Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Prediksi Covid-19 (Corona) di Masa Depan (2020)


Memang sulit memprediksi sebuah kejadian di masa depan.

Berikut adalah 8 prediksi saya tentang Covid-19 (Corona) di masa depan.

1]. Kemungkinan menewaskan lebih dari 100.000.000 juta orang.


Sebelumnya turut berdukacita bagi mereka atau keluarga ditinggalkan karena musibah pandemik ini.

Covid-19 ditemukan pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019.

Dalam kurun waktu 5 bulan berlalu. Virus ganas ini telah menewaskan 316.000 ribu orang.

Dunia berubah dalam sekejap.  

Corona Covid-19 merupakan satu keluarga dengan virus flu spanyol, MERS, flu burung dan SARS.

Fakta sejarah mencatat bahwa flu spanyol menewaskan 100.000.000 juta orang.

Sehingga COVID-19 di abad modern yang belum pernah kita rasakan. Ada kemungkinan juga menewaskan 100.000.000 juta orang lebih.  

2]. 60% rakyat mendapatkan bantuan sosial (bansos)
 Kartu+Jokowi.jpg (720×452)

Covid-19 menyebabkan tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat drastis. Khususnya dari kalangan kebawah.

Sehingga tak ada cara lain satu-satunya solusi permasalahan di Indonesia yaitu dengan memberikan bantuan bansos atau gaji secara cuma cuma seperti kartu keluarga sejahtera dan kartu prakerja yang diadakan oleh pemerintah dalam program PKH (program keluarga harapan).

Di dunia internasional. Hal yang sama berlaku dimana pemerintah turut aktif memberikan gaji bantuan yang disebut CCT (conditional cash transfer) kepada 60% rakyat masing masing negara agar konsumsi masyarakat berjalan dengan normal atau sekitar 162.000.000 juta rakyat Indonesia diberikan gaji langsung ke rekening Bank.

Problem kelak muncul yaitu adanya banyak orang menuntut merengek rengek meminta keadilan dari pemerintah masing-masing negara. Mengeluh karena dana bantuan sosial dirasa kurang mencukup atau adanya banyak permasalahan tak tepat sasaran.  

3]. Jumlah negara menyusut dari 170 lebih tersisa 90 negara

Malaysia.jpg (600×400)

Tekanan virus Corona menyebabkan negara besar dan negara miskin memilih untuk merger atau bergabung ke negara tetangga akibat ketidaksanggupan dalam menghadapi musibah pandemik Covid-19 yang menyebabkan jutaan rakyat mereka meninggal dunia.

Diperparah terhadap persaingan ekonomi, teknologi, perdagangan, bisnis dan kesehatan. Sehingga dibutuhkan kerjasama persatuan melalui merger.

Mulai tahun 2020. Kita segera melihat ada banyak negara memilih bersatu dengan negara tetangga lainnya. Contoh seperti kembalinya Timor Leste ke Indonesia. Kemudian bergabungnya Indonesia + Malaysia + Papua Nugini menjadi 1 negara.

Hal yang sama terjadi di negara lain. Seperti Amerika Serikat segera bersatu dengan Kanada.

Rusia bersatu dengan Belarus dan Kazakhstan.

Negara-negara Africa bersatu dengan negara-negara Africa lainnya.

Sedangkan negara Uni Eropa semakin memperluas dirinya dengan menyatukan negara-negara tetangganya.

Tetapi negara dengan ekonomi, teknologi kesehatan canggih, dan memiliki industri bisnis yang kuat takkan memilih merger dan tetap menjadi negara independen. 

Contoh seperti United Kingdom (inggris), Israel, Korea Selatan, Jepang, Singapura dan China.

4]. Virus Corona Tak Dapat Hilang Dari Muka Bumi
Coronavirus.jpg (590×320)

Masifnya perkembangan transportasi dan perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain di abad modern.

Sehingga memicu virus Corona tak dapat dihilangkan sekalipun menggunakan lockdown atau PSBB hanya menguranginya saja tetapi mustahil membasmi keberadaan virus ini.

Jika masih ada saja 1 orang terinfeksi virus Covid-19.

Maka sungguh mustahil memberantas penyakit ini.

5]. Internet dan robotika


Selama pandemic Covid-19. Data menunjjukkan aktivitas WFH (Work From Home) meningkat secara drastis.

Perdagangan konvensional menurun tetapi jual beli secara online, aktivitas media sosial dan rapat online melalui Zoom meningkat pesat.

Mulai tahun 2020. Kebanyakan orang segera beraktivitas melalui perpaduan offline dan online.

Contoh seperti transaksi bank secara online lebih massif, memesan makanan dan barang secara online lebih banyak, menonton berita secara online, bermain game online, telehealthy online, beribadah secara online via livestreaming, berbisnis investasi secara online, dan lebih banyak belajar secara online.   

Pandemik Corona tak melulu dipandang hanya dari sisi negatif saja. Tetapi ada pula sisi positif bagi mereka yang dapat menangkap peluang ini.

Banyak buruh di PHK. Tetapi perusahaan yang menjual robot mendapatkan banyak pesanan untuk menggantikan tenaga kerja manusia di industri. Hal yang sama berlaku kepada industri toko online menerima begitu banyak pemesanan produk.    

6]. Rata-rata usia manusia di bumi takkan sampai lebih dari 70 tahun



Belum ditemukan vaksin untuk virus Corona. 

Sekalipun telah ditemukan itu takkan mengobati mereka berusia lanjut.

Usia 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69 dan 70 adalah titik kursial dimana kekebalan tubuh telah menurun drastis.

Covid-19 diketahui sangat berbahaya untuk orang tua di usia tersebut. Kebanyakan kasus meninggal berasal dari umur lanjut.

Sedangkan usia di antara 10 – 50 tahun memiliki kekebalan tinggi dengan death rate 2%. Artinya tetap ada kematian apabila terjadi komplikasi. Contoh : Orang berusia 45 mengindap penyakit diabetes ditambah dengan penyakit Covid-19. Sehingga kemungkinan besar meninggal dunia.

Tetapi apabila orang tersebut berusia 45 tahun, masih muda nan sehat dan tanpa gejala penyakit lain. Apabila terinfeksi Covid-19. Maka kemungkinan besar dapat sembuh.

Artikel ini membahas bukan berarti takkan ada lagi usia diatas 70 tahun. Mereka tetap akan ada tetapi jumlahnya menjadi lebih sedikit.

7]. Usia muda produktif



Covid-19 made by China takkan mempengaruhi populasi dunia.

Jumlah kelahiran penduduk tetap terus bertambah. Beberapa dekade ke depan jumlah manusia meningkat double 2x menjadi 15 miliar orang.

Sekalipun vaksin Covid-19 belum ditemukan. 

Nampaknya, penyakit COVID-19 tak berarti apa-apa terhadap mereka berusia produktif dari usia 10-50 tahun.

Sehingga tak ada yang perlu ditakutkan. Jikapun terinfeksi Corona, mereka bisa sembuh asalkan tak menderita penyakit komplikasi lain seperti diabetes, hipertensi, jantung, kanker, dll.

Tetapi himbauan menggunakan masker di tempat keramaian harus tetap dilakukan untuk mematuhi anjuran dari pemerintah.

Ketika vaksin Covid-19 telah ditemukan. Manusia kembali ke kehidupan normal dengan melepaskan masker. Tetapi bagi mereka berusia lanjut tetaplah harus menggunakan masker apabila berada di tempat ramai karena merekalah yang memiliki kerentanan tinggi.   

Pada tahun 2030 atau 2040 nanti. Kita melihat dunia dipenuhi oleh usia muda dan produktif.

Sepertinya kita segera berkawan dengan banyak bocah-bocah dari seluruh dunia.


8]. Peperangan dan Persaingan Dagang Ekonomi Global Mencekram



Efek paling fatal Corona adalah persaingan global. Sehingga alih alih menciptakan kedamaian.

Corona menyebabkan meningkatnya kriminalitas, kejahatan, gangster, perampokan, pembunuhan, dan memicu ketegangan perselisihan antara negara satu dengan negara lainnya akibat muncul tantangan persaingan ekonomi global. 

Berdasarkan catatan penelusuran historis. Ada kemungkinan Corona menyebabkan negara lain merebut sumber daya alam negara lainnya, merebut wilayah, dan menginvansi negara lain dengan kekuatan militer.

COVID-19 bukan halangan untuk berperang. 

Namun memicu peningkatan peperangan dan kejahatan.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU