Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hubungan Israel dan Uni Eropa (2019)


Uni Eropa adalah organisasi antarpemerintahan supranasional beranggotakan 28 negara anggota.

Sebuah negara-negara dimana negara anggota hidup dibawah kontrol kekuasaan 1 kedigdayaan kedaulatan adikuasa pengontrol yang lebih besar, Namun negara-negara yg dikontrol masih memiliki hak dalam mengambil keputusan masing-masing.

PENGANTAR HUBUNGAN RELATIONSHIP ISRAEL DAN UNI EROPA 

Hubungan politik antara Israel dan Uni Eropa (EU) bisa dikatakan ambiguitas, kadang-kadang kurang begitu harmonis, kadang-kadang terjalin baik sebatas persahabatan perdagangan.

Berdasarkan opini terbentuk dimata pandangan orang-orang Yahudi dari hasil jajak pendapat.

Menganggap bahwa 63% warga Zionis Israel merasa bahwa Uni Eropa tak berkomitmen baik, seringkali ikut campur mengkritik kebijakan, dan cenderung memusuhi Israel.

Orang Israel merasa bahwa UE berperilaku ‘Anti-Semit’.

Ya, begitulah hasil jawaban publik dalam bahasa Ibrani. Kebanyakan warga Israel mengatakan Uni Eropa sosok anti-semitisme.

71 tahun sejak Deklarasi Balfour. Setelah kekejaman mengerikan perang NAZI.

Uni Eropa memandang Israel sebagai sosok negara kecil dikagumi.

Tel+aviv.jpg (590×320)

israel.jpg (553×555)

EU memperhatikan secara seksama kemampuan reputasi Israel sebagai bangsa teknologi inovasi brilian, ketajaman Israel dalam bidang ilmu pengetahuan begitu unggul, kehebatan mereka di bidang militer, sains, pertanian, kesehatan, satelit, nuklir, startup, artificial intelijen dan sektor lainnya.

Sehingga menggoda Uni Eropa berpenduduk hampir 550 juta orang ini ingin mengajak Israel berpenduduk hampir 8.907.000 juta orang ini untuk menjadi anggota EU berikutnya.  

Secara historis, Israel tentu tak mungkin bergabung membentuk perluasan bersama Uni Eropa karena sama saja mengulangi sejarah penjajahan bangsa Romawi ribuan tahun yg lalu. Dimana menjadikan Israel sebagai budak pekerja demi membayar pajak kepadanya.

Israel paham berpengalaman dan belajar dibidang ini, Uni Eropa sebenarnya adalah reinkarnasi dari kerajaan ROMAWI dimasa lalu.

Terkadang agar berjalan mulus. Pemerintah Israel memberikan sebuah harapan palsu bagi EU bahwa ada suatu opsi kemungkinan bergabung dengan EU demi memuluskan aksi Israel agar EU berbuat baik kepada Israel.

Perdana menteri Israel. Benjamin Netanyahu mengatakan :

Kita melihat contoh hari ini tergantung di depan kita dari prasangka orang Eropa. Tampaknya terlalu banyak di Eropa tak memahami. Enam juta orang Yahudi dibantai, mereka tidak belajar apa-apa. Tapi kami di Israel, kami telah belajar. Kami akan terus membela rakyat kami, negara kami, kami melawan kekuatan teror, tirani, dan kemunafikan. Sahutnya.

Disisi lain

Israel melihat EU sebagai pasar bisnis bagi produk-produk hightech-nya dalam menggeruk keuntungan ekonomi & keuangan.

Sedangkan EU melihat Israel sebagai sebuah arena ajang menunjjukkan taring kekuatan diplomatiknya agar dinilai oleh bangsa-bangsa lain di dunia bahwa EU setara seperti Amerika Serikat, China dan Rusia dalam urusan diplomatik dengan harapan EU memiliki pengaruh relevan untuk didengarkan, dihormati dan dituruti kemauannya oleh dunia.

BISNIS ADALAH BISNIS. PERDAGANGAN ADALAH PERDAGANGAN
 Kegiatan-Ekspor-Dengan-Kapal.jpg (631×552)

Pada tahun 2011-2016.

Israel meraup $ 15 miliar dolar dari Uni Eropa dalam mitra bisnis perdagangan.

Israel memasok ke Uni Eropa produk-produk berteknologi tinggi yang belum tersedia atau belum dapat diciptakan oleh manufaktur Eropa seperti perangkat lunak, perangkat medis, obat-obatan, cyber, bahan kimia, teknologi militer, drone, gas alam, dll

Disisi lain, Israel mengimpor produk dari Uni Eropa berupa mobil, kapal, pesawat terbang, mesin, mineral, dll yg belum dapat dibangun oleh industri di Israel secara efesien dan efektif.

Walaupun ada ancaman boikot dari beberapa anggota Uni Eropa seperti program BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi).

Namun, program boikot barang-barang produk Israel diketahui agak sulit untuk dilaksanakan.

Karena produk Israel memiliki mutu kualitas terbaik daripada pesaing produknya. Sehingga demografi luas penduduk EU yg terdiri dari berbagai perbedaan sifat-sifat dasar manusia memungkinkan sebagian produk Israel terjual laris di sana bagi pembeli yg bersikukuh ingin membeli. Sehingga bagi mereka yg pengen memboikot silahkan saja boikot, bagi warga EU yg ingin membeli silahkan membeli produk Israel.

Kampanye aksi boikot BDS pernah membuat aturan undang-undang blokir produk Israel dalam skala tujuan luas di seluruh negara EU.


Namun setelah dipertimbangkan aksi tersebut membahayakan perekonomian & melanggar kebebasan hak asasi manusia untuk warga EU lainnya. Pengaruh boikot ketimbang penikmat produk Israel hanya mempengaruhi 2% saja. Selebihnya orang-orang di Uni Eropa menyukai barang-barang buatan Israel.   

Hal ini diperparah dengan ketidakstabilan beberapa negara-negara di EU akibat krisis utang menumpuk membebani benua biru tersebut melebihi rasio GDP.

Produk teknologi Israel tentu dapat membantu manajemen efesiensi demi menghemat keuangan mereka dan menambah daya saing EU di dunia internasional. Walhasil barang-barang Zionis Israel menjadi sulit untuk diboikot di EU.


Masalah utama Uni Eropa adalah keuangan, utang menumpuk

Memang apabila dilihat dari anggaran ekonomi EU nampak besar. Tapi sebenarnya cacat. Sesama negara-negara Uni Eropa saja tak saling akur dan berbeda pandangan satu sama lainnya dalam banyak hal, menyebabkan ketidakefesiensi semakin menjadi-jadi.

Tampaknya Uni Eropa tak memiliki kekuatan sendiri untuk mengatasi problem masalah keuangannya.

Utang pemerintah EU makin membesar sulit untuk disembuhkan. EU Terlihat kaya namun sebenarnya hidup dari kecacatan utang menggunung hingga 12 triliun Euro atau Rp 209.000 triliun atau sekitar 82%. Beberapa negara anggotanya seperti Portugal, Italia, dan Yunani. Rasio telah mencapai 177%. (Batas normal adalah 60%).

Sampai kapanpun nampaknya utang EU takkan bisa disembuhkan.



Langkah terbaik EU mengatasi permasalahan utang yaitu dengan terus tergantungan dengan produk Israel, meminimalkan defisit, proteksi produk dalam negeri, mengefesienkan apa saja yg dapat diefesienkan, mempertahankan kepentingan nasional, dan memperluas agenda wilayah dengan mengajak negara-negara lain seperti Karibian, Serbia, Makedonia, Kosovo, dll. Agar bergabung menjadi kandidat negara tambahan EU. Artinya bukan menyelesaikan masalah malah memperburuk menambang utang, menciptakan kepanikan antar sesama negara EU sama saja lebih memperburuk kondisi keuangan.   

Israel mampu mengambil celah permasalahan tersebut dengan mengeruk keuntungan melalui penjualan produk teknologi tinggi demi membantu meringankan beban keuangan bagi raksasa Uni Eropa.

Yair Lapid mengatakan :

Eropa adalah mitra dagang utama Israel dan tetap menjadi pasar penting kami di dunia internasional.  Sahutnya.


KESIMPULAN

Betapapun problematis, kritis dan kontradiktif hubungan Israel dan Uni Eropa.

Tak dipungkiri kedua negara menjalin hubungan kerjasama yang baik di bidang bisnis perdagangan hingga saat ini.

Alasan utama Israel berhati-hati kepada Uni Eropa yaitu masih adanya orang-orang Anti-Semit.


Akarnya kebencian warga Eropa Neo-NAZI, NAZI quietists, dan para pemboikot BDS terhadap Yahudi masih belum hilang hingga detik ini walaupun sudah 71 tahun berlalu. Partai-partai di Uni Eropa seperti Golden Dawn, Jobbik, dll masih ada hingga sekarang.

Kesimpulan bahwa hubungan Israel-EU sebatas mitra kerjasama perdagangan bisnis ekonomi pararel saja seperti di ranah militer, teknologi, medis, sains, penelitian, antiteror, cyber, elektronik, dll.

Walaupun terkadang tak harmonis di jalur politik. Dagangan tetap jalan semana mestinya dimana kedua negara ini pengen sama-sama mengeruk kelebihan keuntungan dan surplus, sama-sama saling menghindari kerugian defisit kas keuangan.

Sebaliknya, warga Zionis Yahudi Israel menyukai hubungan politik, ekonomi, dan militer bersama Amerika Serikat jauh lebih erat nan harmonis mencapai hingga 92%. Ketimbang dengan EU.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU