Langsung ke konten utama

4 Negara Mayoritas Islam Paling Sahabat Sejati Israel (2017)

Israel memiliki hubungan buruk dengan Negara-Negara Mayoritas Muslim. 

Negara seperti IRAN,  bahkan mengancam membumihanguskan Israel hingga tak tersisa 1 pun penduduk Yahudi suatu saat nanti.

Sebaliknya, Negara Mayoritas Islam seperti Arab Saudi, Libya, Indonesia, Malaysia, Irak, Suriah, Pakistan, Afghanistan, Sudan, UEA, Kuwait, Chad, Somalia, Suriname, Kirgiztan, Oman, Tunisia, Qatar, Bangladesh, Bahrain, dll. 

Telah melakukan Embargo Produk selama bertahun-tahun kepada Israel.  

Namun ada 4 Negara Mayoritas Muslim yg di Ketahui Menjadi Sahabat bagi Israel. 

Siapa saja. Ini dia :

1]. MESIR

Hubungan Mesir-Israel Telah Berubah Sejak Menjabatnya Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Pada Tahun 2014 yg Lalu. Abdel menerapkan sepenuhnya Sistem Revolusi Pemerintahan menjadi Demokrasi. 

Sehingga menyebabkan Perubahan Penuh dari yg Tadinya menganggap Israel sebagai Musuh. Kini menjadi Kawan.

Nathan Thrall  mengatakan :

Hubungan Mesir-Israel saat ini berada pada tingkat tertinggi di dalam sejarah. Sahutnya yg saya lansir dari Al Jazeera.

Ekspor-Impor Israel-Mesir Naik dari Waktu ke Waktu. 

Mesir menandatangai Perjanjiaan Pipa Gas dengan Israel. 

Meskipun begitu. Masih banyak orang atau rakyat mesir menganggap Israel sebagai Musuh.

Khususnya kepada mereka yg tergolong dalam Salafi / Ikhwanul Muslimin

Foto : Polisi Mesir menendang Pengikut Ikhwanul muslimin
Masalah Mesir saat ini adalah menghadapi Ikhwanul Muslimin dan ISIS yg dianggap sebagai Terorist.

Untuk ke depannya agak Sulit bagi Israel bisa terus langgeng dengan Mesir. 

Mengingat. Mesir suatu saat Pasti Jatuh ke Tangan Pemerintahan Kekalifahan ISIS (Islamic State) atau Kaum Salafi Ikhawanul Muslimin.

Mereka dapat saling berperang satu sama lainnya menghadapi Pemerintahan Mesir yg Demokratis.

Namun jika melihat dari segi Kekuataannya. ISIS Jauh Lebih Berkuasa dan Lebih mampu dalam menghancurkan dan mengganti Pemerintahan Mesir di masa yg akan datang.

ISIS menerima banyak kekalahan di Suriah dan Irak

Di Suriah. ISIS di Gempur oleh Rusia, Iran, Tentara Syiah Bashar al Assad dan Hizzbulah.

Sehingga Sulit bagi ISIS bisa bertahan. Walaupun ISIS tetap akan ada di Irak + Suriah melawan dalam jangka waktu yg sangat lama. Pun jika ISIS bisa di Usir. ISIS di Pastikan akan menyerang Balik lagi, lagi dan lagi.

Sedangkan di Irak. ISIS di Gempur oleh Pasukan Irak yg dibantu oleh Amerika Serikat.

Sedangkan di Mesir. Jika ISIS menyerang Mesir. Siapa yg membantu...? ngga ada. 



Foto : ISIS atau Daulah Islamiyyah di Sinai Mesir 
Selain di Mesir, ISIS kemungkinan Pasti melebarkan Sayap ke Negara Tetangga Lainnya. Seperti Libya, Sudan, Ethiopia, dan Yordania. 

Negara yg saya sebutkan ini ngga akan bertahan apabila ISIS memindahkan Pasukannya. 

Satu-satunya harapan dari negara Libya, Sudan, Yordania dan Mesir dalam menghadapi ISIS adalah meminta bantuan Tentara Amerika Serikat.

AS memiliki cerita pahit ketika membiarkan Al-Qaedah berkuasa sehingga melancarkan serangan 9/11 yang menewaskan hampir 3.000 Rakyat Sipil AS. AS akan berusaha sekuat tenaga melindungi sekutu timur tengahnya. seperti Mesir agar kisah kelam tak terulang lagi.

Namun, AS saat ini telah terlalu banyak menghadapi Derasnya Tekanan Kompleks dari IRAN, KOREA UTARA, CHINA, RUSIA, TALIBAN, ALQAEDAH dan ISIS ISLAMIC STATE

Sehingga di Masa Depan, AS juga bakalan kewalahan melindungi semua sekutu Timur Tengah. di tambah dengan Persaingan Ekonomi dengan Raksasa China membuat Tenaga AS Terkuras Habis dan Terbelenggu dengan Utang yg Besar.

Alasan Logis ini sudah tak terelakkan lagi jika MESIR di masa depan Pasti Jatuh ke Tangan Kekuasaan Pemerintahan ISIS. 

Saat ini memang MESIR dengan Pemerintahannya yg Demokratis bersahabat dengan ISRAEL.

Namun Ketika Masa itu Berubah. MESIR akan Jatuh ke Tangan Pemerintahan Kekalifahan ISIS.

ISIS dikenal Sangat Membenci ISRAEL.

Bahkan Berencana Perang Besar-Besaran dengan Israel di Akhir Zaman. Setelah Amerika Serikat, Rusia, China, Arab Saudi, dll di Kalahkan oleh ISIS/Islamic State. Begitu Informasi Resmi yg saya dapatkan dari Majalah Dabiq milik ISIS. 

2]. AZERBAIJAN

Mayoritas Penduduk Azerbaijan beragama Islam Syiah.

Pada Bulan Agustus 1997-2017. Hubungan Israel-Azerbaijan dikenal sangat baik.

Israel membantu Azerbaijan mengembangkan Angkatan bersenjata, seperti menyediakan komponen utama pesawat penerbangan, persenjataan artileri, antitank, roket, mobil perang, Sistem Pertahanan, dan Teknologi Anti-Infranteri. 



extra.jpg (662×347)
Foto : Senjata Israel di Azerbaijan
Israel membantu Azerbaijan memiliki Teknologi Telekomunikasi yg Handal dengan menyediakan Bakcell, Bezeq dan GTIB. 

Dengan Kekayaan Alam Minyak yg Besar di Azerbaijan. Israel juga menyediakan Teknologi Efesiensi Minyak dari Perusahaan Teknologi Israel Modcon Systems.

Disaat semua negara Arab melakukan embargo minyak kepada Israel.

Azerbaijan justru menjadi Pemasok Minyak Terbesar bagi Israel. Pembeli Minyak Terbesar di Azerbaijan adalah Israel hingga mencapai 40% Tiap Tahunnya.  


Namun Negara Azerbaijan mengalami banyak tekanan terhadap Tetangganya Armenia. 

Perang Armenia-Azerbaijan masih berlaku hingga saat artikel ini saya tulis bagi Anda. Azerbaijan mengandalkan Persenjataan Israel dan Rusia untuk Berperang. 

Sedangkan Armenia mengandalkan senjata Rusia.  

Konflik Peperangan berlarut-larut akibat perselisihan Nagorno-Karabakh. 

3]. KAZAKSHTAN

Hubungan Israel dan Kazakshtan Telah di Mulai Sejak 1992. Kedua Negara Telah mendirikan Kedutaan besar di Tel Aviv dan Astanaa.

Israel Membeli Minyak dari Kazakhstan dalam jumlah sangat besar.  Tak Tanggung-tanggung hingga 25% dari Total Barel yg Berhasil di Produksi Tiap Tahunnya di Kazakshatan di kirim ke Israel.

Sedangkan Kazakshtan membeli Teknologi Irigasi, Teknologi Air, Teknologi Pertanian, Teknologi Kesehatan, dan Teknologi Kontraterorisme dari Israel. 


Di Lain sisi, Israel juga memberikan Pelatihan bagi Ilmuwan Kazakshtan untuk mengembangkan Pertanian presisi tingkat tinggi. 

Namun Israel terkendala terhadap banyaknya tingkat korupsi di Kalangan Pejabat Kazakshtan sehingga menghambat negara Kazakshatan mampu memiliki Teknologi Ketahanan Pangan dari Israel Tersebut. 

4]. KURDI

Israel membeli Minyak dari Kurdi. Di kirim melalui Kapal Tanker dari Pelabuhan Ceyhan Turki. 

Pengiriman dilakukan secara susah payah. mengingat orang-orang Kurdi dianggap sebagai Terorist oleh Turki, Iran dan Irak. 

Kurdi adalah sebuah kumpulan orang-orang minoritas di Timur Tengah yg beragama Islam Sunni yang bermazhab Syafi'i. Berpopulasi sekitar 8.350.000 juta Penduduk.

Mereka, Orang-Orang Kurdi Terdapat di Sekitar Perbatasan antara Turki dan Irak. Lokasi keberadaannya tepat 20 Km dari Ibukota Baghdad dan ada juga disepanjang perbatasan Suriah. 


Kurdi sejak lama ingin menjadi Negara sendiri yg merdeka. 

Namun mereka di bunuh oleh Tentara Irak, Iran, Turki dan ISIS. 

Dengan Total Korban Jiwa mencapai lebih dari 40.000 ribu orang dari kalangan Kurdi. 

Namun, Sejak Amerika Serikat mendirikan Pangkalan Militer di Irak dan menjatuhkan Kekuasaan Presiden Saddam Hussein yg dulunya banyak membantai orang-orang kurdi. 

Orang-orang Kurdi mulai bisa bernafas Lega di Perbatasan Irak dan mulai bisa memberikan dan menyusun Pemerintahannya Sendiri karena merasa Keamanan Terjaga dengan Kehadiran Markas Militer AS di Irak. 

Foto : Pangkalan Militer US Army di Baghdad Irak
Disisi lain, Kurdi memiliki berbagai golongan partai kanan dan kiri yg saling berseberangan. 

secara resmi orang kurdi di pimpin oleh Pemerintah Regional Kurdistan dengan Tentara yg disebut Peshmerga. Tetapi disisi lain ada Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yg saling berlawanan. 

Kerjasama Minyak yg Luar Biasa dengan Israel. Membuat Pemerintah Israel ingin agar KURDI menjadi sebuah Negara Merdeka, Lepas dari Irak, Turki dan Suriah. 


Perdana Menteri Israel. Benjamin Netanyahu mengatakan :

Israel mendukung upaya sah orang-orang kurdi untuk mencapai negara mereka sendri. 

Tantangan orang-orang Kurdi saat ini adalah Berperang dengan Irak, Turki dan ISIS.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post