Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Teknologi Israel di iPhone XS, XS Max dan XR (2018)


R & D merupakan bisnis teknologi yg mahal. Karena ditempat ini para ilmuwan, insinyur teknik, dan professor memikirkan atau mengerjakan sebuah gebrakan terbaru di laboratorium dengan imbalan gaji yg besar tiap bulannya.

Biasanya, sebuah perusahaan raksasa terbagi menjadi kantor R&D, pabrik, kantor Pusat, dan kantor cabang, yg identik dengan pemasaran marketing atau bisa saja semua menyatu di 1 tempat lokasi.

Israel adalah negara kecil. Disana berdiri sebanyak 313 perusahaan raksasa dunia yg terdaftar di bursa saham dimana telah membangun kantor R & D untuk memanfaatkan keahliaan ilmu pengetahuan, bakat IPTEK yg dimiliki oleh orang-orang Yahudi demi meraih keunggulan & keuntungan yg besar.

Kantor R&D Apple di Israel 
Siapa sih yang tak mengenal perusahaan Apple.inc dengan logo buah apel diatasnya seperti abis digigit oleh Robot Android.

Perusahaan Apple.inc menciptakan produk seperti Mac, iPod, iPhone, MacBook, iPad, iTunes, Watch, AppleTV4K, Apple Music, Siri, AirPods, Apple Pay, dan masih banyak lagi.


Tak ayal, berdagang produk gadget tersebut. Apple menancapkan dirinya sebagai perusahaan dengan valuasi harta kekayaan bernilai $ 1 triliun dolar atau sekitar Rp 14.000 triliun.

Tahukah anda…?

Perusahaan Apple ternyata memiliki cabang kantor R & D di Israel 

Dengan memperkerjakan dan mengaji sekitar 1.000 ilmuwan, insinyur teknis & professor-professor bergelar title sarjana lulusan universitas-universitas dari Israel.

Secara teknis perusahaan Apple memiliki beberapa cabang. Yaitu :


1. Pabrik manufaktur berkerjasama dengan Foxconn asal Taiwan. Memperkerjakan lebih dari 1.000.000 karyawan untuk memproduksi produk Apple.

2. Kantor Pusat dan R & D di Amerika Serikat dengan memperkerjakan lebih dari 123.000 karyawan

3. Data Center di berbagai negara

4. Kampus develover academy IOS di Indonesia dan Uni Eropa

5. Kantor di Irlandia yg memperkerjakan 3.500 orang sebagai pemasaran marketing ke Uni Eropa, Eropa, Timur Tengah, dan Africa

6. Kantor R & D Apple.inc di Israel

iPhone XS, XS Max dan XR

Smartphone iPhone yg anda gunakan tak terlepas andil dari teknologi Israel.

Jika dipersentasekan memang tak banyak sekitar kurang dari 2%-3%. Selebihnya banyak didesain, dipikirkan, dan dikerjakan oleh orang-orang Amerika Serikat.

Pengaruh Israel dimulai sejak tahun 2011 setelah sepeninggalan almarhum founder Steve Jobs digantikan oleh Tim Cook sebagai CEO.  

Tim Cook memutuskan mendirikan kantor R&D di Israel terbesar ke 2 di dunia. Setelah berkunjung ke Israel melihat ada banyak orang-orang dengan bakat-bakat cemerlang luar biasa disana. 


Cook membangun kantor R&D Apple seluas 2 hektar di kota Herzliya, Israel.


Tak hanya itu saja, Apple mengangkat seseorang bernama ‘Jhony Srouji’ warga yahudi lulusan Technion Institute of Technology Israel untuk dipercaya menjadi wakil presiden teknologi hardware perangkat keras.

1.000 orang di kantor R&D Apple di Israel bertanggung jawab dalam masalah pengembangan, riset & penelitian kamera, flash, augmented reality, prosesor, dan semikonduktor.  

Steve Jobs tak pernah mempercayakan teknologinya kepada orang-orang Israel.


Namun sejak Tim Cook berkuasa pada tahun 2011, 

Beberapa startup Israel terlibat pembelian dan akuisisi bernilai jutaan dolar untuk disematkan teknologinya ke produk Apple.

1. Pada tahun 2011, Apple mengakusisi Israel Anobit : Penyedia teknologi hardware memori flash penyimpanan data besar.


2. Pada tahun 2014, Apple mengakuisisi Israel PrimeSense : Penyedia chip & teknologi hardware pemindai struktur cahaya 3 dimensi.


3. Pada tahun 2015, Apple mengakuisisi Israel LinX : Penyedia teknologi hardware kamera kecil.


Oh ya, Perhatikan foto monyet dibawah ini ya, 

Dulu dengan kamera smartphone belum bisa memblur objek dibelakang untuk memfokuskan objek yg dituju. Sekarang dengan LinX kemampuan kamera iPhone dapat melakukannya mirip seperti DSLR.


iPhone XS, XS Max dan XR tak luput dari komponen teknologi tinggi asal Israel. 

Walaupun pengaruh kontaminasinya tak banyak.

Ada desas desus, bahwa Apple siap melebarkan sayapnya di masa depan bukan meniti hanya kepada produk berbasis Smartphone saja, namun juga siap masuk ke ranah perdagangan mobil otomotif otonom, chip semikonduktor, video streaming seperti youtube, kacamata virtual augmented reality, dan bank payment digital. 

Kita tunggu saya gebrakan selanjutnya dari perusahaan yg terkenal tertutup ini ya.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU