Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan web hosting, storage data center, website 0.3 dan cloud computing (2020)


Banyak hal telah berubah sejak saat itu tentang internet.

Ketika itu. Internet berjalan begitu lambat.

Untuk membuka 1 halaman website saja agar tampil utuh membutuhkan waktu tunggu loading hingga 20 menit sampai 30 menit.

PC komputer digunakan pada zaman dulu juga berbunyi berisik keras, menghasilkan hawa panas gerah di ruangan, perangkat hardware komputer juga berat banget untuk diangkat. Ngga seperti di abad now, serba tipis tipis ya. Bahkan dengan mudah laptop dan smartphone dapat dimasukkan ke dalam tas kita.

Semua telah berubah bergeser dengan cepat.

Yahoo telah digantikan oleh Google.

Mirc telah ditumbangkan oleh FB Messenger.

Friendster telah digantikan oleh Facebook.

Myspace telah kalah oleh Youtube.

Geocities telah disingkirkan oleh Blogger dan Wordpress.

Perkembangan web hosting, storage data center, website V 0.3 dan cloud computing.



Teknologi terus berkembang dengan cepat. Kata pak JK. Lebih cepat lebih baik.

Pepatah tersebut memang betul betul kata Upin Ipin.

Karena teknologi ngga mentoleransi keterlambatan.

Perusahaan teknologi yang berjalan lambat bakalan dibantai habis habisan oleh perusahaan bertindak cepat.

Kecepatan berarti efesien.

Teknologi membutuhkan kecepatan, efesien, efektif dan akurat.

Bagi teman teman yang berkecimpung dalam dunia bisnis blogging.

Tentu membutuhkan hosting, storage, platform cms dan lain lain sebagainya.

Nah, jadi apa sebenarnya langkah selanjutnya untuk 10 tahun ke depan atau bagaimana teknologi ini terbentuk pada tahun 2030 nanti.

Saya ngga tahu apakah ini benar atau salah. Karena saya sama sekali ngga tahu tentang masa depan karena sulit sekali untuk ditebak.  

Secara garis besar data center, big data, dan cloud computing hanya dikuasai oleh 6 perusahaan raksasa teknologi saja. yaitu Amazon, Alphabet (induk Google), Microsoft, IBM, Alibaba dan Dell Technologies.

Jika digabung ke 5 vendor ini saja sudah menguasai pangsa pasar cloud hingga 96%.


Kue sisanya 4% adalah perusahaan kecil yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Perusahaan teknologi raksasa besar terus mengintegrasikan layanannya untuk mencekram dominasi. Bahkan melahap sisa dari 4% tadi.

Industri cloud dan data center bernilai miliaran dolar yang terfragmentasi. Segera di monopoli dan menciut oleh hanya 10, atau 5 atau 3 perusahaan teknologi cloud saja kedepannya. Semua lalu lintas penyimpanan storage internet skala besar kemungkinan hanya dikuasai oleh Amazon, Google, Microsoft, IBM dan Alibaba.

Ke lima perusahaan ini punya banyak uang sebagai kekuatan untuk menahan laju persaingan, memonopoli atau mengalahkan semua startup kecil di bidang cloud sehingga pesaing sulit bersaing secara ekonomi.

Di ranah provider web hosting. Dimana semua data website termuat.

Anak muda generasi Alpha yang familiar tentang teknologi dan pengen serba instan. Jika pengen bikin website atau blog ngga mau mengenal apa itu hosting. Mereka pengen kecepatan, praktis dan tanpa mau berkecimpung di kode pemprograman HTML yang rumit.

Ada tiga jenis tingkatan pada layanan berbasis cloud computing yaitu :

1]. Saas (software as a service)

2]. LaaS (infrastructure as a service), dan

3]. Paas (Platform as a service).

Anak generasi Alpha dipastikan segera meninggalkan Laas (infrsatucture as a service), web hosting dan VPS Hosting. Karena sistem tersebut rumit.

Masa depan website dan blog adalah layanan berbasis holistik terintegrasi ke cloud computing dengan menyediakan akses cepat tanpa harus mengerti, mengelola atau memahami jaringan, server, hosting, VPS, pemprograman, update sistem operasi, atau alat virtual lainnya.

Contoh layanan terintegrasi tanpa harus memikirkan hosting adalah blogger.com, wix.com, wordpress.com, shopify.com dan squarespace.com.

Perusahaan Automattic (Wordpress) sudah mulai memahami trend ini dimana tim telah fokus ke Wordpress.com ketimbang Wordpress.org yang rumit dan keamanan rentan serangan hacker/cracker.

Pada intinya, pelanggan generasi Alpha ingin layanan paket nilai tambah tanpa harus repot dan mengalami berbagai kendala kesulitan.

Pada tahun 2030. Istilah ‘web hosting” kemungkinan takkan digunakan lagi oleh umat manusia.


Data center desentralisasi

Youtube : Pusat data center milik Google

Saat ini pusat data center tersentralisasikan ke beberapa perusahaan saja. seperti Amazon, Google, Microsoft, IBM, Alibaba dan Dell Technologies.

Pelanggan cloud tentu kwatir terhadap keamanan data, sabotase dan pengintai.

Sistem berbasis blockchain segera mendesentralisasikan cloud computing dengan public key yang tak dapat diakses bahkan oleh perusahaan itu sendiri.

Sehingga muncul trend baru yaitu multi cloud hybrid desentralisasi dan web 0.3

Dimana sentralisasi dipadukan terhadap desentralisasi. Mirip bagaimana cara kerja mata uang cryptocurrency bitcoin bekerja. Pusat data center kemungkinan bergerak dengan teknik ini kedepannya karena data lebih aman dan infrastruktur kebal dari gangguan.

Sedangkan perusahaan hosting atau server konvensional tradisional segera beralih menutup perusahaan mandirinya dan memilih untuk membangun pekerjaan baru menuju, bekerjasama atau tergabung ke raksasa industri seperti Amazon, Google, Microsoft, dll untuk menyediakan infrastruktur server berbasis lokal terdesentralisasi dengan konsep sharing economy untuk meminimalkan jeda latensi waktu.  



Cloud computing telah menjadi pilihan banyak bisnis besar, kecil maupun UKM untuk mendigitalkan dan mentransformasikan bisnis kearah digital untuk menghasilkan uang.

Cloud computing menjadi tulang punggung utama. Sekarang orang orang, bisnis dan perusahaan IT ngga perlu lagi mengelola mainframe atau perangkat keras hardware sendiri. Cukup menggunakan atau membeli layanan dari Amazon AWS, Google Cloud, Microsoft Azure, IBM dan Alibaba cloud.

Istilah cloud computing menjadi penting untuk kelangsungan bisnis bagi banyak orang dan mendukung berbagai kehidupan menjadi lebih efektif, efesien, mudah dan terdesentralisasi.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU