Langsung ke konten utama

Israel Minereye : Teknologi AI Keamanan Cyber dan Pelacakan Data Sensitif yg berantakan (2018)


Di dunia digital tempat kita hidup ini, menyebar berbagai informasi dan data-data dalam jumlah besar melaju mirip seperti kecepatan cahaya.

Berbagai format baru, file baru, document baru, foto baru, hak patent baru, kode program baru, video baru, selalu terus menerus lahir bermunculan setiap harinya.

Banyak perusahaan besar selama ini berjuang keras bagaimana tata cara mengelola administrasi data-data miliknya dimana jumlahnya hingga menebus Petabyte.

Puluhan orang, ribuan orang, bahkan hingga ratusan ribu karyawan dipekerjakan dalam administrasi data sebuah perusahaan untuk menyusun, mengelola dan menata data dengan baik ditempat dimana seharusnya data disimpan agar tak berantakan.  

Selama bertahun-tahun tak ada yg berubah dalam konsep administrasi tradisional tersebut.

Kadang kala beberapa pegawai manusia bisa salah dalam menentukan taksonomi dan salah menyusun struktur data. Sehingga bukannya makin rapi, yang ada malah semakin berantakan.

Teknologi AI Minereye

Perusahaan Israel yg didirikan oleh Yaniv Avidan, Avner Atias dan Gideon Barak.


Menciptakan sebuah teknologi AI otomatis yg dapat membantu perusahaan-perusahaan klien lainnya untuk melakukan indentifikasi data, pemprosesan data, mengatur data, analitik data, struktur data, otomatisasi audit komperhensif internal, perlindungan IP, deteksi data, retensi data, perlindungan privasi data, sekaligus melindunginya dari serangan cyber.

Minereye menerapkan kombinasi antara Computer Vision, Machine Learning dan Artificial Intelligence yg disebut VISIONGRID.


VisionGrid diciptakan dengan dana keuangan sebesar $ 4.600.000 juta dolar atau sekitar Rp 67 miliar rupiah.

Machine Learning pada VisionGird digunakan untuk mempelajari pemetaan perilaku data perusahaan tersebut. Sedangkan teknologi AI VisionGrid bertugas melakukan tugas kompleks termasuk memantau perilaku data anomali.

VisionGrid melihat semua akses data perusahaan klien, termasuk hak paten, data profil pelanggan, dan document sensitive. Tetapi tak perlu kwatir karena privasi terjaga.

Salah satu perusahaan Bank terbesar telah menggunakan teknologi AI VisionGrid ini.

Mereka mengatakan :

VisionGrid memungkinkan kami secara otomatis dan akurat mengklasifikasi data-data warisan lama dan data baru kami ke dalam perlindungan data. Kami melakukan tugas ini dengan sedikit usaha. Sahutnya.

MinerEye berhasil memetakan dan mengklasifikan data Bank sebanyak 15 Terabyte hanya dalam waktu 3 minggu. Jika menggunakan cara tradisional membutuhkan 3 tahun.

Beberapa perusahaan bank lainnya mengatakan :

Kami sangat takjub terhadap kemudahan solusi MinerEye di kantor kami, MinerEye bekerja sangat cepat tanpa kerumitan. Luar biasa. Sahutnya.

Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas Karyawan

Banyak bisnis di dunia saat ini telah bertransformasi ke era digital. Semua bisnis baik offline maupun online tak luput dari dunia data digital. Perkembangan data saat ini begitu cepat seperti kecepatan cahaya.

Petugas atau karyawan adminitrasi data sering kali kesulitan kerepotan melakukannya secara tradisional, membuang-buang waktu, karyawan yg terus menerus meminta menuntut kenaikan gaji. Pada akhirnya bisnis atau perusahaan anda berkermbang menjadi lambat.

Teknologi AI yg dikembangkan pertama kali di Israel ini dapat mengotomatisasi secara cepat. Membentuk data yg tidak terstuktur menjadi rapi, memilah pembagian file, sekalipun tersimpan di berbagai repository cloud, file terdistrusi dan endpoint.

MinerEye menolong para pemimpin eksekutif untuk membedakan antara data public, data sensitive seperti model bisnis, kekayaan intelektual, rahasia dagang, pelanggan, karyawan pribadi, informasi yg harus dilindungi dll. Sekaligus menemukan data penting yg telah hilang.


Alamat : https://minereye.com

Kantor pusat : Israel
Youtube : Israel Minereye

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post