Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Persiapan Israel Berperang Dengan Perubahan Iklim Global Warming (2019)


Israel sering disebut sebagai negara Paranoid. Karena diyakini memiliki gangguan mental menyakini bahwa orang lain membahayakan dirinya. Padahal anggapan tersebut keliru banget ya.

Mengingat kenyataan dilapangan dari berbagai sejarah peristiwa. Negara kecil Israel memang selalu di serang oleh orang lain. Baik dari darat, laut maupun udara melalui berbagai macam aktivitas serangan roket dan rudal balistik.

Pengalaman pahit penderitaan tersebut pantas saja Israel menjadi Paranoid dengan bekerja keras menciptakan senjata-senjata mesin pembunuh balasan dan perisai pertahanan. Apalagi jika mengingat masa lalu Holocaust dan berbagai peperangan yang melanda dirinya. 

Ngga ada yang salah sebenarnya dengan sikap Paranoid. Disisi lain ini merupakan tindakan defensif positif untuk mempersiapkan masa depan.

Tak hanya Paranoid terhadap orang lain. Israel juga dianggap Paranoid terhadap perubahan iklim global warming.

Jika Anda adalah lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Universitas bergengsi lainnya. Anda tentunya pasti belajar mengetahui mengapa ada banyak sekali teknologi buatan Israel dipersiapkan untuk berperang dengan perubahan iklim.

Persiapan Israel Berperang Dengan Perubahan Iklim Global Warming 

Bukan Paranoid lagi. Perubahan iklim sudah nyata didepan mata kita.

Derajat suhu bertambah tinggi, pencairan es di kutub utara dan kutub selatan, kebakaran hutan, kerusakan lingkungan, pencemaran udara, meningkatnya volume air laut, penandusan, kepunahan banyak tanaman, hilangnya banyak salju abadi, hidup tak nyaman tanpa kipas angin / AC dan lain lain sebagainya.

Namun masih saja ada banyak negara besar nampak tak peduli dengan terus saja mendukung penggunaan kebijakan energi fosil kotor. 

Sampah ada dimana-mana. Pencemaran karbon dimana-mana. Israel hanyalah sebuah negara kecil, tak mungkin meminta negara lain seperti China untuk berhenti membuang sampah ke laut, atau negara-negara lain untuk berhenti menggunakan energi fosil batu bara pembawa kanker paru-paru di udara.

Ada begitu banyak ikan mengkomsumsi zat kimia merkuri. Bahkan ikan melahap sampah. Sering peneliti Israel menemukan kura-kura dan ikan laut mati dimulutnya penuh sampah. Jikapun ikan besar hidup, ternyata didalamnya banyak almarhum ikan-ikan kecil ditubuhnya penuh sampah.

Alam tak butuh manusia untuk hidup, tetapi manusia sangat membutuhkan alam untuk hidup. Bayangkan jika alam dirusak oleh manusia.

Professor doktor Yossi Zeira, ahli makroekonomi dari Universitas Jerusalem Israel memperingatkan dampak krisis perubahan iklim kepada dunia.


Pertama-tama, dampak kekeringan menjadi sangat extream di musim kemarau sehingga petani sering gagal panen. Saat dimusim hujan, badai dan angin topan menjadi lebih mematikan. Negara diterjang oleh cuaca ganas merusak ekonomi perkiraan mencapai miliar dolar sekali serangan badai. Merusak rumah, menghanyutkan rumah, merusak infrastruktur negara. Kerugian telak pada pemerintah lokal setempat karena harus merenovasi ulang infrastruktur.

Gelombang panas, hujan badai, kebakaran hutan akibat gesekan kayu dan penggurunan semakin sering terjadi di masa depan. Sumber air tawar menghilang, debit air sungai mengecil bahkan hilang sama sekali di musim kemarau. Banyak ikan-ikan mati.

Perubahan iklim memberikan tekanan keras pada sistem ekonomi, sosial bahkan politik di berbagai negara.

Jika negara tersebut tak siap. Maka terjadi demonstrasi besar-besar rakyat kepada pemerintah menuntut pasokan air bersih dan menuntun penurunan harga bahan makanan.

Jika harga makanan meningkat dan inflasi tak terkendali. Dapat ditebak semakin banyak keluarga hidup dalam garis kemiskinan. Intensitas krisis tersebut dalam keadaan mengkwatirkan sanggup memberikan pemicu untuk terjadi pertumpahan darah dan meningkatkan kasus kejahatan dalam merebut pekerjaan, penghasilan dan makanan.  

Perubahan iklim global warming terjadi secara global di seluruh dunia di semua sudut-sudut bumi. Masyarakat berpenghasilan rendah lebih rentan terhadap bahaya lingkungan dan membutuhkan banyak bansos (bantuan sosial) dari pemerintah.

Negara seperti Uganda, Nigeria, Somalia, Libya, Meksiko, Sudan, dan Kenya merupakan contoh bagaimana iklim telah memicu orang-orang saling bersaing dengan cara adu kekerasan. Senapan AK47 berkuasa diatas segala-galanya.

India merupakan contoh negara gagal dalam menanggulangi pencemaran udara. Sebanyak 80 orang setiap hari meninggal akibat kanker paru-paru.

Negara-negara Timur Tengah merupakan negara gagal dalam memerangi penggurunan padang pasir dan krisis air bersih.

Youtube : Israel Watergen

Kerusakan iklim menganggu pasokan pertanian & perternakan. Jika itu semakin rusak, maka harga makanan terus naik, merusak lapangan pekerjaan, merusak industri makanan, padang pasir semakin meluas, nilai perumahan semakin tinggi, banyak orang malnutrisi, ketimpangan melebar, peningkatan utang, pengangguran tinggi, dll.

Protes rakyat terhadap presiden dan adu mulut kalangan politik semakin menjadi-jadi.

Israel saat ini adalah pemimpin dunia #1 dalam bidang ekonomi makro di sebuah negara dan piawai membangun teknologi penanggulangan pencegahan. Tentu saja perubahan iklim membawa dampak mengerikan. Tetapi teknologi buatan Israel dapat meminimalkan resiko atau setidaknya menguranginya.

Krisis iklim mendorong pemerintah Israel dan sektor bisnis saling bersinergi menemukan solusi dan ekonomi berkelanjutan untuk potensi pertumbuhan jangka panjang tanpa mengorbankan lingkungan melainkan merawat alam secara benar.

Pada saat yang sama tanggung jawab ini datang begitu penting di pundak pemerintahan Israel. Sebagai perencana, pengambil keputusan strategi dan bertanggung jawab penuh untuk mendidik generasi mendatang melalui pendidikan. Termasuk mendukung, memfasilitasi, bahkan memberikan pendanaan modal bagi penciptaan teknologi baru mutakhir dan melahirkan lebih banyak startup berbasis cleantech.

Menurut laporan WWF pada tahun 2017.



Israel masuk sebagai top 10 negara dari lebih 100 negara sebagai pemilik alam terbaik dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Denmark, Finlandia, Swedia, Kanada, Amerika Serikat, United Kingdom Inggris, Jerman, Norwegia dan Swiss mendominasi sebagai negara perawatan alam terbaik menggunakan teknologi canggih.


Youtube : Israel Teknologi Canggih Berbasis Alam


Youtube : Israel Green

Inovasi buatan orang-orang Israel meliputi pertanian cerdas presisi dengan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan, Teknologi seperti Seetree, CropX, Taranis, Netafirm, Evogene, dll.

Israel melahirkan pula inovasi di bidang mobilitas rendah karbon seperti teknologi Electreon, Charkratec, Storedot, Phinergy, dll.

Kebijakan pemerintah Israel untuk stop menjual mobil berbahan bakar BBM pada tahun 2025 untuk diganti menjadi mobil listrik merupakan kebijakan terbaik dalam pengurangan emisi.

Pengelolaan limbah, daur ulang sampah, daur ulang air, mengubah air laut menjadi air tawar, penggunaan plastic TIPA yang mampu bertransformasi menjadi kompos, penggunaan sistem sampah menjadi energi listrik, dan melahirkan begitu banyak alternative pertanian & perternakan berbasis Foodtech tanpa menghasilkan lebih banyak efek gas rumah kaca.

Pemerintah Israel bekerja keras menciptakan taman-taman kota disetiap sudut. Menciptakan danau buatan untuk menangkis terik matahari dan menanam lebih banyak pohon sebagai garda terdepan untuk menangis suhu panas dan meningkatkan volume air tawar bersih. 


Universitas-universitas di Israel saling berkalorasi melahirkan ilmuwan, insinyur dan mencetak lebih banyak professor doktor dengan dan dibantu oleh pendidikan pemerintah Israel dan investor seperti icv.vc dan pendidikan spesialis lingkungan seperti arava.org dalam memerangi perubahan iklim.

Israel telah bersiap berperang terhadap perubahan iklim global warming. Sekalipun kelak suhu panas menerjang dan tanpa hujan selama bertahun-tahun. Israel tetap survive.  

Bagaimana dengan negara anda. Teknologi apa yang diciptakan..? Maukah berkerjasama..! 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU