 2022 ).

Jika berbicara tentang sesuatu hal yang realitis. Maka ide tentang seperti yang dibahas pada pembahasan link diatas, nampaknya kebanyakan orang dapat mengalami kesulitan dalam penerapannya. Terutama menyangkut masalah internet, kuota pulsa, smartphone dan penetrasi jaringan masih 54%. Oleh sebab itu, memang tak lain dan tak bukan. Cara paling cepat pemanfaatan bansos harus dilakukan secara langsung oleh pemerintah lokal setempat menggunakan Bank BUMN yang ditransfer 1 bulan tiap tanggal 1 misalnya. Kepada semua penerima manfaat dalam jangkauan individu masing masing per 1 orang, bukan perkeluarga. 

Ada pula polemik selama ini menyangkut tentang masalah ketidaktepatansasaran penerimaan bansos dan hanya golongan tertentu saja yang berhak menerimanya yaitu dari kalangan orang orang miskin. Terutama untuk usia 20 tahun ke atas, sedangkan anak anak atau para bocil ditolak oleh sistem dan orang kaya juga ditolak.

Untuk saat ini jika melihat dari anggaran yang ada, memang langkah harus dilakukan step by step. Alokasi paling ideal untuk bansos adalah 50% dari APBN (anggaran pendapatan belanja negara) yang segera disirkulasikan atau didistribusikan oleh masing masing pemerintah di dunia setiap tahun dibagi 12 bulan.

Meringankan atau memudahkan penyaluran dapat dilakukan melalui protokol memperbaiki banyak sistem dari yang semula terpisah pisah menjadi 1, seperti pembahasan sebelumnya. Itu dapat berbentuk NPWP, kartu Bank, Kartu identitas diri (EKTP) dan NIK menjadi 1 kartu.  

Jadi, orang orang tak perlu lagi menggunakan banyak kartu di dompetnya untuk berurusan dengan pemerintah. Cukup hanya 1 kartu yang dapat pula bertindak seperti pembayaran Bank, dimana itu dapat melalui metode cashless payment tanpa uang tunai kertas dan tanpa uang logam lagi.

Efek indeks gini dalam memperkecil rasio kesenjangan kepada orang orang di sebuah negara apabila perlindungan bantuan sosial juga diberikan kepada orang kaya dan anak kecil.

Itu belum dapat diterapkan saat ini, seperti pembahasan diatas butuh step by step. 

Pada intinya di tahun mendatang itu dapat menyelesaikan permasalahan ketidaktepatsasaran. Caranya dengan juga mentransfer bantuan sosial kepada orang kaya dan anak kecil, tetapi besaran uang yang diberikan kepada anak kecil berbeda beda digolongkan dari umur bocil, remaja dan dewasa.

Koefisien gini adalah sebuah ilmu untuk mengukur ketimpangan pendapatan masyarakat yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Termasuk juga digunakan oleh kementerian keuangan Indonesia. Statistiknya mewakili kisaran dari 0 sampai 1. 0 artinya adalah sempurna. 1 adalah ketika satu orang menguasai semua kekayaan di sebuah negara. 

Jadi, secara ilmu ekonomi. Nampaknya pemanfaatan bansos dapat pula diberikan kepada anak kecil dan orang kaya. Selama inikan ya, golongan ini ditolak oleh sistem dan sering menjadi ajang keributan politik. 

Asumsi saya, daripada repot repot ngurus masalah data dan bigdata yang menyita waktu dan menguras sumber daya APBN. Mending, transfer saja ke semua penerima manfaat, tanpa memperdulikan apakah dirinya orang kaya, orang miskin, anak kecil atau orang dewasa. Maka masalah terpecahkan. 

Pertanyaannya selanjutnya yaitu : Itu tentu dapat menimbulkan kecemburan sosial, panas dengki atau iri hati bagi orang miskin apabila melihat atau mengetahui bahwa orang kaya dan para pejabat juga dapat bansos. Moral memang menjadi masalah yang rumit untuk kita bahas ya sehingga nampak tak berujung. Namun terlepas dari semua ini, gini rasionya tetap turun kok secara signifikan. 

Oleh sebab itu, transfer bansos memang terbukti secara ilmu ekonomi dan matematika dapat didistribusikan kepada orang orang per individu tanpa membedakan status. kecuali besaran bagi usia digolongkan berdasarkan ketentuan yang nantinya berlaku. 

Bansos dalam bentuk 2 jenis. Yaitu lokal government dan internasional basic income berbasis blockchain. 

Sampai kapanpun, melalui terapan lokal government yang memiliki anggaran APBN terbatas. Entah itu dinegara maju dan negara paling miskin sekalipun. Tetap tak dapat menutupi biaya kehidupan sehari hari. Artinya, ketika uang bansos ditransfer oleh masing masing pemerintah. Dari 30 hari dalam hitungan 1 bulan. Uang bansos bakal habis kira kira dalam jangka waktu 10-15 hari. Penyebabnya karena efek impact jaringan distribusi harus disesuaikan. Inilah yang menyebabkan mengapa tak ada seorangpun yang dapat hidup dari bansos, bahkan sekalipun orang orang tersebut mengikuti gaya hidup super hemat maka tetap dapat mengalami kelaparan akut. Bansos dari lokal government sampai kapanpun itu tak mampu memenuhi kebutuhan  kalori makanan sebesar 2.000 - 2.500 kkal. Belum lagi bayar tagihan listrik, air, internet, sewa rumah, BPJS, BBM, dll.   

Solusi tambahan, mau tak mau orang orang banyak membutuhkan pendapatan usaha lain dengan ikut ke program internasional basic income berbasis blockchain demi menutupi biaya. Program ini bagi kebanyakan orang agak cukup ribet, karena harus meluangkan 1 menit untuk mengumpulkan uang bansos basic income hari demi hari. Jika tak aktif mengumpulkannya, maka tak dapat uang gratis. 

Internasional basic income dapat memenuhi syarat pemenuhan biaya kehidupan sehari hari dari tanggal 1 sampai 30, tetapi dengan persyaratan orang itu harus memiliki lifestyle minimalis, frugal living atau bahasa kerennya hidup hemat sehemat hematnya. Sedangkan bansos lokal goverment sebagai pelengkap yang saling melengkapi. 

Satu hal yang pasti. Bansos lokal governemnt dan basic income berbasis blockchain mustahil dapat menghapus kemiskinan ekstrem hingga ke 0%, apalagi membuat seseorang menjadi kaya raya.

Bansos, itu hanya cukup meringankan beban keuangan finansial saja, sekaligus membantu sedikit terhadap tingkat kesejahteraan. 

Penyesuaian pilihan : 

Masing masing orang, tentu memiliki pilihan masing masing. 

Pemerintahan juga kelak pasti menyediakan opsi pada website bansos miliknya apakah seseorang mau menjadi penerima atau menolaknya. Jika kita memilih menolak dalam sistem, itu malah membuat para pejabat tersenyum, karena artinya uang APBN dapat dialokasikan ke bidang lainnya.

Perkiraan saya. Sekitar 90% masyarakat Indonesia masing masing individu mau dan rela sukacita menjadi penerima bansos, sisanya dari orang dewasa yang seharusnya berhak menerima sekitar 0,1% orang memilih menolak sistem dan sisa lainnya yaitu diluar batas sistem karena terhalang usia masih belum cukup umur untuk menggunakan uang. [ batita ( 1-7 tahun) ]. 

Kira kira sekitar 10% penduduk di Indonesia berasal dari kaum umur dini [ batita ( 1 - 7 tahun ]. 

Misalkan, contoh penyaluran bansos berdasarkan umur :

Misalkan ya, contoh ilustrasi saja. 

Usia kecil 7 - 12 tahun = Bansos yang diterima perbulan sebesar Rp 500.000 ribu.

Usia remaja 13 - 19 tahun = Bansos yang diterima perbulan sebesar Rp 1.000.000 juta.

Usia dewasa 19 - meninggal dunia : Bansos yang diterima perbulan sebesar Rp 2.000.000 juta. 

Uang saldo bansos secara langsung ditransfer oleh pemerintah setiap tanggal 1 secara rutin, terus menerus kepada akun rekening kartu Bank penerima manfaat berlaku seumur hidup per masing masing orang tanpa membedakan status kaya, menengah atau miskin. Tapi besaran ukuran harga bansos dapat berubah rubah sesuai ketahanan anggaran APBN. Diatas hanya ilustrasi saja ya sebagai contoh.  

Disisi lain, program bansos juga dapat bermanfaat bagi pemerintah dalam mendulang penambahan pendapatan uang APBN dengan cara skoring credit melalui pemotongan uang bagi orang orang yang memilih berutang tanpa harus lagi mengalami kredit macet yang selama ini sering menjadi mimpi buruk banyak bank.

Ada banyak manfaat dari penyaluran bansos melalui ilmu circular economy. Selain meningkatkan konsumsi ekonomi masyarakat, mengurangi tingkat tekanan kecemasan stress masyarakat khalayak ramai, meningkatkan pertumbuhan UKM atau bisnis lokal, mencairkan uang yang membeku di akun rekening keuangan dari pemilik tangan 1%-10% orang kaya menuju ke tetesan lebih banyak ke orang orang di piramida bawah dan menengah sehingga terjadi roda perputaran ekonomi, menggantikan seluruh dari peranan subsidi yang boros biaya, mempercepat pengalihan cashless payment melalui kartu cepat digital, juga dapat memudahkan pendataan pajak yang lebih terorganisasi, meringankan birokrasi pemerintah menjadi lebih efesien secara digital, menumbuhkan daya produksi ke level selanjutnya atas meningkatnya lagi gejolak permintaan terhadap produk barang jasa dan mampu melacak individu yang melakukan tindak kejahatan kriminal sehingga memuluskan kinerja kepolisian.

Namun, bansos lokal government juga ada sisi buruk atau negatifnya. 

Saya suka menyebutnya sebagai sistem 'iblis'.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.