Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menanti Rudal Udara ke Udara Israel Generasi ke 6 (2019)


Ilmuwan Israel dari industri militer bertanya-tanya..?

Apa gerangan yang terjadi di tahun 2050 nanti. Khususnya dalam peperangan udara menghadapi rudal udara ke udara.

Dari berbagai penelitian dan analisa. Diketahui bahwa kemungkinan besar takkan semua negara sanggup menunggang pesawat tempur berkemampuan canggih, khususnya berfitur stealth. Karena hanya negara berdompet tebal saja sanggup membelinya.

Pesawat tempur siluman saat ini seperti F-35 Lightning buatan Amerika Serikat dan Su-57 buatan Rusia. 

Tambahan pengembangan pesawat siluman baru seperti buatan Uni Eropa. FCAS atau Future Combat Air System diperkirakan hadir tahun 2030 atau 2040. Ada pula dari negara China, Chengdu J-20 dan Shenyang J-31.

Tetapi, dominasi F-35 dan Su-57 diprediksi dimasa depan merajai segmen pasar perdagangan pesawat tempur yang saling bersaing antara blok Amerika Serikat dan blok Rusia.

Jadi ke dua pesawat tempur berkemampuan mengecoh radar ini harus menjadi perhatian utama industri militer Israel. Bagaimana langkah pemerintah Israel mencari cara antidot untuk menembak jatuh kedua pesawat siluman tersebut. Termasuk F-35 Lightining itu sendiri yang digunakan oleh Israel.  

Menanti Rudal Udara ke Udara Israel Generasi ke 6 tahun 2050
 pesawat+tempur+Israel.jpg (700×467)

Tak terelakkan. Pesawat tempur siluman merupakan raja udara saat ini.

Di Amerika Serikat, pesawat tempur siluman F-22 Raptor segera di pensiunkan diganti dengan B-21 Raider.

Sehingga B-21 Raider dan F-35 Lightning menjadi andalan negeri Paman Sam di masa depan.

Sedangkan dikubu Rusia. Terdapat Sukhoi Su-57 dan Drone Su-70 OkhotnikB.



CEO, Rafael Advanced Defense System, Yoav Har Even mengklaim bahwa Israel segera bekerja mengembangkan rudal generasi ke 6.

Target utama rudal gen 6 yaitu menembak pesawat siluman. Bahkan menembak F-35 Ligtining itu sendiri. Apabila pesawat ini jatuh ke pihak musuh.

Seperti yang kita tahu, menembak pesawat siluman agak jauh lebih sulit. 

Oleh sebab itu, pengembangan R&D di mulai untuk mencari langkah menghancurkannya.

1]. Jangkauan

2]. Kecepatan

3]. Ketahanan cyber elektronik

4]. Penindas siluman

5]. Keakuratan

5 faktor menjadi kandidat penting dalam penciptaan rudal generasi ke 6.

Jangkauan tembak diperlukan untuk menembak lebih dulu dari jarak jauh di balik cakrawala. Sejauh ini Rusia adalah pemimpin di bidang ini dengan rudal Vympel R-37 berkecepatan hipersonik mach 6 (7.350 km/jam) hingga sejauh 400 km.


Vympel R-37 diciptakan oleh perusahaan raksasa Rostec memperkerjakan 500.000 ribu karyawan.

China memiliki PL-15 dengan rentangan tembakan 300 km.

Sedangkan Amerika Serikat memiliki rudal penyerang udara ke udara berkode AIM buatan perusahaan raksasa Raytheon. Produk terlaris AS salah satunya AIM AMRAAM sanggup melahap sejauh 200 km secara BVRAAM diluar visual. Baru-baru ini, terdapat upgrate menjadi varian AIM-260 Peregrine.

Foto : Pesawat tempur siluman Amerika Serikat
Rudal Udara ke Udara Israel Generasi ke 6

Israel tentu saja telah mandiri berdaulat di industri rudal udara ke udara. Tanpa perlu lagi mengimpor dari Amerika Serikat.

Israel memproduksi rudal canggih air to air terdiri dari 2 jenis yaitu Python dan I Derby ER. Rudal python untuk meladenin serangan jarak dekat/menengah dan Derby untuk meladenin serangan jarak jauh dari 100 km.

Sudah lebih dari 200 pesawat tempur dihancurkan oleh kedua rudal ini sejak 60 tahun berlalu. Teruji battle proven. Korban terakhir adalah drone Iran yang mencoba memasuki wilayah Israel dari arah Golan pada tahun 2017.

f-16+no+107+israel.jpg (742×482)
Foto : No punggung 107. Pesawat tempur F-16 milik angkatan udara Israel ini paling membunuh di dunia. 6 pesawat dan 1 helikopter berhasil dihancurkan. 
Rudal buatan Israel telah dilengkapi dengan kecerdasan buatan AI sehingga memastikan keakuratan penghancuran.

Industri militer Israel berencana mengembangkan sistem canggih, miniaturisasi elektronik dan booster baru sehingga membawa rudal melaju lebih jauh dan lebih cepat dengan berat ukuran sama seperti pendahulunya.

F-16+Israel.jpg (751×570)
Foto : F-16 Israel
Ilmuwan Israel sepakat bahwa jangkauan rudal 100 km kisaran tersebut sudah tak memadai dalam skenario peperangan udara masa depan. Apabila menghadapi teknologi dari Rusia, China dan Amerika Serikat. Dengan rata-rata jarak tembak 300 km.

Namun kelemahan rudal hipersonik dan rudal jarak jauh milik negara lain terdapat pada biaya produksi terlalu mahal dan keakuratan mereka sering melenceng dari sasaran sehingga perlu dipertanyakan. Bayangkan setumpuk uang dibakar sia-sia kearah batu tak berpenghuni di daratan.  

Sumber industri militer Israel mengatakan bahwa belum ada penciptaan rudal generasi ke 6 untuk Israel saat ini. Tetapi ingin memastikan terlebih dahulu bagaimana itu bekerja, apa yang terjadi, apakah itu berfungsi dan pertanyaan lainnya. Israel sedang bekerja untuk hal ini. 

Youtube : Israel Rudal Python dan Derby

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU