Langsung ke konten utama

Motivasi Trading (2020)


Berikut deretan motivasi trading. Sumber berasal dari Olymptrade Indonesia.

Semoga bermanfaat ya.

1]. Pendekatan Bunglon

Bunglon adalah binatang yang bisa beradaptasi secara cepat dan bisa mengubah bentuk warnanya sesuai dengan tempat yang ia hinggapi. Dalam bahasa inggris disebut CHAMELEON SKILLS. Anda harus siap kapan saja untuk mengubah pikiran anda. Trader yang sukses adalah trader yang berpikiran terbuka dan siap mampu mengubah dan menyesuaikan sudut pandang mereka di pasar keuangan dengan siap beradaptasi terhadap perubahaan zaman. Seperti halnya binatang bunglon.


2]. Bias Ketakutan

Banyak trader takut untuk menerima kesalahan dan mencoba untuk menghindari situasi keadaan tersebut. Contoh di real life adalah saat seorang trader mempunyai satu transaksi dan transaksi itu sudah berada di zona minus. Dan mereka tidak mau untuk menutupnya malah mempertahankannya. Karena takut melakukan kesalahan. Seringkali pedagang kehilangan uang dan mengalami kerugian besar karena mereka tidak dapat menerima kesalahan mereka dan tidak mau mengakui kesalahan mereka.


3]. Bias konservatif

Bias konservatif atau conservatism bias. Bias adalah kecenderungan trader untuk mengikuti pola yang diberikan oleh sejarah. Jadi mereka terlalu percaya jejak masa lampau atau sejarah. Beberapa trader lebih suka mengandalkan informasi lama yang telah usang dari data lama di masa lalu. Padahal zaman terus berubah. Trader yang sengaja menolak dan mengabaikan informasi terbaru dapat menyebabkan kesalahan fatal.


4]. Bias optimis

Trader seringkali tidak dapat memprediksi dan mengetahui diri mereka sendiri. Dalam istilah perdagangan. Hasil positif jauh lebih dapat diterima. Optimisme yang berlebihan dan kepercayaan diri berlebihan dapat menghalangi penilaian praktis atas fakta fakta dan sebagai dapat menyebabkan kekecewaan dan kerugian.



5]. Kontrol ilusi

Trader percaya pada kemampuan diri mereka mampu mengontrol perdagangan trading dan keputusan mereka dapat mempengaruhi hasil akhir dengan meraih profit besar. Trader percaya kalau konsentrasi tinggi dan fokus secara mendalam dapat meraih. Padahal hal ini hanyalah kontrol ilusi saja. Sebenarnya yang mempengaruhi itu bukan hanya konsentrasi tinggi tetapi ada banyak hal, seperti ilmu trading, indikator, pergerakan pasar, sinyal, dll.


6. Efek kerumunan

Orang yang berkerja dalam sebuah kelompok seringkali mengambil keputusan secara bersama-sama. Beberapa orang cenderung hanya tunduk saja pada pendapat atau opini tersebut. Namun, hanya mengikuti jejak atau ikut-ikutan kelompok tersebut tanpa berpikir terlebih dahulu dan menganalisa secara mendalam untuk dirinya itu bukanlah ide yang baik. 


7]. Bias status quo

Dalam perdagangan, bias status quo adalah keterikatan emosional seseorang terhadap perdagangan. Mereka cenderung untuk mengikuti pendapatnya sendiri tanpa mempertimbangkan situasi yang ternyata telah berubah.

Trader dapat merasa terikat terhadap kesimpulan keputusannya sendiri. Merasa memahami bahwa “aku benar” padahal sebenarnya salah sehingga menghasilkan loss.  




8]. Efek Framing

Ketika melakukan trading perdagangan di pasar keuangan. Seorang trader sering membuat keputusan berdasarkan hasil masa lalu. Misalnya, setelah kehilangan uang, mereka kemudian panic berusaha untuk mengembalikan secepatnya. Akibatnya membuat kesalahan tergesa gesa yang mengarah pada lebih banyak loss. 


9]. Kekeliruan seorang gambler

Gambler adalah seorang penjudi. Penggemar judi percaya terhadap statistik probabilitas berturut-turut dan mempercayai jika kalah berkali-kali pasti akan segera menang berikutnya. Banyak trader juga mengikuti pola pikir seperti penjudi. Misalnya, memprediksi pembalikan berdasarkan fakta bahwa beberapa gerakan sebelumnya berada kearah yang berlawanan. Padahal sebenarnya sama sekali tidak ada korelasi antara peristiwa tersebut. 




10]. Efek rumah uang

Uang yang diperoleh di akun tidak dianggap sebagau uang nyata. Keuntungan sebelumnya membuat orang untuk menggunakan modal profit mereka untuk menanggung risiko yang lebih banyak. 


11]. Pengambilan resiko asimetri

Setelah merasakan kerugian keuangan akibat loss. Banyak trader tetap mulai berdagang di tempat resiko perdagangan tadi walaupun mengetahui itu masih merugikan. Disisi lain, ada pula seorang trader yang terlalu berhati-hati. Mencari keuntungan sedikit demi sedikit secara stabil tetapi mengabaikan potensi bahwa ada suatu cara cepat berpotensi besar untuk meraup keuntungan besar.   




Disebut juga dengan hindsight bias. Ini adalah kecenderungan merasa bahwa suatu pergerakan dapat diprediksi sebelum pergerakan itu berlangsung. Hindsight bias dapat diekspresikan dengan satu kalimat “Aku sudah tahu pasti pergerakan candlestick naik, tapi kenapa aku memilih turun.


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post