Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indonesia Beli Drone ScanEagle Amerika Serikat Seharga Rp 131 miliar (2019)


ScanEagle merupakan pesawat drone milik Amerika Serikat seukuran kategori mini dengan tingkat penjualan terlaris di dunia.

Memang penampilan ScanEagle tak segarang seperti drone Predator, Globalhawk, Triton atau Reaper yang bersenjatakan persenjataan rudal-rudal mematikan.

Tapi kita ngga boleh meremehkan kemampuan ScanEagle.

INDONESIA BELI DRONE SCANEAGLE SEHARGA $ 9 JUTA DOLAR 
Foto : Drone ScanEagle Amerika Serikat
Pada tahun 2018. Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia mengumumkan pembelian 8 unit ScanEagle seharga $ 9.197.672 juta dolar atau sekitar Rp 131 miliar rupiah. Artinya perunit drone ini @ seharga Rp 16 miliar rupiah.

Pembangunan nanti dikerjakan di Amerika Serikat hingga 96%. Sisanya 4% dikerjakan di Indonesia.

Jika tak ada aral melintang. Drone dikirim dari AS ke Indonesia pada tahun 2022. Lengkap dengan suku cadang.  

TENTANG DRONE SCANEAGLE 
Foto : Drone Amerika Serikat, ScanEagle
Drone Scaneagle diciptakan oleh Institu, anak perusahaan dari manufaktur industri BOEING.


ScanEagle memang tak membawa rudal. Hanya payload berupa inframerah dan kamera optic beresolusi tinggi sehingga cocok digunakan oleh TNI untuk kontra terrorist, melacak pencurian illegal fishing, menjaga kedaulatan perbatasan, maritime, kelautan, search rescue, pemberantasan illegal logging, pencarian kebakaran hutan, pengintaian ISR, melindungi kawasan ZEE ekonomi, menemukan perompak laut, dll

Apabila ScanEagle ditempatkan di Papua. Dipastikan sebagai produk hemat biaya nan andal dalam melawan pemberontak OPM (Organisasi Papua Merdeka).

Karena bentuk ukurannya terbilang kecil banget. ScanEagle berdesain mobile. Walhasil portable praktis untuk ditempatkan pada mobil, truck dan kapal perang untuk menggantikan kinerja helikopter dalam operasi pengintaian.

ScanEagle diluncurkan melalui peluncur catapult Pneumatic dan mendarat menggunakan SkyHook.

Tak hanya didarat, ScanEagle dapat dilepaskan pula via udara melalui pesawat Hercules dan helikopter Chinook. Kemudian ditangkap menggunakan jaring.

Karena bentuknya modular dan mudah di bongkar pasang. Maka hanya dibutuhkan 15-20 menit untuk lepas pasang bongkar, bagian-bagiannya terdiri dari seperti hidung, sayap, payload, dll.

Foto : Drone ScanEagle Amerika Serikat
Spesifikasi ScanEagle

~ Daya Payload : 3,4 kg

~ Lebar sayap : 3 meter

~ Berat : 20 kg

~ Durasi lama terbang : 24 jam (1 hari penuh)

~ Ketinggian terbang : 6 km

~ Kecepatan terbang : 111 km/jam

Youtube : Amerika Serikat Drone Boeing ScanEagle

PESAING TERBERAT SCANEAGLE

Sejauh ini, pesaing sengit ScanEagle berasal dari Israel dengan menelurkan 4 produk sekaligus. Yaitu Orbiter, BirdEye, Skylark3 dan Hermes45.

Berbeda dengan produk ScanEagle buatan Boeing milik Amerika Serikat. Produk-produk drone Israel sudah masuk ke tahapan transisi generasi teknologi 100% full electric dan ada pula Hibrida (50% electric, 50% Avtur). Kemudian dilengkapi pula kerapatan system cyber yg sulit dijebol.  

Foto : Drone Israel 

Sebut saja, drone Hermes45 mampu menempuh jarak 200 km dari pusat lokasi Ground Control System. Apabila menggunakan satelit jarak terbangnya 'TAK TERBATAS' dengan daya tahan terbang di udara selama lebih dari 20 jam. Terbang nyaris tanpa bunyi.

Drone-drone Israel. mendarat bukan dengan Skyhook. Tetapi via parasut atau menggunakan jaring balon inflatable yg muat dalam tas seorang prajurit.  

Pada tahun 2018 saja, pendapatan kotor salah satu perusahaan Drone Israel Elbit System berhasil meraup $ 9 miliar per tahun atau sekitar Rp 128 triliun rupiah pertahun dari penjualan senjata.

Nah, Karena Indonesia tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Maka, pilihan TNI Indonesia sudah pasti jatuh cinta kepada ScanEagle buatan Amerika Serikat.


Youtube : Israel Drone Hermes45

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU